Perubahan Harga Bahan Pokok di Pasar Andalas Menjelang Ramadan
Menjelang bulan puasa Februari 2026, kondisi harga bahan pokok di Pasar Andalas, Kota Gorontalo, terpantau menunjukkan pergerakan yang cukup dinamis. Meski stok bahan pokok masih aman, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, sementara yang lain justru mengalami penurunan.
Harga Beras Turun, Stok Masih Aman
Salah satu komoditas yang mengalami penurunan harga adalah beras. Harga beras Super Win tercatat sebesar Rp725 ribu per koli atau sekitar Rp15 ribu per kilogram. Sementara itu, beras Ciherang lokal berada di kisaran Rp650 ribu per koli atau Rp13 ribu per kilogram. Pedagang beras menyebutkan bahwa tren penurunan ini telah berlangsung sejak akhir tahun 2025 dan belum menunjukkan tanda-tanda kenaikan hingga akhir Januari 2026.
Arya Yunda, salah satu pedagang beras di Pasar Andalas, menjelaskan bahwa meskipun harga turun, kondisi ini tidak sampai membuat pedagang merugi. Namun, keuntungan yang diperoleh juga terbilang tipis.
“Kalau dibilang untung besar juga tidak. Standar saja. Tidak rugi, tapi juga tidak untung sekali. Yang penting barang tetap jalan dan stok masih ada,” ujar Arya.
Ia menjelaskan bahwa pasokan beras saat ini masih ditopang dari sejumlah wilayah produksi di Gorontalo, seperti Paguyaman yang baru memasuki masa panen, Limboto, dan Telaga, serta pasokan dari luar daerah seperti Makassar. Meski demikian, Arya memprediksi kondisi harga beras bisa berubah saat memasuki Februari 2026.
“Biasanya kalau sudah Februari itu mulai naik. Apalagi stok dari Makassar, kemudian Bulog juga ambil. Di situ biasanya harga ikut bergerak,” katanya.
Kenaikan Harga Cabai dan Minyak Goreng
Sementara itu, untuk komoditas cabai, harga mulai mengalami kenaikan. Andri Aneta, pedagang rempah-rempah di Pasar Andalas, menyebutkan bahwa harga cabai rawit partai kini berada di kisaran Rp32 ribu per kilogram, sementara harga eceran mencapai Rp40 ribu per kilogram. Ia menjelaskan bahwa kenaikan ini mulai terjadi sejak beberapa hari terakhir.
“Kemarin itu masih Rp30 ribu, sekarang sudah naik. Memang mulai terasa pergerakannya,” ujarnya.
Untuk komoditas minyak goreng, Rahman Mustapa, pedagang minyak goreng di Pasar Andalas, menyebutkan bahwa harga minyak goreng kampung kini dijual Rp28 ribu per botol mineral, naik dari sebelumnya yang berada di kisaran Rp20 ribu hingga Rp25 ribu. Sementara itu, minyak goreng kemasan merek Bimoli ukuran dua liter kini dijual Rp43 ribu, naik dari harga sebelumnya Rp40 ribu.
“Kenaikan itu karena dari atas juga sudah naik. Pajak dan distribusi ikut pengaruh,” ujarnya.
Meski harga minyak goreng mengalami kenaikan, Rahman memastikan stok masih mencukupi hingga memasuki bulan puasa.
Stabilitas Harga dan Perilaku Konsumen
Secara umum, aktivitas perdagangan di Pasar Andalas masih berjalan normal. Warga tampak tetap berbelanja kebutuhan pokok, meski sebagian mulai lebih selektif dalam membeli akibat pergerakan harga sejumlah komoditas.
Para pedagang berharap pasokan dari daerah produksi maupun dari luar Gorontalo tetap lancar, sehingga harga bahan pokok dapat lebih terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga.












