5 Fakta Menarik Ahmed, Pahlawan Australia yang Tahan Penembak Bondi

Pahlawan yang Melucuti Senjata Penembak di Pantai Bondi

Seorang warga negara Australia keturunan Suriah, Ahmed Al Ahmed, menjadi pahlawan setelah berhasil melucuti senjata salah satu penembak di Pantai Bondi. Aksi heroiknya terekam kamera dan menunjukkan keberanian luar biasa dalam situasi yang sangat berbahaya.

Ahmed Al Ahmed adalah pemilik toko buah berusia 43 tahun. Pada hari Selasa, 16 Desember 2025, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyampaikan apresiasi atas tindakan Ahmed. Menurut Albanese, Ahmed merebut senjata dari pelaku dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri dan menderita luka serius. Saat ini, Ahmed sedang menjalani operasi di rumah sakit.

Penembakan terjadi saat acara perayaan Hanukkah Yahudi di Pantai Bondi, Sydney. Dua pria melepaskan tembakan yang menewaskan 15 orang dan melukai sedikitnya 42 orang. Sajid Akram, 50 tahun, dan anaknya Naveed Akram, 24 tahun, disebut sebagai pelaku. Sang ayah tewas ditembak polisi sementara Naveed Vikram dalam kondisi kritis. Pihak berwenang menyebut insiden ini sebagai serangan teroris anti-Semit.

Aksi Heroik Ahmed Al Ahmed

Dalam rekaman video dari lokasi penembakan, Ahmed Al Ahmed terlihat melucuti senjata salah satu penyerang. Dia membekuk penyerang dari belakang, memutar tubuhnya, dan melucuti senjatanya. Kemudian dia mengangkat pistol serta mengarahkannya ke penyerang yang telah jatuh ke tanah. Penyerang itu bangkit dan mundur, akhirnya meninggalkan lokasi kejadian.

Ahmed adalah warga negara Muslim Australia keturunan Suriah, berasal dari desa al-Nayrab, dekat Idlib di Suriah. Ia pindah ke Australia pada 2006. Saat penembakan terjadi, Ahmed sedang makan siang di daerah tersebut dan memutuskan untuk terlibat. Saudaranya, Huthaifa, mengatakan bahwa ia sangat bangga dengan tindakan saudaranya.

Luka Serius dan Kondisi Kesehatan

Kerabat Al-Ahmed, Asad, mengatakan kepada layanan berita televisi Australia 7News bahwa Al-Ahmed ditembak dua kali selama insiden tersebut. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit di mana ia dirawat karena luka tembaknya. Saudaranya mengatakan bahwa kondisinya membaik, tetapi belum pulih sepenuhnya.

Pada hari Selasa, Albanese mengatakan dalam konferensi pers bahwa ia bertemu dengan Ahmed pada hari yang sama. Albanese menambahkan bahwa orang tua al-Ahmad dan kerabat lainnya sedang mengunjunginya di Australia. PM Australia juga menyampaikan rasa terima kasih atas nyawa yang telah ia bantu selamatkan dan mendoakan yang terbaik untuk operasi yang akan ia jalani besok.

Reaksi Warga Australia

Albanese mengatakan tindakan kedua penyerang itu tidak sesuai dengan cara Australia berfungsi sebagai sebuah masyarakat. Ia membandingkannya dengan respons Ahmed. “Dalam kondisi terbaik sekalipun, yang kita lihat adalah warga Australia bersatu. Dan yang saya inginkan adalah agar warga Australia bersatu, agar hal ini memperkuat kebutuhan kita untuk mempromosikan persatuan nasional,” kata Albanese.

Perdana Menteri New South Wales, Chris Minns, mengunggah foto di Instagram bersama al-Ahmed di rumah sakit. “Ahmed adalah pahlawan sejati. Tadi malam, keberaniannya yang luar biasa tanpa diragukan lagi telah menyelamatkan banyak nyawa ketika ia melucuti senjata seorang teroris dengan risiko pribadi yang sangat besar,” ujar Minns.

Penggalangan Dana untuk Ahmed

Penggalangan dana untuk al-Ahmed di platform crowdfunding GoFundMe telah mengumpulkan lebih dari AU$ 218.000. Miliarder Amerika sekaligus manajer hedge fund, Bill Ackman, adalah donor terbesar sejauh ini. Ia menyumbang lebih dari AU$ 66.000 dan membagikan penggalangan dana tersebut di akun X miliknya.

GoFundMe memposting di X bahwa mereka bekerja langsung dengan penyelenggara untuk memastikan dana sampai dengan aman kepada Ahmed dan keluarganya. Semua dana tetap disimpan dengan aman oleh prosesor pembayaran kami selama verifikasi hingga transfer.

Dikenal di Seluruh Dunia

Nama Ahmed Al Ahmed menjadi pembicaraan di seluruh dunia. Brad Lander, Pengawas Keuangan Kota New York, menulis di media sosial: “Seorang Muslim, ayah dua anak berusia 43 tahun, dengan berani mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan tetangganya yang sedang merayakan Hanukkah.” Ia berdoa untuk kesembuhan Ahmed dan terinspirasi oleh teladannya.

Wali Kota terpilih New York City, Zohran Mamdani, juga menjadikan al-Ahmed sebagai contoh keberanian dalam melawan kebencian. “Di Pantai Bondi hari ini, ketika orang-orang bersenjata laras panjang menargetkan orang-orang yang tidak bersalah, seorang pria lain berlari ke arah suara tembakan dan melucuti senjata seorang penembak,” tulis Mamdani.

Presiden AS Donald Trump juga memberikan pujian atas aksi Ahmed. Meski tak menyebut nama dengan jelas, Trump mengatakan aksinya itu sangat berani. “Dan di Australia, Anda mungkin telah membaca, ada seorang yang sangat, sangat berani, yang pergi dan menyerang langsung salah satu pelaku penembakan dan menyelamatkan banyak nyawa,” kata Trump.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?