Pembangunan Stadion Chandradimuka Kebumen: Dari Pengerukan Tanah Hingga Sistem Drainase
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen telah menyiapkan anggaran sebesar Rp4,2 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk tahap pertama pemeliharaan Stadion Chandradimuka. Dana tersebut akan digunakan untuk pengerukan tanah, penyiapan lahan lapangan, serta pengembangan sistem drainase. Proyek ini direncanakan rampung dalam waktu 55 hari dengan target selesai pada 23 Desember 2025.
Sementara itu, pengadaan dan penanaman rumput akan dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2026 menggunakan APBD murni. Dalam perencanaan ke depan, Stadion Chandradimuka akan dikonsep dengan sistem modern yang lebih baik dan memenuhi standar pertandingan olahraga.
Perbaikan Sistem Drainase dan Penyiraman Otomatis
Saluran drainase di bawah lapangan akan diperbarui dengan sistem pipa dan dilapisi pasir setebal 40 cm. Selain itu, akan dipasang sistem penyiraman rumput otomatis (sprinkler) di sekitar 30 titik. Hal ini bertujuan agar air dapat didistribusikan secara merata dan efisien sehingga kondisi lapangan tetap optimal.
Meski kontrak proyek belum ditandatangani, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan pesan kepada konsultan pengawas PT Harapan Jaya Lestarindo. Ia menegaskan bahwa pekerjaan harus dilakukan dengan baik dan berkualitas.
“Pokoknya dibuat yang baik, yang bagus ya, Pak,” ujarnya saat meninjau lokasi proyek.
Kepercayaan terhadap Standar yang Disarankan
Manajer PT Harapan Jaya Lestarindo, Marwoto, menyambut baik pesan tersebut. Ia menjamin bahwa jika pengerjaan mengikuti standar yang disarankan oleh pihaknya maka hasilnya akan maksimal. Contohnya adalah rumput Stadion GBK dan Jakarta International Stadium (JIS). Bahkan dari luar Jawa juga banyak stadion yang sudah dibuat oleh perusahaan ini.
“Kalau memang sesuai arahan dari kami, dari awal pengolahan lahannya sampai media tanamnya, insyaallah hasilnya bagus,” jelas Marwoto.
Namun yang tidak kalah penting, menurut Marwoto adalah perawatan setelah perbaikan selesai agar rumput stadion dapat bertahan lama.
Jenis Rumput yang Digunakan
Pihak Lestarindo juga mengonfirmasi bahwa rumput yang akan digunakan adalah jenis zoysia matrella yang merupakan rumput natural, bukan sintetis. Alasannya, rumput sintetis tidak bisa digunakan untuk acara resmi FIFA.
Jadwal Pengerjaan dan Target Akhir
Plt Kadisdikpora, Agus Sunaryo, menjelaskan bahwa tahap pertama (pengerukan dan penyediaan media tanam) diharapkan selesai pada akhir tahun 2025. Sementara tahap kedua (pengadaan rumput) diharapkan bisa cepat dimulai di tahun 2026.
“Untuk rumput, kita tidak mau dengan rumput yang kualitasnya tidak bagus karena nanti kita percuma membangun dengan anggaran yang besar tapi hasilnya tidak memuaskan,” jelas Agus.
Ia lantas menegaskan bahwa rehabilitasi ini diupayakan untuk mendapatkan kualitas stadion yang betul-betul standar untuk pertandingan atau liga. Dengan perkiraan jadwal tersebut, Stadion Chandradimuka baru dapat digunakan sekitar akhir tahun 2026.
Respons Positif dari KONI Kebumen
Lebih lanjut, Ketua KONI Kebumen Zubair Syamsu menyambut positif upaya ini. Ia berharap pelaksanaan proyek sesuai dengan regulasi dan harapannya Stadion Chandradimuka kelak menjadi stadion yang dibanggakan untuk Kabupaten Kebumen.
Pesan Bupati untuk Masa Depan Olahraga
Secara keseluruhan, Bupati Lilis Nuryani berpesan agar pembangunan ini berjalan sesuai rencana sehingga hasilnya maksimal dan memuaskan pecinta olahraga, pecinta sepak bola, serta masyarakat Kebumen.












