Pembaruan perolehan medali SEA Games 2025 hari ini sebelum penutupan

Perjalanan Atlet Indonesia dalam Pencarian Medali Emas di SEA Games 2025

Pertandingan di ajang SEA Games 2025 terus berlangsung dengan sengit, terutama dalam perebutan medali emas. Di kelas 79kg angkat besi, Rahmat Erwin Abdullah harus rela beralih kelas setelah tersisih dari rekan sejawatnya, Rizki Juniansyah, dalam seleksi nasional. Persaingan antara dua atlet ini sangat ketat, tetapi karena adanya aturan kuota satu atlet per kelas yang diterapkan di ajang multievent, Rahmat akhirnya dipaksa untuk berpindah kelas.

Rahmat dan Rizki memang dikenal sebagai pemecah rekor dalam cabang olahraga angkat besi. Namun, situasi ini menunjukkan bahwa persaingan di tingkat nasional cukup sengit, terlebih lagi dalam menghadapi kompetisi internasional seperti SEA Games. Tahun lalu, Rahmat gagal lolos ke Olimpiade Paris meskipun dijagokan untuk meraih emas karena digusur oleh Rizki di detik-detik akhir masa kualifikasi. Kini, ia mencoba untuk lebih tenang dan tidak terlalu terbebani dalam pertandingannya.

Di cabang olahraga lain, seperti triatlon, tim Indonesia berhasil mencatatkan hasil yang luar biasa. Di gelanggang akuatlon di pantai Laem Mae Phim, Rayong, Thailand, tim triatlon Indonesia mencetak sapu bersih dalam tiga perlombaan. Mereka memenangi event estafet beregu putra, beregu putri, dan beregu campuran. Salah satu tokoh utama dalam kemenangan ini adalah Rashif Amila Yaqin, yang sebelumnya telah memenangkan event akuatlon perorangan di Kamboja 2023.

Sementara itu, di cabang atletik, Emilia Nova berhasil menutup perjuangan tim Merah Putih dengan manis. Ia memenangi lomba heptatlon yang berlangsung selama dua hari. Lomba ini menggabungkan tujuh disiplin, termasuk lari halang rintang 100m, lompat tinggi, tolak peluru, lari 200m, lompat jauh, lempar lembing, dan lari 800 meter. Nova mencatatkan 5.497 poin, menjadi rekor nasional baru yang melampaui rekor lama miliknya sendiri.

Di cabang dayung, La Memo, olimpian sekaligus mantan Juara Asia, berhasil meraih emas setelah memenangi lomba satu pedayung putra. Ini menjadi emas kelima bagi dirinya di SEA Games. Tim dayung Indonesia juga sukses meraih emas dari kelas ringan empat pedayung putra melalui Ali Mardiansyah, Ihram, Rafiq, Wijdan Yasir, dan Ardi Isadi.

Di cabang angkat besi, lifter pencetak rekor, Rahmat Erwin Abdullah, berhasil meraih emas ketiga di kelas 88kg putra dengan total angkatan 362kg. Ini menjadi emas keempatnya di SEA Games. Kali ini, torehannya terasa berbeda karena ia bertanding di kelas berat. Sebelumnya, Rahmat bertanding di kelas 73kg, 77kg, 79kg, dan paling berat adalah 81kg di mana ia selalu berhasil memecahkan rekor dunianya.

Perolehan Medali dan Klasemen SEA Games 2025

Hingga Rabu, 17 Desember 2025, Indonesia masih berada di posisi kedua pada klasemen medali SEA Games 2025. Indonesia telah mengumpulkan 62 medali emas, 72 medali perak, dan 72 medali perunggu. Meskipun unggul atas Vietnam di posisi ketiga, persaingan masih sangat ketat.

Pada hari ketujuh sejak rangkaian pertandingan dimulai, kontingen Merah Putih berhasil meraih minimal 10 medali emas, 7 medali perak, dan 9 medali perunggu. Keran medali pun sudah terbuka sejak pagi hari, dengan beberapa cabang olahraga memberikan kontribusi besar.

Selain itu, ada beberapa atlet lain yang turut menyumbangkan medali emas. Misalnya, emas catur cepat beregu putri dari kuartet IM Medina Warda Aulia, IM Irine Kharisma Sukandar, WIM Chelsie Monica Ignesias Sihite, dan WIM Laysa Latifah. Fany Febriana Wulandari juga meraih emas di lomba menembak trap perorangan putri, sedangkan Riyan Jefri Hamomanangan Lumbanbatu dari kickboxing K-1 60kg putra.

Kemenangan Jefri terasa emosional setelah tim Indonesia merasakan keputusan-keputusan tidak adil dari juri. Sebelumnya, Indonesia kehilangan potensi emas dari kampiun Piala Dunia, Aprilia Eka Putri, yang kalah di semifinal setelah sejumlah poin yang masuk tidak dihitung. Peraih perunggu lainnya, Andi Mestara Jerni Maswara, juga sempat dilarang ke podium sebelum meminta maaf dan menghapus video protes tentang kontroversi juri di media sosialnya.

Jefri hampir kalah ketika tertinggal poin dari atlet Thailand, Jakkrit Koongtok, hingga laga final tersisa 10 detik. Dua tendangan sukses ke badan darinya akhirnya mengubah situasi. Dua dari 3 juri memberi dia keunggulan poin di akhir laga. “Ini buat almarhum ayah saya. Ayah ‘dipanggil’ saat saya persiapan SEA Games. Saya pulang ke kampung hanya untuk menguburkan ayah saya,” ucap atlet asal Sumatra Utara itu.

Tim kickboxing Indonesia sebenarnya mengincar tiga medali emas tetapi akhirnya hanya bisa meraih satu di SEA Games 2025. Meskipun begitu, kemenangan yang diraih dianggap sebagai prestasi yang sangat berarti.


Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?