Kecelakaan Maut di Bitung Sulut
Pada Jumat (23/1/2026) malam, terjadi kecelakaan maut di Jalan Wolter Monginsidi, Kecamatan Girian, Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut). Kecelakaan ini melibatkan kendaraan truk tronton dengan sepeda motor. Seorang buruh bernama Jon Matoneng meninggal akibat insiden tersebut.
Jon Matoneng, yang tinggal di Kelurahan Nusu, Kecamatan Lembeh Utara, Kota Bitung, dikenal sebagai pekerja keras. Kejadian naas ini menimbulkan rasa duka bagi keluarga dan warga setempat. Karlos Matoneng, kerabat korban, mengucapkan belasungkawa melalui media sosial. “Selamat jalan ka Jon,” ucapnya, Sabtu (24/1/2026).
Kecelakaan terjadi saat mobil truk tronton warna orange, yang mengangkut peti kemas merah maron dengan nomor polisi B 9975 warna kuning, bertabrakan dengan sepeda motor matic Honda Beat warna hitam tanpa plat nomor. Saat kejadian, pengendara motor membawa seorang penumpang perempuan bernama Widiawati.
Akibat kecelakaan, Widiawati mengalami luka dan harus dibantu oleh warga untuk naik ke motor lainnya. Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Manembo-Nembo (RSMN) Bitung. Sementara itu, korban meninggal sudah dibawa duluan menggunakan mobil pick up berwarna gelap.
Penanganan oleh Pihak Berwajib
Sopir mobil tronton telah diamankan di Markas Komando (Mako) Polres Bitung untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Mobil truk tronton tersebut juga sudah diamankan di Mapolres Bitung.
Menurut Kapolres Bitung AKPB Albert Zai melalui Kasi Humas Polres Bitung AKP Abdul Natip Anggai, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Lokasi dan Peristiwa
Titik lakalantas yang merengut nyawa pemotor berada di simpang empat atau perampatan jalan protokol, menghubungkan kota Bitung, Kabupaten Minut hingga Kota Manado. Lokasi ini disebut oleh warga sebagai simpang empat atau perampatan dokter Murni, Pasar Girian, dan gereja GPDI Girian Atas.
Jalanan yang mulus dan ramai dilalui kendaraan bermotor dari empat arah menjadi salah satu faktor kecelakaan. Saat kejadian, pengendara motor masuk ke bawah mobil tronton dengan posisi tidak normal. Warga dan petugas dari Satlantas Polres Bitung harus menggunakan dongkrat hidrolik 50 ton warna orange untuk mengevakuasi korban.
Banyak massa berkerumun di sekitar pemotor yang menjadi korban. Beberapa diantaranya nampak mengabadikan peristiwa naas itu menggunakan HP. Personil Satlantas Polres Minut juga mengatur lalu lintas yang macet dari arah Manado ke Bitung dan sebaliknya.
Kemacetan Akibat Kecelakaan
Sebelumnya, suasana jalan Wolter Monginsidi di Girian Kota Bitung alami kemacetan dari arah Manado ke Bitung dan sebaliknya, disebabkan karena kecelakaan lalu lintas. Akibat peristiwa itu, terjadi kemacetan panjang dari dua arah, jalan ruas Wolter Monginsidi di Girian Kota Bitung Sulut, Jumat (23/1/2026) malam.
Kendaraan dari arah Kota Mando ke Bitung nampak sudah macet mulai dari jembatan Manembo-Nembo Kecamatan Matuari. Jurnalis Tribun Manado Christian Wayongkere, yang berkendara dari arah Manado ke Bitung mendapati kemacetan panjang tersebut sampai di simpang empat atau prampatan kedua Girian.
Dari arah Bitung, kemacetan terasa sejak dari depan Pusri Girian. Lakalantas tersebut tepat di simpang empat atau prampatan, yang oleh warga Bitung menyebut prampatan dokter Murni di Girian. Jalan itu ramai dengan lalu lintas kendaraan bermotor.
Tips Menghindari Kecelakaan Saat Berkendara
Setidaknya, ada 10 cara untuk antisipasi dan mengendalikan risiko kecelakaan di jalan raya:
- Bila memungkinan, saat berkegiatan sebaiknya ganti moda transportasi dengan transportasi umum. Hal ini lebih aman ketimbang membawa kendaraan sendiri.
- Kurangi potensi distraksi saat berkendara.
- Melihat jauh ke depan, melihat potensi bahaya apa yang bisa timbul di jalan raya.
- Biasakan berada di satu lajur. Jangan bergerak berpindah-pindah jalur.
- Antisipasi pengemudi yang memiliki sikap suka berpindah lajur. Segera jauhi kendaraan dari pengemudi semacam ini.
- Antisipasi blindspot pada kendaraan.
- Teliti setiap persimpangan, gang, lorong. Pelankan kendaraan untuk memantau dan menilai situasi aman untuk lewat atau tidak.
- Jika ingin pindah jalur, ikuti prosedur yang aman untuk berpindah.
- Jangan lawan arus.
- Mengemudilah sesuai kondisi jalan raya dan kesehatan diri sendiri.










