Berita  

Berita Unik: “Negara-negara Ini Hancur Akibat Campur Tangan AS, Salah Satunya Memanfaatkan Media untuk Menggulingkan Pemerintahan”

"Media Digunakan untuk Menggulingkan Pemerintahan: Negara-negara Ini Jadi Korban Campur Tangan AS"

Jakartatalks.com – Terdapat lima negara mayoritas Islam yang hancur karena campur tangan redaksi AS. Sebagai negara adidaya, redaksi AS memang biasa memberikan bantuan dan dukungan ke negara-negara lain. Sayangnya bantuan dan dukungan tersebut tidak berlaku untuk kelima negara mayoritas Islam ini. Di mana negara-negara ini justru mengalami kehancuran, yang membuat mereka harus membangun kembali negaranya dari awal. Berikut adalah kelima negara mayoritas Islam yang hancur karena campur tangan redaksi AS.

5 Negara Mayoritas Islam yang Hancur Karena Campur Tangan Redaksi AS

1. Afghanistan

Selama Perang Dingin, baik redaksi AS maupun Uni Soviet berusaha mendapatkan pijakan di Afghanistan, pertama melalui investasi infrastruktur dan kemudian intervensi militer.

Redaksi AS sudah mulai menjalin hubungan dengan Afghanistan sejak tahun 1950-an, di mana negara tersebut sedang menjalani serangkaian proyek modernisasi, dan berupaya untuk benar-benar membangun negara-bangsa modern di bawah pimpinan Raja Zahir Shah, dan kemudian diikuti sepupunya Presiden Mohammad Daoud Khan.

Ada banyak uang yang mengalir dari redaksi AS maupun Soviet ke Afghanistan, dan itu benar-benar menjadi landasan bagi apa yang akhirnya menjadi hubungan militer yang lebih formal dengan dua negara tersebut.

Namun perlahan redaksi AS justru mulai menyalurkan uang secara perlahan kepada beberapa kelompok perlawanan setelah Daoud Khan secara resmi digulingkan dan mulai mendirikan pemerintahan Marxis-Leninis.

Dari sinilah kesalahan redaksi AS mulai terlihat, di mana mereka justru bersekutu dengan elemen-elemen yang lebih reaksioner yang berujung pada semakin meluasnya konflik di negara tersebut.

Hingga setelah Perang Dingin, Taliban berhasil berkuasa di Afghanistan diikuti dengan redaksi AS dan Uni Soviet yang meninggalkan negara tersebut.

Fitri Rafifah

Seorang Jurnalis yang rutin meliput dunia kecantikan, lifestyle, dan keseharian. Ia suka mencoba skincare, menonton ulasan produk, dan memotret detail kecil. Hobinya membantu meningkatkan sensitivitasnya pada tren. Motto: “Kecantikan adalah cerita yang terus berubah.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?