Kebakaran Gedung PT Terra Drone Indonesia: Penyebab dan Kelalaian yang Menewaskan 22 Orang
Kebakaran maut yang terjadi di Gedung PT Terra Drone Indonesia di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12/2025) menewaskan 22 orang. Peristiwa tragis ini mengungkap sederet kelalaian sistemik yang membuat korban tidak bisa menyelamatkan diri. Direktur Utama PT Terra Drone Indonesia, Michael Wishnu Wardana, ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi menemukan enam kelalaian yang dinilai memicu kebakaran.
Penyebab Kebakaran
Polisi memastikan bahwa kebakaran dipicu oleh baterai lithium polymer (LiPo) berkapasitas 30.000 mAh yang jatuh dari tumpukan dan langsung menimbulkan percikan api. Dua saksi kunci melihat kejadian tersebut. Mereka menyatakan bahwa baterai ukuran 30.000 mAh itu dalam tumpukan, ada sekitar empat tumpukan, dan jatuh. Percikan api kemudian menyambar baterai lain di ruang inventori atau gudang mapping di lantai satu, tempat penyimpanan berbagai baterai drone, termasuk yang rusak atau sedang diservis.
Polisi juga menemukan 6–7 baterai LiPo rusak yang ditumpuk bersama baterai lain. Kebakaran diperkirakan terjadi pukul 12.15–12.20 WIB. Petugas damkar menerima laporan pukul 12.43 WIB, tiba pukul 12.50 WIB, dan api dapat dipadamkan pukul 14.10 WIB.
Penyimpanan Baterai yang Tidak Sesuai Standar
Hasil penyidikan menunjukkan bahwa manajemen tidak memiliki SOP penyimpanan baterai lithium yang mudah terbakar. Ruang penyimpanan baterai seluas 2×2 meter di lantai satu dinilai tidak layak karena tidak memiliki ventilasi dan tidak dilengkapi material tahan api. Tidak jauh dari ruangan tersebut terdapat mesin genset dengan potensi panas. Kondisi penyimpanan yang bercampur dan berada di ruang sempit tanpa perlindungan disebut menjadi faktor serius yang memperbesar risiko kebakaran.
Polisi juga mengungkap lima pelanggaran keselamatan gedung yang dilakukan manajemen PT Terra Drone. Tidak ada pintu darurat, tidak ada sensor asap, tidak ada sistem proteksi kebakaran, dan tidak ada jalur evakuasi. Gedung enam lantai tersebut sebenarnya memiliki IMB dan sertifikat layak fungsi (SLF) sebagai kantor, tetapi digunakan juga sebagai gudang.
Kaca Tidak Pecah dan Tidak Ada Alarm Kebakaran
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra menambahkan bahwa sebagian besar area gedung tertutup kaca dan kaca yang digunakan tidak mudah pecah. Dari lantai 2 sampai dengan lantai 6 yang tertutup kaca, itu juga yang menjadi perkiraan kami bahwa dari 22 korban juga ada banyak yang (ditemukan) di pinggiran kaca. Korban diduga berusaha memecahkan kaca untuk keluar, tetapi tidak berhasil karena kaca hanya bisa pecah dengan alat khusus.
Kantor tersebut juga tidak memiliki alarm kebakaran. Alarm kebakaran juga berdasarkan keterangan saksi tidak ada, tidak ada alarm dari sistemnya sendiri. Susatyo mengonfirmasi, 22 orang meninggal dunia, terdiri dari tujuh laki-laki dan 15 perempuan. Satu korban merupakan ibu hamil dengan usia kandungan tujuh bulan. Mayoritas korban ditemukan di lantai 3, 4, dan 5 karena karyawan di lantai 6 dapat naik ke rooftop.
Hasil Laboratorium dan Penyebab Kematian
Dari pemeriksaan laboratorium, ditemukan kandungan CO dalam darah seluruh korban. Sebab mati adanya karbon monoksida dalam darah, yang menyebabkan kekurangan oksigen atau asfiksia. Hasil visum menemukan 15 jenazah mengalami luka bakar derajat 1–2, dan 16 dari 22 korban memiliki luka bakar sekitar 50 persen luas tubuh. Namun, polisi menegaskan penyebab utama kematian adalah kekurangan oksigen, bukan luka bakar langsung.
Polisi merilis data bahwa 20 dari korban merupakan karyawan tetap, sementara dua lainnya merupakan karyawan magang. Seluruh jenazah telah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga.
Bantahan Bos Terra Drone
Michael Wishnu, melalui kuasa hukumnya, Stella Masangi, membantah bahwa kantor kliennya tidak memiliki jalur evakuasi. Menurut Stella, sejumlah infrastruktur untuk keamanan karyawan sudah dimiliki oleh Kantor PT Terra Drone Indonesia yang berada di Kemayoran, Jakarta Pusat. K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) ada, APAR (alat pemadam api ringan) ada, jalur evakuasi ada.
Stella juga mengungkapkan, PT Terra Drone Indonesia memiliki gudang sendiri untuk penyimpanan yang letaknya berada jauh dari lokasi kantor saat ini. Kantor PT Terra Drone yang ada di Kemayoran berfungsi sebagai kantor saja. Jika ada baterai yang berada di lantai 1, itu hanya sebatas bagian dari barang yang sedang ditaruh di tempat transit.
Tidak ada sebenarnya ruang penyimpanan khusus (di kantor Kemayoran), itu hanya untuk inventory transit sementara. Stella menyebut, penangkapan yang dilakukan polisi terhadap Michael Wishnu Wardana cacat prosedural. Sebelum ditangkap, polisi sempat mengirimkan surat pemanggilan untuk Michael Wishnu menghadiri pemeriksaan pada Kamis (11/12/2025). Tetapi di tanggal 10 sudah didatangi dan dijemput secara paksa.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”










