Kejadian Mengerikan yang Melibatkan Bocah 6 Tahun
Seorang bocah berusia 6 tahun bernama Alvaro ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka di pinggiran Kali Cirewed, Tenjo, Kabupaten Bogor. Aksi keji ayah tirinya, Alex Iskandar, akhirnya terungkap setelah penyidik melakukan pemeriksaan dan pengujian DNA untuk memastikan identitas jenazah tersebut.
Sebelum ditemukannya kerangka Alvaro, polisi telah menangkap Alex Iskandar. Dalam pernyataannya, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly menyebutkan bahwa pelaku adalah ayah tiri dari Alvaro. Namun, hingga saat ini, motif dan kronologi penangkapan belum sepenuhnya diketahui karena penyidik masih melakukan pendalaman.
Setelah ditangkap, Alex Iskandar memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamar tahanan Polres. Pihak kepolisian juga sedang melakukan pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan apakah kerangka tersebut benar-benar milik Alvaro.
Alvaro terakhir kali terlihat di Masjid Jami Al Muflihun Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Kamis (6/3/2025). Pada hari itu, ia dibawa pergi oleh ayah tirinya. Di perjalanan, Alvaro sempat dibekap menggunakan handuk putih karena rewel saat dibawa. Setelah itu, bocah itu dibunuh dan dimasukkan ke dalam kantong plastik hitam, lalu dibuang ke sungai di kawasan Tenjo, Bogor.
Delapan bulan kemudian, jenazah Alvaro ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka. Hal ini membuat keluarga sangat sedih dan tidak percaya bahwa ayah tiri Alvaro bisa melakukan hal sekeji itu.
Kakek Alvaro, Tugimin, merasa hancur dan tidak sanggup menahan duka. Ia menyampaikan rasa kecewa terhadap tindakan ayah tiri Alvaro yang membunuh anak yang belum memiliki dosa. “Kami enggak sangka-sangka bapak tirinya sendiri yang melakukan hal sekeji ini. Alvaro belum punya dosa, kok dijadikan korban? itu yg sangat disesalkan,” ujar Tugimin.
Sebelum anak tirinya ditemukan, Alex rupanya berpura-pura ikut mencari Alvaro. Bahkan, ia menemani Tugimin mencari Alvaro ke Bogor sampai larut malam. Alex juga sering menawarkan rute pencarian dan mengajak Tugimin menyisir sejumlah lokasi. Dari informasi yang diterimanya, ayah tiri Alvaro itu pula yang mengarahkan polisi menuju lokasi penemuan kerangka yang diduga merupakan cucunya.
Ternyata, kebaikan Alex hanya sebagai kedok untuk menutupi niat jahatnya. “Ternyata kebaikan dia itu hanya ibaratnya ya buat kedok saja,” ucap Tugimin.
Motif Pembunuhan
Menurut informasi yang diperoleh, Alex Iskandar memiliki dendam kepada istrinya. Fakta ini terungkap setelah polisi memeriksa handphone pelaku. Dari handphone yang diamankan, terdapat tulisan yang menunjukkan rasa marah dan dendam terhadap pihak tertentu.
Selain itu, pelaku memiliki kecurigaan bahwa istri mereka berselingkuh dengan pria lain. Akibat bekerja di luar negeri, muncul dugaan perselingkuhan dari hasil chat yang dilakukan oleh istrinya. Hal ini menjadi salah satu motif tersendiri bagi Alex untuk melakukan pembunuhan terhadap Alvaro, yang merupakan anak tiri dari pelaku.
Alex Iskandar menculik Alvaro di Masjid Al-Muflihun yang lokasinya tak jauh dari tempat tinggal korban pada Kamis (6/3/2025). Ia lalu membawa Alvaro ke kediamannya di wilayah Tangerang. Di lokasi inilah Alex menghabisi nyawa Alvaro dengan cara dibekap.
Jasad Alvaro lalu dibuang di Jembatan Cilalay, Tenjo, Kabupaten Bogor pada Minggu (9/3/2025) atau tiga hari setelah Alvaro dinyatakan hilang. Jenazah baru ditemukan pada Jumat (21/11/2025) setelah polisi melibatkan anjing pelacak. Saat ditemukan, jasad korban sudah menjadi kerangka.
Di hari yang sama, polisi juga menangkap Alex di kediamannya di wilayah Tangerang. Setelahnya, pelaku dibawa ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk diperiksa. Proses pemeriksaan berlangsung maraton hingga Minggu dini hari.
Setelah diperiksa, pelaku dititipkan di ruang konseling karena akan dilakukan tes kesehatan. Di ruangan inilah pelaku mengakhiri hidupnya. Pada pukul 06.00 pagi hari Minggu, tersangka ini izin untuk ke toilet. Dia meminta untuk mengganti celana karena merasa celana pendek yang digunakannya sudah kotor.
Beberapa jam kemudian, korban ditemukan tewas gantung diri menggunakan celana panjang yang dikenakannya. Penemuan ini dilakukan oleh saksi kunci, yaitu inisial G.










