5 Pesawat Operasi Modifikasi Cuaca di Jakarta-Jabar



Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta dan Jawa Barat bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) setelah menerima peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Operasi ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana hidrometeorologi basah.

Operasi yang digelar secara terpadu melibatkan berbagai lembaga seperti BMKG, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, BPBD Jawa Barat, serta TNI Angkatan Udara. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa OMC merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi curah hujan tinggi di wilayah Jawa Barat dan Jakarta.

Menurut Abdul Muhari, curah hujan tinggi diperkirakan akan mengguyur wilayah tersebut pada periode dasarian kedua dan ketiga bulan Januari 2026. Operasi OMC di area Jakarta dan Jawa Barat telah dimulai sejak 12 Januari 2026 dengan mengerahkan dua unit pesawat. BNPB menempatkan Cessna Carravan PK-JVH, sementara BPBD DKI Jakarta mengerahkan CASA 212 A-2105. Kedua pesawat tersebut beroperasi dari Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Untuk memperkuat pengendalian curah hujan, BNPB menambah tiga unit pesawat Carravan yaitu PK-YNA, PK-SNG, dan PK-SNK. Pesawat PK-SNK khususnya beroperasi dari Lanud Hussein Sastranegara di Bandung untuk mencakup wilayah hulu. Dengan demikian, saat ini total lima armada pesawat dikerahkan untuk mengamankan langit Jakarta dan Jawa Barat. Jika diperlukan, operasi ini juga dapat diperluas ke wilayah Provinsi Banten jika terjadi peningkatan potensi cuaca ekstrem.

Hingga Jumat, 23 Januari 2026, total sorti penerbangan lima armada pesawat mencapai 70 kali. Bahan semai yang telah ditaburkan sebanyak 43,8 ton Natrium Klorida (NaCl) dan 20,6 ton Kalsium Oksida (CaO).

Selain itu, BNPB masih melaksanakan operasi modifikasi cuaca di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Jawa Tengah. Di provinsi yang terdampak banjir dan longsor, BNPB menyiagakan satu unit pesawat per provinsi. Base operasi OMC Sumatera antara lain Lanud Sultan Iskandar Muda di Aceh, Bandara Kualanamu Medan, dan Bandara Internasional Minangkabau di Padang.

Sementara itu, untuk operasi penanganan darurat di Jawa Tengah, dua unit pesawat Carravan dengan base operasi di Lanud Ahmad Yani Semarang. Operasi modifikasi cuaca di wilayah tersebut bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana seperti perbaikan tanggul, pembersihan lingkungan, dan pembangunan hunian sementara.

Berdasarkan rilis BMKG, pada dasarian tiga bulan Januari 2026, hujan akan terjadi cukup merata di beberapa daerah di Indonesia. Wilayah yang diprediksi akan dominan mengalami hujan pada kategori Menengah (50-150 mm per dasarian) antara lain Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

Wilayah yang akan mengalami hujan kategori tinggi (150-300 mm per dasarian) antara lain Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan. Peringatan curah hujan dengan kategori sangat tinggi (lebih dari 300 mm per dasarian) antara lain di Maros, Sulawesi Selatan.

BNPB mengimbau kepada masyarakat untuk memperhatikan prakiraan cuaca harian sebelum beraktivitas dan juga peringatan dini cuaca ekstrem melalui sumber yang terpercaya. Untuk masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir, disarankan meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyimpan barang berharga di tempat yang lebih aman, menyiapkan tas siaga bencana, dan menentukan titik evakuasi keluarga.

Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar lereng atau tebing yang berisiko longsor diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, serta segera melakukan evakuasi mandiri apabila kondisi dinilai tidak aman.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?