Kronologi Terungkapnya Identitas Jenazah Perempuan Korban Jatuhnya Pesawat ATR: Florencia Lolita

Identifikasi Jenazah Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

Jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang ditemukan oleh tim SAR akhirnya teridentifikasi sebagai pramugari bernama Florencia Lolita Wibisono (32). Identifikasi dilakukan oleh tim DVI gabungan yang terdiri dari berbagai lembaga dan institusi terkait.

Kabid Dokkes Polda Sulsel, dr. Muh Haris, menjelaskan bahwa jenazah dengan nomor postmortem 62B.01 cocok dengan data antemortem nomor AM004. “Florencia Lolita Wibisono, perempuan usia 33 tahun, alamat apartemen Wak Tower A unit 216 Buleleng, Jakarta Timur,” ujarnya saat rilis di Bidokkes Polda Sulsel, Rabu (21/1/2026).

Tim DVI gabungan melakukan pencocokan medis melalui sidik jari, data gigi, properti, dan ciri medis. “Melalui sidik jari, data gigi, properti, dan ciri medis,” tambahnya.

Sementara itu, Kapusident Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mashudi, menyatakan bahwa sidik jari korban masih terbaca sehingga memudahkan proses identifikasi. “Tim IDEN Polda melihat jenazah dalam kondisi bagus, sehingga papiler yang ada di sidik jari masih bisa terbaca,” jelasnya.

Untuk memastikan secara sains, pihaknya melakukan pembandingan manual dengan data postmortem. “Kami mengambil sidik jari jempol tangan kiri dan membandingkannya dengan data pembanding,” lanjut Mashudi.

Dengan kerja sama tim DVI gabungan, Mashudi sangat yakin bahwa korban merupakan Florencia Lolita Wibisono. “Kami yakin, seyakin-yakinnya berdasarkan keilmuan,” katanya.

Evakuasi Jenazah Korban

Sebelumnya, jenazah korban kedua kecelakaan pesawat ATR 42-500 telah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar setelah dievakuasi dari pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Jenazah korban pesawat ATR 42-500 tiba pukul 22.38 WITA di Bidokkes Polda Sulsel.

Jenazah dibawa menggunakan mobil ambulans milik TNI dan langsung dibawa ke ruang jenazah dengan penanganan dari tim DVI Bidokkes Polda Sulsel. Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, menyampaikan bahwa korban kedua berhasil dievakuasi melalui jalur posko AJU Tompo Bulu, Kabupaten Pangkep, Selasa (19/1/2026) malam.

Name Tag Masih Terpasang di Tubuh Florencia

Sebelumnya, Tim SAR menemukan korban kedua pesawat ATR 42-500, berjenis kelamin perempuan dengan name tag bertuliskan Florencia. Saipul Malik, salah satu anggota Tim SAR, mengatakan bahwa korban ditemukan sekitar 100 meter dari titik jatuhnya pesawat di lereng curam pegunungan Bulusaraung.

“Begitu Abang dan teman-teman Basarnas dan yang lainnya datang, kita dekati, fix perempuan dan masih ada ini nametag. Nametag perempuan,” kata Saipul kepada wartawan, di posko Tompo Bulu, Senin (19/1/2026).

Saat ditemukan, name tag korban masih tertempel di baju dan diduga bertuliskan nama Florencia. “Ada, nametag-nya masih ada namanya. Saya tidak berani memastikan. Yang dari manifest yang di Manado, awak Manado itu kayaknya. Ester atau Florencia. Florencia kayaknya,” ungkapnya.

Sosok Florencia

Florencia Lolita Wibisono adalah pramugari pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar yang ikut dalam daftar korban, Sabtu (17/1/2026) kemarin. Ia masih belum ditemukan setelah pesawat jatuh di Gunung Bulusaurung perbatasan Pangkep-Maros.

Florencia merupakan wanita cantik asal Kabupaten Minahasa. Yanti, keluarga Florencia, mengatakan bahwa Florencia sudah merencanakan untuk pernikahan. Dia juga baru bekerja selama 3 bulan sebagai pramugari.

“Kami dengar sudah ada rencana menikah, tapi belum tahu kapan. Rencananya secepatnya,” ujar Yanti, Minggu (18/1/2026). Menurutnya, calon pasangan Florencia atau Olen, sapaan akrabnya, diketahui berprofesi sebagai seorang pilot di salah satu maskapai penerbangan.

Baru Tiga Bulan Bekerja

Florencia Lolita Wibisono, salah satu pramugari pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar yang mengalami insiden jatuh. Ollen dikenal memiliki pengalaman panjang di dunia penerbangan.

Florencia atau Olen, sapaan akrabnya, diketahui baru sekitar tiga bulan bertugas di pesawat ATR 42-500 milik Air Indonesia Transport. Informasi tersebut disampaikan oleh Ramos, anggota keluarga Florencia, saat ditemui di rumah orang tua korban di Jalan Donald Isaac Panjaitan, Kelurahan Taler, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa, Minggu (19/1/2026).

“Kira-kira baru tiga bulan dia kerja di pesawat itu,” ujar Ramos saat diwawancarai. Sebelum bergabung dengan Air Indonesia Transport, Florencia tercatat menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai pramugari di maskapai Lion Air.

“Kurang lebih 13 tahun dia di Lion Air,” ungkap Ramos. Tak hanya berpengalaman sebagai pramugari, Olen juga dipercaya menangani pelatihan awak kabin yang baru bergabung. Perannya kerap dikaitkan dengan pembinaan dan pendampingan kru junior.

“Dia juga jadi trainer untuk pramugari yang baru. Bisa dibilang seperti HRD,” sambungnya.

Detik-Detik Pesawat Jatuh

Pada Sabtu (17/1/2026), pesawat ATR 42-500 yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dilaporkan jatuh di kawasan Pegunungan Sulawesi Selatan (Sulsel). Berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, posisi terakhir pesawat dari data AirNav Indonesia.

Berada di kawasan pegunungan karst Gunung Bulusaraung, kawasan hilangnya pesawat yang dipiloti kapten senior, Andy Dahananto (53) tahun ini. Dua pendaki yang saat itu berada di puncak gunung menjadi saksi mata insiden yang diperkirakan terjadi pukul 13.00 WITA.

Reski (20), salah satu pendaki menyaksikan ada pesawat yang terbang rendah sebelum akhirnya menghantam lereng gunung dan mengalami ledakan. “Meledak dan ada api. Saya dapat serpihan yang berhamburan,” ujar Reski, dikutip dari Tribun-Timur.com.

Ia pun segera mengambil ponselnya untuk merekam kejadian tersebut sebagai bukti awal. “Cepat sekali (kejadiannya),” tuturnya. Reski dan rekannya pun langsung memutuskan untuk turun gunung sambil membawa kabar duka.

Pesawat Sempat Ada Masalah

Sehari sebelum dilaporkan jatuh, Pesawat ATR 42-500 yang membawa 11 orang itu, mengalami permasalahan di bagian mesin. Petinggi IAT yang menjabat sebagai Direktur Operasional, Capt Edwin membenarkan hal itu. Pihak IAT mengklaim permasalahan sudah berhasil diperbaiki di hari pertama penemuan. Akan tetapi, Capt Edwin tidak membeberkan secara gamblang soal masalah mesin tersebut.

“Memang ada problem di enginering kami, tapi kami sudah tes. Problem kecil, tapi kami sudah perbaiki hari Jumat,” kata Edwin, dikutip dari Tribun-Timur.com.

Daftar Korban

Pesawat yang bertolak dari Yogyakarta ke Makassar tersebut disewa KKP untuk patroli udara di wilayah Pengelolaan Perikanan RI 712 dan mengangkut tujuh kru dan tiga penumpang. Berikut daftar korbannya:

  1. Capt Andy Dahananto
  2. SIC FO M Farhan Gunawan
  3. FOO Hariadi
  4. EOB Restu Adi P
  5. EOB Dwi Murdiono
  6. Flight attendant Florencia Lolita
  7. Flight attendant Esther Aprilitas
  8. Deden dari KKP
  9. Ferry dari KKP
  10. Yoga dari KKP


Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?