JAKARTATALKS.COM – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menanggapi kasus yang menyeret pendakwah Gus Miftah yang menghina penjual es teh. Berita tersebut bahkan sampai dibahas oleh PM Malaysia saat acara bersama jajaran Kementerian Keuangan Malaysia.
Dalam acara tersebut, Anwar Ibrahim menyebutkan bahwa kesombongan bukan hanya terjadi di kalangan orang yang tidak tahu agama, seperti yang dilakukan oleh pendakwah yang menghina penjual teh. Anwar juga menegaskan bahwa hal tersebut adalah satu contoh pengalaman yang menunjukkan bahwa kesombongan dapat terjadi di mana saja, termasuk di kalangan yang beragama.
Sebagai informasi, Anwar Ibrahim adalah seorang politikus, reformis, dan penganut Islam moderat yang lahir pada 10 Agustus 1974 di Cherok Tok Kun, Penang, Malaysia. Ia sempat bersekolah di beberapa sekolah, termasuk di MCKK dan Universitas Malaya Kuala Lumpur, di mana ia memulai karir politiknya sebagai pemimpin mahasiswa Islam.
Pada tahun 1971, Anwar mendirikan Gerakan Pemuda Muslim Malaysia dan menjabat sebagai presidennya hingga tahun 1982. Ia juga sempat mengepalai berbagai kementerian dan menjadi wakil perdana menteri hingga tahun 1998. Dalam riwayat kariernya, Anwar juga pernah dipenjara di bawah Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri yang kini sudah tidak berlaku.
Anwar Ibrahim: PM Malaysia yang Menyuarakan Pendapat tentang Kasus Hinaan Gus Miftah






