Pembagian 100 Becak Listrik untuk Tukang Becak Lansia di Kota Pasuruan
Di halaman rumah dinas wali kota Pasuruan, Jalan Panglima Sudirman, Purworejo, Kota Pasuruan, sebanyak 100 becak listrik terparkir rapi pada hari Kamis (11/12/2025) petang. Para tukang becak lansia yang hadir tampak sabar menunggu pembagian bantuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Mereka berharap becak listrik ini dapat menghemat tenaga mereka saat usia semakin senja dan kekuatan fisik mulai berkurang.
Arba’i, seorang kakek berusia 101 tahun, menjadi perhatian banyak orang saat pembagian becak listrik berlangsung. Ia tinggal di Kelurahan Gadingrejo, Kecamatan Gadingrejo, dan telah menjalani profesi sebagai tukang becak selama lebih dari 30 tahun. Duduk di barisan paling depan, suaranya masih lantang meski agak serak, namun semangatnya tetap tinggi.
“Terima kasih pak Prabowo, semoga selalu sehat dan Indonesia tambah maju,” ucap Arba’i saat bersalaman dengan Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Nanik S. Deyang dan Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo.
Setelah menerima becak listrik, Arba’i langsung duduk di kursi penumpang. Sesekali ia menggoyangkan badannya seolah sedang mengukur suspensi becak buatan PT Pindad.
“Spon dudukan empuk, di bawah ini juga ada batrei dan ada saklar kelistrikannya,” ujarnya sambil tersenyum.
Kakek dengan 13 cucu ini mengaku tidak pernah menyangka akan mendapatkan becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo. Setiap harinya, ia selalu mengayuh becak dari rumahnya menuju tempat mangkal di persimpangan Kumala, Jalan Ahmad Yani. Ia berharap dengan becak baru ini, ia tidak perlu mengeluarkan banyak keringat lagi karena usianya sudah senja.
“Ya semoga dengan becak baru ini, ada penumpang yang tertarik tanpa harus meragukan tenaga saya,” katanya sambil tersenyum.
Pada usianya yang sudah satu abad, Arba’i mengaku tetap ingin menyibukkan diri sebagai tukang becak selama masih kuat. Ia tidak ingin merepotkan anak-anak atau cucunya meskipun sudah pernah dilarang.
“Berapapun hasil dari mengayuh becak selama ini, bisa mencukupi kebutuhan saya. Kuncinya sabar, ikhlas dan semangat,” tuturnya sembari tersenyum.
Selain Arba’i, tukang becak lainnya, Sujono (71), asal Kelurahan Tapaan, Kecamatan Bugul Kidul, juga sangat bahagia dan bersyukur mendapat becak listrik. Beca lamanya sudah usang dan ia merasa bahwa becak listrik ini sangat tepat untuk digunakan.
“Sangat tepat, karena becak saya sudah waktunya direparasi. Sekarang dapat sumbangan becak listrik baru dari. Cocok,” ujarnya sambil tersenyum bahagia.
Sujono mengatakan bahwa pekerjaan sebagai tukang becak sudah dijalani sekitar 25 tahun. Sebelum ramainya ojek online, pendapatan tukang becak memang lumayan besar. Namun dalam 7 tahun terakhir ini pendapatannya pas-pasan, cukup untuk kebutuhan hidup saja. Ia berharap dengan bergantinya becak listrik, calon penumpang akan lebih tertarik.
“Saingan kami tukang becak ya ojek online atau mobil online. Saya berharap becak listrik ini juga dapat bersaing dengan ojek online,” harapnya.
Wakil Ketua GSN, Nanik S. Deyang, menjelaskan bahwa ide pembuatan becak listrik muncul setelah Presiden Prabowo melihat nasib tukang becak, khususnya para lansia yang harus mengayuh dengan segenap tenaga.
“Setelah melihat tukang becak yang sudah tua, Pak Prabowo memikirkan bagaimana meringankan beban pembecak yang sudah tua. Maka lahir becak listrik ini,” katanya.
Nanik berpesan agar para tukang becak memahami cara mengoperasikan becak listrik secara detail agar tetap awet dan bermanfaat. Ia pun berharap agar Pemerintah Kota Pasuruan turut mendukung tukang becak listrik dengan membuat regulasi yang tepat dan bijaksana.
“Saya berharap agar pejabat Pemerintah Kota Pasuruan juga turut memperhatikan tukang becak ini. Termasuk tidak ada larangan ketat pada lokasi yang ramai penumpang,” pesannya.
Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, mengaku saat ini belum memiliki regulasi atau dasar hukum yang jelas terkait operasional becak listrik. Karena saat ini keberadaan becak motor (bentor) tidak diperbolehkan beroperasi di Pasuruan.
Pihaknya berharap pembagian becak listrik ini tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
“Kami juga harus merumuskannya dengan asas keadilan. Karena dasar hukum becak listrik belum ada di Kota Pasuruan dan belum seragam di Indonesia. Sedangkan bentor (becak motor) dilarang beroperasi di Kota Pasuruan,” terang Adi.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”












