Jakartatalks.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang akan segera turun dari jabatannya mengklaim bahwa dirinya turut berjasa atas jatuhnya Damaskus ke tangan koalisi kelompok bersenjata, termasuk pejuang dari Hayat Tahrir-al-Sham (HTS). Menurut Washington, keberhasilan ini merupakan hasil dari upaya melemahkan para pendukung mantan Presiden Suriah Bashar Assad.
Benarkah Presiden Joe Biden berjasa dalam penggulingan Bashar Al Assad? Ada beberapa fakta yang perlu diketahui.
1. Memuji Serangan Pemberontak
Dalam pidato video dari Gedung Putih pada hari Minggu, Biden menyebut hasil dari serangan kilat militan antipemerintah dalam dua minggu terakhir sebagai “tindakan keadilan mendasar” dan “momen kesempatan bersejarah bagi warga Suriah yang telah lama menderita.” Ia juga mengatakan bahwa Iran, Hizbullah, dan Rusia, yang merupakan pendukung utama Assad, saat ini jauh lebih lemah dibandingkan saat dirinya menjabat.
2. AS Klaim Telah Mendorong Penggulingan Assad sejak 2011
Sejak 2011, Washington telah mendorong penggulingan Assad, dan perang saudara yang menghancurkan tersebut semakin parah ketika kelompok teroris Negara Islam (IS) muncul sebagai ancaman regional. Salah satu kelompok yang mengambil alih Damaskus pada hari Minggu adalah HTS, yang sebelumnya dikenal sebagai Jabhat al-Nusra, afiliasi Al-Qaeda Suriah.
3. AS Sudah Jatuhkan Sanksi ke Assad
Biden juga menyoroti bahwa AS telah memberlakukan sanksi terhadap Suriah, serta kehadiran militer AS di negara tersebut dan dukungannya terhadap milisi Kurdi di timur laut. AS juga telah mendukung Israel dalam kampanye militernya di Gaza dan Lebanon serta konfrontasi langsungnya dengan Iran. Menurut Biden, pendekatan ini telah mengubah keseimbangan kekuatan di Timur Tengah.
4. Terus Memantau Perkembangan HTS Memimpin Suriah
Presiden AS mengklaim bahwa Washington telah memantau perkembangan HTS yang kini memimpin Suriah dengan jernih. Ia juga menekankan bahwa AS akan menilai bukan hanya kata-kata, tetapi juga tindakan dari kelompok ini. Penasihat keamanan nasional Biden, Jake Sullivan, juga menekankan bahwa AS memiliki catatan buruk terhadap terorisme dan pelanggaran hak asasi manusia dari HTS.
Dengan berbagai fakta yang ada, dapat dikatakan bahwa AS memang telah berperan dalam penggulingan Bashar Al Assad. Namun, apakah hal ini sepenuhnya berkat upaya Biden atau ada faktor lain yang turut mempengaruhi, hal ini masih perlu dipertanyakan. Yang pasti, AS akan terus memantau perkembangan HTS yang kini memimpin Suriah.






