Pemuda Penghina Sunda Ditangkap Polisi Jatim, Diperiksa di Bandung

Penangkapan Pelaku Ujaran Kebencian

Pihak kepolisian telah berhasil menangkap seseorang yang diduga melakukan ujaran kebencian, yaitu Muhammad Adimas Firdaus alias Resbob. Penangkapan tersebut dilakukan oleh aparat kepolisian di wilayah Jawa Timur dan selanjutnya dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan awal sebelum dipindahkan ke Bandung.

Kasus ini akan ditangani oleh penyidik Polda Jawa Barat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Hal ini dilakukan karena dugaan ujaran kebencian tersebut memicu keresahan dan reaksi luas dari masyarakat.

Proses Penanganan Kasus

Menurut Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, penangkapan Resbob dilakukan di wilayah Jawa Timur. Setelah itu, pelaku dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan awal. Setelah proses pemeriksaan selesai, Resbob akan dipindahkan ke Bandung untuk menjalani penyidikan lebih lanjut.

“Penanganan kasus ini dilakukan secara profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, mengingat dugaan ujaran kebencian tersebut telah menimbulkan keresahan dan reaksi luas di masyarakat,” kata Hendra.

Tanggapan dari Viking Persib Club

Ketua Umum Viking Persib Club (VPC), Tobias Ginanjar, mengimbau para pendukung Maung Bandung, terutama Viking, untuk menjadikan kasus ini sebagai pengingat bersama. Ia menekankan bahwa rivalitas antarpendukung tidak boleh melampaui batas dengan membawa isu suku, agama, dan ras.

Peristiwa ini, menurut Tobias, harus dijadikan pelajaran bersama, tidak hanya bagi pihak yang melakukan dugaan penghinaan, tetapi juga bagi pendukung Persib agar terhindar dari kesalahan serupa.

“Langkah hukum yang diambil ini aspirasi para anggota yang merasa tersinggung atas ujaran kebencian dari Resbob. Kami serahkan penanganan kasus ini sepenuhnya ke kepolisian,” katanya di Mapolda Jabar.

Pemeriksaan Saksi

Polda Jawa Barat telah mulai memeriksa saksi-saksi terkait kasus dugaan penyebaran konten bermuatan ujaran kebencian terhadap suku Sunda dan pendukung Persib oleh Resbob alias Adimas Firdaus. Salah satu saksi yang diperiksa adalah Ketua Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar.

“Hari ini saya hadir memenuhi panggilan dari Subdit Siber Polda Jabar sebagai saksi dalam rangka diminta ikut memberi keterangan untuk memperkuat laporan yang sudah dilakukan oleh saudara Ferdi mewakili Viking yang dilakukan hari Kamis kemarin, tanggal 11 Desember,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa pemeriksaan berlangsung kurang lebih satu jam setengah. Menurutnya, pertanyaan yang diajukan penyidik berhubungan dengan video viral Resbob.

Pengakuan dan Permintaan Maaf

Setelah videonya yang menghina suku Sunda dan Viking suporter pendukung Persib Bandung beredar luas di berbagai kanal media sosial (medsos), YouTuber Resbob akhirnya meminta maaf. Ucapan Resbob langsung viral karena menimbulkan banyak kecaman, hingga mendapat sorotan dari tokoh terkenal seperti Wakil Gubernur Jabar, Erwan Setiawan dan komedian ternama Sule.

Setelah videonya viral, Resbob membuat video klarifikasi. Dalam video tersebut, ia menyampaikan permohonan maaf terkait ucapan yang pernah diucapkannya saat streaming di Surabaya.

“. . . Yang saya hormati, saya cintai seluruh masyarakat Indonesia di mana pun berada, wabil khusus utama dan pertama sekali, yaitu keluarga besar, khususnya juga orang-orang Sunda di mana pun berada.”

Resbob mengaku mendapat banyak teguran akibat pernyataannya yang viral di media sosial hingga perlu memberikan klarifikasi. Ia menyatakan bahwa ucapan tersebut keluar dari mulutnya.

Klarifikasi dan Penjelasan

Resbob mengaku merasa aneh dengan ucapannya kalau sampai dilabeli menghina suku Sunda. Apalagi, ia sejak kecil dididik dan diasuh oleh ‘keluarga’ yang berasal dari suku Sunda. Sehingga, ia tidak mungkin benci dengan warga Sunda.

“Hal itu mustahil dan tidak masuk akal bagi saya mengucapkan itu, apalagi terkait dengan suku Sunda. Ketidakpercayaan ini didasari saya memang lahir dari rahim seorang ibu suku Padang, namun saya dididik sejak kecil umur dua tahun, dibesarkan dengan ibu sambung yang seorang berdarah Sunda, tepatnya orang Tasikmalaya.”

Dia pun memastikan, tidak pernah membenci warga Sunda. “Oleh karena itu saya sejak kecil hingga berumur 25 tahun saat ini belum pernah sedikit pun mempunyai masalah atau perselisihan dengan orang Sunda, dan tidak ada sedikit pun kebencian terhadap seluruh orang Sunda,” kata Resbob.

Reaksi Publik dan Tokoh

Sebelumnya, Resbob melontarkan ucapan kasar kepada suporter Viking dan menyebut suku Sunda dengan hinaan yang memicu kemarahan luas di media sosial. Insiden ini menimbulkan reaksi keras dari publik hingga pejabat daerah, yang menilai pernyataan tersebut dapat memicu konflik antar kelompok masyarakat.

Potongan siaran langsung yang beredar menunjukkan Resbob mengucapkan kalimat bernada makian kepada kelompok Viking, suporter Persib Bandung. Dalam video yang sama, ia juga terdengar melontarkan hinaan yang ditujukan kepada suku Sunda. Penyebaran rekaman itu mendorong ribuan respons negatif dari warganet yang menilai ucapan tersebut melewati batas kewajaran.

Salah satu tokoh publik yang bereaksi adalah komedian Sule. Melalui unggahan di Instagram, Sule membagikan ulang potongan video tersebut sebagai bentuk kekecewaan. Dalam keterangannya, ia menulis kalimat “Naon maksudna coba,” yang mempertanyakan motif Resbob menghina suku Sunda dan komunitas Viking.

Respons Sule kemudian mendapat dukungan luas dari pengguna media sosial yang merasa tersinggung oleh isi video tersebut.

Pernyataan Wakil Gubernur Jabar

Selain itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, turut memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini. Erwan menegaskan bahwa ucapan Resbob tidak hanya bersifat personal, tetapi juga masuk kategori ujaran Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA). Menurutnya, tindakan seperti itu berpotensi menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

Erwan meminta kepolisian bergerak cepat untuk memproses kasus tersebut. Ia menilai penegakan hukum diperlukan agar pelaku mendapatkan efek jera dan mencegah insiden serupa terjadi kembali. “Kami meminta aparat segera menindak sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya di Bandung.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?