Petugas SAR Menginap di Jurang 200 Meter Jaga Mayat Korban Pesawat ATR, Akan Dievakuasi Pagi Ini

Kondisi Evakuasi dan Petugas di Lokasi Jatuhnya Pesawat

Petugas SAR gabungan terus berupaya menemukan korban dari kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Proses evakuasi masih menghadapi tantangan besar akibat kondisi medan dan cuaca yang tidak menentu.

Petugas Menginap di Jurang

Sebanyak 10 personel SAR Gabungan terpaksa mendirikan kamp dan menginap di dalam jurang sedalam 200 meter untuk menjaga jenazah korban yang ditemukan. Mereka memilih lokasi tersebut karena proses pengangkatan jenazah belum bisa dilakukan pada malam hari.

Penemuan Satu Jenazah

Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu jenazah laki-laki di area jurang sebelah utara dari lokasi serpihan pesawat. Jenazah ini diduga merupakan salah satu korban dari pesawat ATR 42-500 yang jatuh beberapa hari sebelumnya.

Tunda Evakuasi Akibat Cuaca Buruk

Proses pengangkatan jenazah belum bisa dilakukan pada Minggu malam karena kondisi medan yang ekstrem dan cuaca buruk. Kondisi cuaca di kawasan Gunung Bulusaraung menyulitkan operasi evakuasi di malam hari. Dengan kabut yang mencapai 3-5 meter, visibilitas sangat terbatas.

Pernyataan dari Petugas SAR

Kasi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan anggota di bawah dan memutuskan untuk membangun kamp di lokasi jenazah. “Kami sampai saat ini belum bisa mengevakuasi korban karena terkendala dari kondisi cuaca,” ujarnya.

Evakuasi rencananya akan dilakukan lewat jalur udara atau helikopter. “Kondisi medan kurang bagus dan kabut di situ sekitar 3-5 meter untuk visibilitas jarak pandang,” tambahnya.

Peran Pangdam XIV Hasanuddin

Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menyatakan bahwa satu korban pesawat ATR 42-500 jatuh ditemukan oleh Tim SAR gabungan di lereng Gunung Bulusaraung. Ia mengatakan bahwa pihaknya sedang berupaya mengevakuasi korban ke posko AJU Tompobulu.

“Secara keseluruhan kami belum bisa menyampaikan di sini, yang jelas butuh effort yang cukup kerasa karena memang kondisinya luar biasa,” ujar Bangun Nawoko.

Kondisi Medan dan Cuaca

Kondisi medan dan cuaca yang berkabut di lokasi ditemukannya korban juga menyulitkan tim SAR melakukan evakuasi. Meski demikian, medan tersebut tidak sesulit saat perjalanan menuju posko AJU Tompobulu.

“Korban ditemukan di sebelah Utara dari puncak dari lokasi serpihan. Ini lokasinya di jurang,” kata Bangun Nawoko.

Informasi Awal Tentang Korban

Diberitakan sebelumnya, seorang korban yang merupakan penumpang Pesawat ATR 42-500 ditemukan di Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada Minggu (18/1/2026) oleh tim SAR Gabungan. Korban saat ini dievakuasi menuju posko Tompo Bulu.

“Bahwa betul telah ditemukan satu orang korban dan sedang dievakuasi melalui jalur pendakian,” ujar Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko.

Perubahan Cuaca yang Mendadak

Kondisi cuaca di Desa Tompo Bulu dan puncak Bulusaraung juga tak menentu. Beberapa saat lalu cukup cerah berawan, namun tiba-tiba berubah drastis menjadi mendung dan turun hujan. Laporan tim penyelamat di Gunung Bulusaraung menyebut jarak pandang sangat minim akibat kabut tebal.

Riwayat Kecelakaan Pesawat

Pesawat ATR 42-500 diperkirakan jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan Sabtu (17/1/2026) siang. Pesawat itu diperkirakan jatuh sekitar pukul 13.00 Wita.

Pesawat dengan nomor registrasi PK-THT itu diketahui mengangkut 10 orang yang terdiri dari awak dan penumpang. Pesawat turboprop tersebut selama ini digunakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mendukung kegiatan patroli maritim.

Daftar Penumpang dan Awak

Pesawat tersebut diketahui mengangkut tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan, yakni Feri Irawan (Penata Muda Tingkat I, Analis Kapal Pengawas), Deden Mulyana (Penata Muda Tingkat I, Pengelola Barang Milik Negara), dan Yoga Noval (Operator Foto Udara).

Hingga kini, tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian sekaligus verifikasi di area yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat. Basarnas menegaskan bahwa fokus utama operasi saat ini adalah menemukan titik pasti keberadaan pesawat serta memastikan kondisi seluruh awak dan penumpang.

Upaya Pencarian dan Evakuasi

Sebanyak 720 anggota SAR gabungan dan TNI-Polri telah diterjunkan ke lapangan. Tim SAR Gabungan menginformasikan, pesawat menabrak gunung kemudian serpihan bodi pesawat terlihat.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?