Yamaha Ajak Pelajar SMA Belajar Berkendara Aman dengan Program Y2C



Yamaha terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan berkendara yang aman. Hal ini dilakukan melalui berbagai program edukasi Safety Riding yang diselenggarakan oleh Yamaha Riding Academy (YRA). Tujuan utamanya adalah menciptakan budaya berkendara yang selamat dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.

Program ini tidak hanya ditujukan pada perusahaan swasta, tetapi juga sangat penting bagi institusi pendidikan, khususnya Sekolah Menengah Atas (SMA). Dalam rangkaian acara Yamaha Youth Community (Y2C) yang telah berlangsung sejak Oktober lalu, berbagai kota telah dikunjungi. Acara ini bukan hanya menjadi ajang untuk menemukan bakat siswa-siswi SMA, tetapi juga memiliki misi penting, yaitu memberikan edukasi berkendara yang baik agar para pelajar memiliki mindset keselamatan sejak dini.

“Selain rutin memberikan edukasi kepada berbagai instansi, kami juga terus mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk membangun kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara,” ujar Muhammad Arief, Trainer Yamaha Riding Academy, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.



Aktivitas Safety Riding Education mendapat respon positif dari para siswa SMA saat acara Y2C berlangsung. Banyak siswa yang fokus mendengarkan materi yang disampaikan oleh instruktur YRA. Materi yang diberikan mencakup hal-hal dasar hingga teknik-teknik penting saat berkendara.

Untuk membantu siswa memahami teori yang diberikan, instruktur juga melakukan simulasi langsung. Beberapa siswa kemudian mencoba praktik dengan menggunakan skutik Fazzio Hybrid, yang populer di kalangan Gen-Z. Berbagai materi dasar seperti prinsip safety mindset, mengenal rambu lalu lintas, penggunaan alat keselamatan, serta menjaga fokus dan jarak saat berkendara diajarkan secara lengkap.

Selain itu, ada beberapa teknik yang sering kali diabaikan oleh pengendara, seperti cara naik dan turun motor, penggunaan standar tengah, dan pentingnya melihat ke belakang sebelum berkendara. Semua hal ini diajarkan agar para peserta dapat berkendara dengan lebih aman dan sadar.

Fasilitas test ride menggunakan Fazzio Hybrid juga menjadi bagian penting dari acara Y2C. Siswa dan siswi diberi kesempatan untuk mencoba teknologi Blue Core Hybrid 125cc yang tersemat dalam skutik tersebut. Fasilitas ini juga membantu peserta menerapkan teori yang sudah diajarkan, seperti posisi berkendara yang benar, termasuk posisi tangan di handle, posisi duduk, dan posisi kaki yang ideal.

Di samping itu, para peserta juga menunjukkan kemampuan mereka dalam teknik dasar berkendara melalui rintangan yang dibuat dengan cone. Mereka mencoba menerapkan teknik pengereman, keseimbangan, dan berbelok yang sudah diajarkan selama sesi Safety Riding Education.

Salah satu peserta dari SMA Negeri 22 Bandung, Raffi (17 tahun), mengatakan bahwa ia mendapatkan banyak wawasan baru yang langsung ia terapkan selama sesi praktik. “Biasanya saya hanya asal jalan, tapi setelah ikut Safety Riding Education di acara Y2C, saya sadar bahwa hal-hal kecil seperti posisi duduk, pengereman efektif, atau melihat kondisi sekitar sangat penting saat berkendara. Saat praktik, saya mencoba teknik pengereman yang diajarkan instruktur, dan rasanya beda sekali karena motor lebih stabil dan saya jadi lebih percaya diri. Apalagi Fazzio Hybrid cukup ringan dan mudah dikendalikan meskipun rintangannya cukup menantang,” kata Raffi.

Aktivitas Safety Riding Education ini dilaksanakan secara berkala oleh Yamaha Indonesia. Sebelumnya, mereka telah bekerja sama dengan PT Bosch pada akhir bulan lalu (31/10–1/11) dan beberapa perusahaan lainnya seperti PT Busan Auto Finance (BAF), PT Garuda Food Indonesia, PT Sari Roti, PT Mayora Indah, serta perusahaan nasional maupun multinasional lainnya.

Adriatno Majid

Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?