Misteri 20 Tusukan: Siswi SD Diduga Bunuh Ibu, Diperkuat Isu Perselingkuhan Suami

Kasus Kematian Faizah Soraya: Misteri di Balik 20 Tusukan

Kasus kematian tragis Faizah Soraya (42) di Medan, yang diduga dilakukan oleh putrinya sendiri, seorang siswi kelas VI SD berinisial SAS (12), kini semakin diselimuti misteri dan kecurigaan. Peristiwa ini memicu pertanyaan besar mengenai motif dan alibi pelaku, serta apakah korban benar-benar dibunuh oleh anaknya sendiri.

Keraguan Praktisi Hukum

Keraguan muncul setelah korban ditemukan dengan 20 luka tusukan, yang menurut praktisi hukum diragukan dapat dilakukan oleh anak seumur itu dengan kekuatan layaknya orang dewasa. Hal ini memunculkan pertanyaan mendasar tentang kemampuan fisik seorang anak untuk melakukan serangan sebanyak itu dengan kekuatan layaknya orang dewasa.

Praktisi hukum dan Ketua Peradi Kota Medan, Dwi Ngai Sinaga, menyampaikan pandangannya atas kasus tersebut. Ia menekankan agar penyidikan kasus ini dilakukan dengan ekstrak kehati-hatian dan ketelitian yang tinggi. Lebih lanjut, Dwi meminta agar Tim Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Medan yang menangani kasus ini, harus melibatkan secara penuh polisi wanita (Polwan) dan didampingi oleh tim psikolog.

“Kita turut prihatin atas peristiwa ini. Kita minta agar dalam proses pemeriksaan hanya ditangani oleh Polwan dengan didampingi tim psikolog,” ucap Dwi saat ditemui. “Kasus ini harus ditangani secara jeli, teliti, dan ekstra hati-hati karena masih rawan dan dapat mengguncang jiwa si anak.”

Dwi juga menyoroti fakta korban dilaporkan menerima 20 luka tusukan. Hal ini memunculkan pertanyaan mendasar tentang kemampuan fisik seorang anak untuk melakukan serangan sebanyak itu dengan kekuatan layaknya orang dewasa. “Kami sangat meragukan bagaimana kemampuan seorang anak bisa melakukan hal ini dengan kekuatan tenaga orang dewasa. Maka, diperlukan ketelitian dan kejelian tim penyidik,” tegasnya.

Beredarnya Cerita Mengenai Suami Selingkuh

Sementara itu, di media sosial, seorang yang mengaku dari keluarga korban membuat klarifikasi di kolom komentar Instagram. Keluarga meragukan SAS membunuh ibu kandungnya dan sambil menyebut suami korban sebetulnya selingkuh dan minta cerai sebelum kejadian. Hal tersebut membuat keluarga menaruh kecurigaan terhadap suami korban yang mengatur pembunuhan.

Berikut isi klarifikasi yang beredar melalui akun @pakdebrewok2122 di kolom komentar Instagram @lambe_turah:

Izin klarifikasi karena ini keluarga saya,
Kejadian subuh pagi, diduga si adek bunuh mamanya. Kami sekeluarga gak percaya karna alasan yang gak masuk logika bahwa adeknya dendam karna kakaknya di marahin mama nya.
Dan yang buat kami gak percaya adalah sebelum kejadian si jantan ini selingkuh dan udah minta cerai tapi si istri gak mau dan udah pisah ranjang dan ntah kenapa bisa balik lagi ke rumah itu.
Dan semua adalah alibi si ayah nya bilang adeknya di kamar megang pisau bunuh mama nya dan dia katanya tidur di atas jadi gak dengar katanya tolong pak polisi selidiki ini jantan dan sekarang si jantan ini bisa keluar kemana2
logika ini adek masih kelas 6 SD bukan SMP ya kawan2 dan luka tusuk ada 20 tusukan logika aja gak teriak mamaknya klok gak di bekap.
Mulai keluarnya pengakuan dari keluarga makin tuai kecurigaan dibalik pembunuhan anak habisi ibunya.

Terkait cerita yang beredar tersebut, belum ada konfirmasi atau informasi valid apakah pernyataan itu benar-benar ditulis oleh keluarga korban. Sejauh ini polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

Pemeriksaan Terhadap Pelaku

Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, mengonfirmasi pelaku telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif. “Pelaku sudah dibawa ke Polrestabes Medan, hingga kini masih proses pendalaman dan pemeriksaan dengan pendampingan,” ucapnya.

Bayu menjelaskan, proses pemeriksaan terhadap SAS dilakukan dengan hati-hati mengingat usianya yang masih di bawah umur. “Masih kita periksa, karena masih kecil dan trauma, dan harus ada pendamping nih,” kata AKBP Bayu saat dikonfirmasi.

Sementara itu, motif di balik perbuatan keji tersebut masih menjadi fokus penyelidikan. Saat ini polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk jumlah dan luka tusukan pada korban. “Untuk tusukan terhadap korban kita masih mendalami. Masih di dalami,” lanjutnya.

Fakta-Fakta Lain yang Menarik Perhatian

Dari pernyataan warga, mereka menduga kuat motif pembunuhan berawal dari masalah rumah tangga. “Mungkin karena emaknya itu cerewet, jadi mungkin sakit hati. Padahal, sudah mau tamat sekolah (SD) pelaku ini. Dalam agama, keluarga mereka kuat,” kata warga yang tidak disebutkan namanya.

Terduga pelaku, kata warga memang memiliki postur tubuh besar dan tinggi. Meski masih duduk di bangku SD, kata warga tinggi badannya sama dengan sang ibu. Warga mengaku terkejut, sebab SAS dikenal sebagai anak yang baik, pendiam, ramah, dan juga berprestasi di sekolahnya.

“Kami tidak menyangka anaknya bisa melakukan itu. Ia adalah anak yang paling ramah, baik saat bertemu dengan orang. Tak hanya itu, ia juga berprestasi dalam mengikuti lomba di sekolahnya,” ujar warga tersebut.

Warga juga mengungkapkan keluarga korban termasuk tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Korban hampir tidak pernah bergaul dengan tetangga dan sangat jarang keluar rumah. “Mereka itu orangnya tertutup, jadi satu keluarga itu jarang keluar rumah. Hanya saja, ketika berpapasan barulah mereka menegur kami. Korban memang tidak pernah bergaul dengan tetangga dan tidak pernah keluar,” lanjutnya.

Jarangnya interaksi ini membuat warga tidak mengetahui masalah internal di dalam rumah tangga tersebut, hingga akhirnya warga dikejutkan dengan adanya pembunuhan di dalam rumah.


Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?