Jakartatalks.com – OpenAI meluncurkan Sora, model AI yang memungkinkan pengguna untuk mengubah teks menjadi video. Fitur ini hanya tersedia untuk pelanggan ChatGPT di Amerika Serikat dan beberapa negara lain. Model yang diperbarui ini menambahkan fitur-fitur menarik, seperti membuat video dari teks, menganimasikan gambar, dan me-remix video.
Dengan langganan ChatGPT Plus, pengguna dapat membuat hingga 50 video prioritas (1.000 kredit) dengan resolusi hingga 720p dan durasi 5 detik. Sedangkan langganan ChatGPT Pro seharga USD200 per bulan, hadir dengan “generasi tak terbatas” dan kemampuan untuk membuat hingga 500 video prioritas sekaligus dengan resolusi 1080p dan durasi 20 detik.
OpenAI pertama kali memperkenalkan model AI teks-ke-video, Sora, pada bulan Februari. Dan hari ini, Marques Brownlee, alias MKBHD, mengonfirmasi peluncuran resmi Sora dengan pratinjau berdasarkan pengalamannya menguji fitur ini.
Selama siaran langsung, OpenAI memamerkan halaman penjelajahan baru Sora dengan umpan video yang dihasilkan oleh AI yang dibuat oleh anggota komunitas lainnya. Perusahaan tersebut juga menyoroti fitur “papan cerita” yang memungkinkan pengguna untuk membuat video berdasarkan serangkaian perintah, serta kemampuan untuk mengubah foto menjadi video. Selain itu, OpenAI juga menunjukkan alat “remix” yang memungkinkan pengguna untuk mengubah hasil Sora dengan perintah teks, serta cara “menggabungkan” dua adegan bersama-sama dengan bantuan AI.
Namun, sebelum mengunggah gambar atau video ke Sora, pengguna harus menyetujui perjanjian yang menyatakan bahwa konten yang diunggah tidak mengandung orang di bawah usia 18 tahun, konten yang eksplisit atau mengandung kekerasan, dan materi yang melanggar hak cipta.
Video yang dibuat dengan Sora akan memiliki tanda air yang terlihat dan metadata C2PA untuk menunjukkan bahwa video tersebut dibuat dengan bantuan AI. Fitur ini bertujuan untuk menghindari penyalahgunaan konten dan melindungi hak cipta.
Dengan adanya Sora, pengguna dapat lebih mudah dan cepat membuat video berdasarkan teks yang diinginkan. Namun, tetap diperlukan kesadaran dan tanggung jawab dalam menggunakan fitur ini agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Mari gunakan teknologi dengan bijak dan bertanggung jawab.






