Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Panti Werdha di Manado, Pengurus Diperiksa Hari Ini

Penyelidikan Kebakaran Panti Werdha Damai di Manado

Polda Sulawesi Utara sedang melakukan penyelidikan terkait kebakaran yang terjadi di Pantai Werdha Damai, Ranomuut, Paal Dua, Manado. Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (28/12/2025) malam dan menimbulkan korban jiwa serta luka-luka. Saat ini, pihak berwenang sedang memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan informasi lebih lanjut untuk menentukan penyebab pasti dari kebakaran tersebut.

Pemeriksaan Saksi dan Pengurus Panti

Hingga saat ini, Polda Sulut sudah memeriksa sebanyak 10 saksi. Termasuk penghuni panti yang melihat asal api dari dapur. Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan, menyampaikan bahwa penyebab pasti masih menunggu hasil laboratorium forensik.

Selain itu, pengurus panti, termasuk pemilik Panti Werdha, Olva Sumual, juga akan menjalani pemeriksaan lanjutan hari ini. Ia sempat tidak hadir karena kondisinya yang lemah dan usianya yang sudah 76 tahun. Rencananya, Polda Sulut juga akan memanggil saksi ahli terkait prosedur pengelolaan panti sosial untuk mengetahui apakah ada unsur kelalaian atau tidak.

Kondisi Para Lansia Pasca Kebakaran

Pemilik Panti Werdha Damai, Olva Sumual, mengungkapkan bahwa total penghuni panti adalah 35 orang. Namun, saat kejadian hanya ada 31 penghuni karena empat lainnya pulang ke rumah untuk merayakan Natal bersama keluarga.

“Yang ada di dalam panti saat itu 31 orang, terdiri dari lima laki-laki dan 26 perempuan,” ujar Olva. Selain para lansia, di dalam panti hanya terdapat sepasang suami istri yang bekerja sebagai pekerja dan memang tinggal di lokasi. Pengurus lainnya tidak berada di tempat karena masih suasana perayaan Natal.

Sebagian penghuni berhasil menyelamatkan diri, termasuk beberapa lansia yang melompat pagar ke bangunan lain di bagian belakang panti yang tidak terdampak kebakaran. Pasca kejadian, para korban selamat saat ini dirawat di RSUD Kota Manado, RSUP Kandouw, hingga Rumah Sakit JH Awaloei.

Menurut Olva, secara fisik para lansia dalam kondisi stabil, meski ada yang mengalami keterbatasan seperti kebutaan. Namun, faktor trauma menjadi alasan utama mereka masih dirawat. “Karena trauma, Pemkot Manado menginginkan mereka tetap di rumah sakit supaya lebih tenang. Tempat tidur dan makanan juga sudah disiapkan,” katanya.

Olva juga menyampaikan permohonan kepada Pemerintah Kota Manado agar dapat membantu menyediakan tempat penampungan sementara jika para lansia nantinya dipulangkan dari rumah sakit. Pasalnya, tidak semua penghuni memiliki keluarga atau rumah untuk kembali. “Ada lansia yang memang terlantar dan tidak punya rumah. Dari data kami, ada sekitar delapan orang yang benar-benar tidak memiliki keluarga,” jelasnya.

Korban yang Dirawat di Rumah Sakit

RSUD Manado merawat sembilan korban selamat insiden kebakaran Panti Werda Ranomuut. Seluruh korban merupakan lanjut usia dan saat ini berada dalam penanganan medis. Berdasarkan data resmi, berikut daftar sembilan korban yang menjalani perawatan di RSUD Manado:

  • Yetti Kandou (86)
  • Lao Kiem Hoa (73)
  • Meske Merte (65)
  • Rolin Rungan (64)
  • Paulus Kaonang (70)
  • Chrishan Yusuf (67)
  • Rike Kaligis (73)
  • Sutinem (60)
  • Kwan She Poe (68)

Kisah Relawan yang Menyelamatkan Lansia

Reki, seorang relawan Damkar, mengatakan ia dan sejumlah warga berusaha menyelamatkan penghuni panti. Ia mengaku berhasil menyelamatkan tujuh orang. “Ada yang sudah di kursi roda, kami naikkan ke pagar,” kata dia. Seorang opa berhasil ia selamatkan, namun meninggal dunia karena terpapar banyak asap.

Hal sedih lainnya yang ia alami adalah seorang oma. “Oma itu katakan ia akan bersama keluarganya pada tanggal 5, tapi ia meninggal dunia, itu yang sesali,” katanya. Ia mengaku shock dengan kejadian itu. Sembari mengevakuasi penghuni, air matanya menetes.




Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?