
Kebakaran Hebat di Hong Kong, Korban Tewas Meningkat Menjadi 83 Orang
Kebakaran besar yang terjadi di beberapa gedung apartemen di Hong Kong mengakibatkan jumlah korban tewas meningkat menjadi 83 orang pada Jumat dini hari. Tragedi ini disebut sebagai kebakaran paling mematikan dalam hampir delapan dekade terakhir. Dari total korban, satu di antaranya adalah petugas pemadam kebakaran berusia 37 tahun, sementara dua lainnya merupakan pekerja migran asal Indonesia.
Korban Terus Bertambah dan Ratusan Warga Belum Ditemukan
Pemimpin Hong Kong menyatakan bahwa jumlah korban tewas masih berpotensi meningkat karena hingga Kamis malam, terdapat 279 orang yang belum ditemukan. Petugas penyelamat masih terus melakukan pencarian di area gedung, termasuk bagian struktur yang ambruk dan koridor yang dipenuhi puing-puing terbakar. Proses pencarian ini memerlukan waktu yang cukup lama. Beberapa keluarga korban yang tinggal di kawasan Tai Po juga mengaku belum memperoleh kepastian mengenai anggota keluarga mereka yang dinyatakan hilang.
Api Menjalar Cepat di Kompleks Wang Fuk Court yang Berisi Delapan Blok
Kebakaran terjadi di kompleks Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, pada Rabu. Kompleks hunian yang terdiri dari delapan blok itu sebagian masih dalam tahap pembangunan. Api menjalar di tujuh blok sekaligus dan baru berhasil dipadamkan sepenuhnya lebih dari 24 jam setelah insiden berlangsung.
Tiga blok dapat dikendalikan lebih cepat berkat adanya sistem hidran internal, namun beberapa fasilitas proteksi kebakaran lain dilaporkan tidak berfungsi optimal. Petugas pemadam kebakaran menyebutkan bahwa jangkauan api yang agresif dipengaruhi oleh tiupan angin kuat yang mempercepat perambatan api dari satu blok ke blok lain.
Alarm Kebakaran Tak Berbunyi, Warga Saling Mengingatkan Bahaya
Sejumlah warga mengatakan alarm kebakaran tidak berbunyi saat api mulai menjalar. Banyak penghuni yang terbangun oleh bau asap dan suara teriakan tetangga, bukan dari sistem peringatan resmi. Mereka terpaksa mengetuk pintu unit lain untuk memperingatkan penghuni agar segera menyelamatkan diri.
Kondisi bangunan yang sedang dalam tahap pembangunan membuat beberapa jalur evakuasi tidak sepenuhnya terbuka. Hal ini menyebabkan sebagian warga terjebak pada lantai-lantai tinggi dan menghambat proses evakuasi yang cepat.
Jaring Konstruksi Diduga Jadi Penyebab Api Cepat Menyebar
Polisi menemukan bahwa seluruh bangunan ditutupi jaring konstruksi yang biasanya digunakan untuk menahan material jatuh dari perancah. Namun dalam kejadian ini, jaring tersebut justru mempercepat rambatan api. Jaring bangunan semestinya terbuat dari material yang tidak mudah terbakar, dan kontraktor diwajibkan memiliki sertifikat kelayakan material. Dugaan sementara muncul karena bahan jaring yang digunakan terlihat mudah terbakar dalam cuplikan video yang banyak beredar.
Penyelidikan Perancah Bambu dan Jaring Plastik Mulai Dilakukan
Sebagai bagian dari penyelidikan awal, polisi juga menyoroti penggunaan perancah bambu dan jaring plastik yang melilit bangunan. Perancah bambu masih umum digunakan di Hong Kong karena dianggap kuat dan fleksibel, namun penggunaannya menuntut standar keamanan ketat. Dalam kondisi tertentu, bambu kering dapat mempercepat rambatan api. Karena itu, tim investigasi mengumpulkan sampel bahan bangunan dan jaring untuk diuji laboratorium guna memastikan apakah material tersebut sesuai standar keselamatan kebakaran.
Pemerintah Bentuk Tim Khusus Tinjau Standar Keamanan Konstruksi
Tragedi ini mendorong pemerintah setempat membentuk tim independen untuk mengevaluasi ulang standar keamanan bangunan bertingkat, terutama yang masih dalam proses pembangunan. Evaluasi meliputi pemeriksaan kualitas jaring konstruksi, kelayakan material perancah, hingga efektivitas sistem alarm dan jalur evakuasi. Otoritas juga mulai memeriksa proyek apartemen lain di wilayah Hong Kong untuk memastikan tidak ada pelanggaran prosedur keselamatan.
Evakuasi Sulit, Banyak Warga Terjebak di Lantai Atas
Tim penyelamat mengungkapkan bahwa proses evakuasi berjalan rumit karena salah satu tangga darurat tertutup material renovasi. Banyak warga terjebak di lantai tinggi dan hanya bisa menunggu penyelamatan dengan alat khusus. Tim pemadam kebakaran menyebut beberapa penghuni ditemukan dalam keadaan pingsan karena menghirup asap pekat, bukan karena tersulut api langsung.
Kesaksian warga selamat menyebutkan bahwa asap masuk sangat cepat ke dalam unit-unit, terutama yang berada di sisi bangunan yang tertutup jaring. Asap tebal membuat visibilitas turun drastis dan menyulitkan warga menemukan jalur keluar.
Para Ahli Sebut Tragedi Ini Titik Evaluasi Besar Untuk Keamanan Kota Bertingkat
Pakar keselamatan kebakaran menilai insiden ini adalah peringatan keras bagi kota-kota besar dengan gedung bertingkat tinggi. Mereka menilai perlindungan kebakaran pada bangunan yang masih tahap pembangunan sering kali tidak seketat gedung yang sudah ditempati. Rekomendasi awal meliputi peningkatan inspeksi rutin, pemasangan sistem alarm sementara pada proyek konstruksi, serta pembatasan penggunaan material mudah terbakar pada perancah dan penutup bangunan.










