Tiga Astronot Tiongkok Terdampar di Luar Angkasa Usai Selamatkan Rekan Mereka



Tiga taikonaut Tiongkok, yang merupakan astronot negara tersebut, dikabarkan terjebak di luar angkasa. Kejadian ini terjadi beberapa hari setelah rekan mereka sebelumnya mengalami keterlambatan dan akhirnya berhasil kembali ke Bumi. Kondisi terbaru ini menimbulkan pertanyaan besar tentang protokol keselamatan antariksa Tiongkok, yang menurut para ahli bisa saja membuat para taikonaut menghadapi risiko yang tidak perlu.

Ketiga taikonaut yang terdampar adalah Zhang Lu, Wu Fei, dan Zhang Hongzhang. Mereka termasuk dalam misi Shenzhou-21. Ketiganya sudah tinggal di Stasiun Luar Angkasa Tiangong sejak 31 Oktober 2025, setelah roket Long March 2F meluncurkan mereka ke orbit. Tujuan misi mereka adalah menggantikan tim Shenzhou-20 yang terdiri dari Wang Jie, Chen Zhongrui, dan Chen Dong. Tim Shenzhou-20 seharusnya pulang pada 5 November 2025.

Namun, rencana itu berubah total. Setelah proses serah terima berjalan mulus, kepulangan kru Shenzhou-20 tiba-tiba dibatalkan. Penyebabnya adalah sebuah benda yang diduga sampah antariksa menabrak kapsul yang seharusnya membawa mereka pulang. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya retakan pada jendela pengamat kapsul tersebut. Akibatnya, kru Shenzhou-20 terpaksa menggunakan kapsul cadangan yang sebenarnya disiapkan untuk kru Shenzhou-21. Mereka akhirnya berhasil mendarat dengan selamat pada Jumat, 14 November 2025.

Keberhasilan ini disambut lega oleh banyak pihak, terlebih karena kru Shenzhou-20 baru saja mencetak rekor sebagai taikonaut dengan durasi penerbangan tunggal terlama, yaitu 204 hari. Namun, di sisi lain, keputusan ini berarti kru Shenzhou-21 kini tidak memiliki kendaraan untuk pulang ke Bumi.

Menurut laporan terbaru yang belum dikonfirmasi, China Manned Space Agency (CMSA) tengah bersiap mengirim kapsul kosong pengganti bernama Shenzhou-22 ke Tiangong, kemungkinan tiba di stasiun pada 24 November 2025. Namun, jika sebelum itu muncul situasi berbahaya, seperti benturan sampah antariksa pada modul utama stasiun, kru Shenzhou-21 berpotensi tidak punya jalur evakuasi yang aman.

“Saya senang kru Shenzhou-20 bisa pulang, tetapi cukup mengkhawatirkan bahwa kru pengganti ternyata tidak memiliki kendaraan untuk kembali ke Bumi,” kata Victoria Samson, direktur keamanan dan stabilitas antariksa di Secure World Foundation, kepada Scientific American.

Jika kapsul pengganti tiba sesuai rencana, kapsul Shenzhou-20 yang rusak akan dilepas dari stasiun dan diarahkan jatuh ke Samudra Pasifik. Sementara itu, kru Shenzhou-21 diperkirakan tetap melanjutkan misinya hingga selesai dalam enam bulan seperti jadwal awal.

Belum jelas alasan CMSA memilih memulangkan kru Shenzhou-20 sebelum kapsul baru dikirim ke orbit. Bisa jadi Tiangong, yang ukurannya hanya sekitar seperlima dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), tidak mampu menampung enam taikonaut sekaligus secara aman, meski CMSA sebelumnya sempat mengatakan hal tersebut bukan kendala.

Ada juga kemungkinan kru yang terjebak dapat pulang dengan kapsul Shenzhou-20 yang rusak apabila situasinya benar-benar darurat. Menurut Ars Technica, kapsul itu terdiri dari tiga modul terpisah, yakni modul propulsi dan daya, modul tempat tinggal, dan modul pendaratan dengan parasut. Selama retakan berada di bagian luar yang bukan modul pendaratan, secara teori kapsul tersebut masih bisa membawa mereka pulang jika terpaksa.

Sayangnya, karena informasi soal misi dan desain wahana antariksa Tiongkok sangat terbatas, kita mungkin tidak akan pernah mengetahui penjelasan lengkapnya.

Kondisi yang dialami kru Shenzhou-20 dan Shenzhou-21 ini mengingatkan pada beberapa kejadian “terjebak” serupa di ISS. Salah satu yang paling ramai adalah kasus astronaut NASA Suni Williams dan Butch Wilmore, yang akhirnya pulang pada Maret setelah hampir sembilan bulan tertahan di orbit. Ada juga kisah Frank Rubio yang memecahkan rekor dengan tanpa sengaja tinggal lebih dari satu tahun di luar angkasa.

Namun, dalam dua kasus tersebut, para astronaut ISS sebenarnya selalu punya opsi pulang kapan saja, karena ada kapsul lain yang sudah siaga dan terpasang di stasiun.

Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?