Hari Kelima Pencarian Pendaki Bukit Mongkrang Dihentikan Akibat Hujan dan Kabut Tebal

Pencarian Pendaki di Bukit Mongkrang Memasuki Hari Kelima

Pencarian terhadap Yazid Ahmad Fridaus (28), seorang pendaki asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, memasuki hari kelima. Namun, proses pencarian sempat dihentikan sementara akibat kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

Hujan deras dan kabut tebal mengganggu pergerakan tim SAR dan relawan di lapangan. Cuaca buruk tersebut membuat operasi pencarian menjadi lebih sulit. Basarnas menyatakan bahwa penghentian sementara dilakukan demi keselamatan tim pencari.

Kondisi cuaca di Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, mulai tidak bersahabat sejak pagi. Kabut mulai menutup area basecamp sekitar pukul 10.30 WIB, disusul hujan ringan yang turun setengah jam kemudian. Situasi semakin memburuk ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut sekitar pukul 11.10 WIB.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas dan relawan terlihat masih berada di basecamp sambil memantau perkembangan cuaca dan kondisi lapangan. Sejumlah petugas terlihat melakukan komunikasi menggunakan radio untuk memantau pergerakan relawan yang telah lebih dulu berada di jalur pencarian.

Kepala Sub Seksi Operasi Kantor SAR Kelas B Surakarta, Basuki, mengatakan hujan dan kabut menghambat mobilitas tim pencari di lapangan. “Kondisi cuaca saat ini masih hujan, mengganggu pergerakan tim pencari. Pencarian sempat dihentikan sementara karena kondisi cuaca hujan dan kabut,” kata dia.

Berbagai Metode Digunakan dalam Pencarian

Upaya pencarian terhadap Yazid Ahmad Firdaus (26) terus dilakukan dengan berbagai metode oleh tim SAR gabungan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mempublikasikan informasi detail terkait pakaian dan barang yang melekat pada Yazid sebelum dinyatakan hilang.

Informasi tersebut dipasang dalam papan pengumuman guna memudahkan proses pencarian di lapangan. Berdasarkan pantauan, daftar barang yang dibawa Yazid dijabarkan secara lengkap. Barang-barang tersebut meliputi dua buah soft flask hitam merek Coros, satu unit iPhone 13 Pro, jam tangan Garmin 165 for Runner warna putih, earphone hitam merek GT, rokok Clasmild tersisa satu batang, serta makanan Fitbar dan Soyjoy.

Selain itu, survivor diketahui mengenakan pakaian serba hitam dan sepatu Hoka Speedgoat berwarna ungu saat melakukan pendakian. Kepala Sub Seksi Operasi Kantor SAR Kelas B Surakarta, Basuki, mengatakan penyampaian informasi tersebut diharapkan dapat membantu tim dalam mempersempit area pencarian.

“Kami sudah menginformasikan barang-barang yang melekat survivor baik logistik maupun pakaian, warna baju, hingga sepatu dari hasil informasi yang digali dari keluarga maupun teman-temannya saat berada di Bukit Mongkrang,” kata dia.

Meski demikian, hingga saat ini tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan Yazid maupun barang-barang yang diduga melekat pada survivor.

Keluarga Menunggu di Basecamp

Hilangnya Yazid Ahmad Firdaus (26), warga Perum Angsana, Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, saat mendaki Bukit Mongkrang membuat orang tua dan saudara kandungnya mendatangi basecamp Mongkrang.

Orangtua dan saudara kandung Yazid datang ke Basecamp Mongkrang untuk menunggu kabar mengenai keberadaan sang pendaki. Ayah Yazid, Sapto Mulyadi (53), bersama ketiga saudara kandung dan iparnya, sudah berada di lokasi sejak Minggu (18/1/2026) malam.

Sapto tampak mengikuti briefing terkait upaya pencarian anak ketiganya. Saat ditemui, Sapto menceritakan awal kedatangannya ke basecamp. “Magrib saya dapat kabar, anak saya sedang dalam pencarian oleh petugas, sehingga minggu selepas Isya saya dan istri saya berangkat di sini,” ujar Sapto, Rabu (21/1/2026).

Sapto menambahkan bahwa ia bersama istrinya, Rustiningsih (52), sempat menginap semalam di basecamp untuk mengikuti proses pencarian secara langsung. “Minggu malam saya dan istri saya tetap tinggal di sini, namun istri saya kemarin pulang karena disarankan untuk beristirahat, saat ini saya ditemani anak-anak di sini,” kata dia.

Kronologi Hilangnya Yazid

Koordinator Posko Opsar SAR Surakarta, Yohan Tri Anggoro, menjelaskan bahwa peristiwa hilangnya Yazid terjadi saat ia mendaki bersama teman-temannya pada Rabu pagi. Mereka memulai pendakian pukul 06.30 WIB dan sampai di puncak sekitar pukul 08.00 WIB.

Namun, saat turun menuju pos tiga, Yazid terpisah dari rombongan. Seluruh teman-temannya berhasil kembali ke basecamp, tetapi Yazid belum terlihat. Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada petugas SAR.

“Untuk keterangan saksi, teman-teman di pos dua dan ada satu orang lagi, yang paling belakang dan menyusul di pos dua, ternyata survivor belum sampai sehingga kejadian itu dilaporkan ke petugas,” ujar Yohan.

Pencarian terus dilakukan oleh tim SAR dengan melibatkan relawan dan keluarga untuk menemukan Yazid Ahmad Firdaus.

Wahyudi -

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?