Jakartatalks.com – Fungsi ginjal yang utama adalah menyaring limbah dalam tubuh. Namun, jika mengalami kerusakan baik secara struktural maupun fungsional, maka fungsinya akan menurun dan menyebabkan penyakit ginjal kronis. Penyakit ini ditandai dengan kondisi yang semakin memburuk meskipun sudah mengonsumsi obat. Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan gagal ginjal yang membutuhkan biaya pengobatan yang mahal.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa biaya pengobatan penyakit ginjal kronis menduduki peringkat kedua sebagai pembiayaan tertinggi di BPJS Kesehatan. Bahkan, biaya pengobatan di enam rumah sakit di Indonesia mencapai angka yang sangat besar. Prevalensi penyakit ginjal kronis juga terus meningkat di Indonesia dan di seluruh dunia. Bahkan, penyakit ini diprediksi akan menjadi penyebab kematian kelima di dunia pada tahun 2040.
Penyakit ginjal kronis juga termasuk dalam 10 besar penyakit dengan kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kematian yang mencapai ribuan jiwa setiap tahunnya. Selain itu, biaya pengobatan yang mahal juga terlihat dari studi di negara-negara Asia. Penyakit ini juga sangat berbahaya karena berhubungan dengan diabetes dan gagal jantung.
Sebuah studi menunjukkan bahwa sekitar 25% sampai 40% pasien gagal jantung juga mengalami diabetes, sedangkan 40% sampai 50% pasien gagal jantung juga mengalami penyakit ginjal kronis. Kombinasi ketiga penyakit ini dapat meningkatkan risiko rawat inap dan mortalitas, serta menjadi penyebab utama gagal ginjal secara global. Oleh karena itu, penanganan yang tepat sangat diperlukan untuk mencegah dampak yang lebih buruk dari penyakit ginjal kronis ini.






