Perjalanan Cinta yang Penuh Duka
Maria Victoria Henao memiliki kisah cinta yang sangat unik dan penuh duka. Meskipun hidupnya dihiasi oleh rasa sakit, dia tetap mencintai Pablo Escobar, seorang gembong narkoba terkaya dalam sejarah. Hubungan mereka berawal ketika Maria masih berusia 12 tahun, meskipun usia tersebut tidak membuatnya mengurangi kecintaannya pada pria yang lebih tua darinya.
Pertemuan Awal dan Pernikahan Muda
Ketika Maria berusia 15 tahun, dia menikah dengan Pablo Escobar. Meski keluarganya menentang, Maria tetap nekat untuk menikahi pria itu. Keputusan ini akhirnya membawa konsekuensi yang sangat berat baginya. Selama 17 tahun pernikahannya dengan Escobar, Maria harus melalui banyak pengalaman buruk, termasuk perselingkuhan suaminya dan kesulitan dalam menjalani kehidupan sebagai istri seorang gembong narkoba.
Pengalaman Buruk yang Menghancurkan
Dalam bukunya Mrs Escobar: My Life With Pablo, Maria menceritakan pengalaman buruk yang dialaminya. Ketika ia berusia 14 tahun, ia dan Pablo melakukan hubungan seksual pertama kali. Setelah tiga minggu, Maria merasa aneh dan dibawa ke sebuah rumah di pinggiran Medellin. Di sana, ia mengalami aborsi yang dilakukan tanpa pengetahuannya. Meski mengalami kekerasan seksual, Maria tetap mencintai Pablo dan memutuskan untuk menikahinya.
Kehidupan Bersama yang Penuh Tantangan
Setelah menikah, Maria hamil lagi dan melahirkan putra mereka, Juan Pablo. Beberapa tahun kemudian, mereka memiliki putri bernama Manuela. Namun, kehidupan pernikahan mereka tidak selalu menyenangkan. Pablo Escobar dikenal sering berselingkuh, yang sangat menyakitkan bagi Maria. Meski begitu, ia memilih untuk menutup mata dan tidak mengikuti langkah-langkah yang bisa membuktikan perselingkuhan suaminya.
Kehidupan Ganda dan Kesedihan
Pablo juga membangun apartemen yang disamarkan untuk bertemu dengan wanita-wanita simpanannya. Bahkan, perselingkuhan itu terjadi di depan mata Maria sendiri. Saat Pablo menjadi buronan setelah kabur dari penjara, Maria mengalami rasa takut yang luar biasa. Ia bahkan khawatir akan melihat laras senapan di dekat wajahnya.
Perpisahan yang Menyedihkan
Pada Agustus 1993, keluarga itu bersembunyi di sebuah rumah dekat Medellin. Maria mengaku terbangun terus-menerus sepanjang malam karena rasa takut. Akhirnya, Pablo memberi tahu bahwa mereka akan pindah ke rumah persembunyian di bawah perlindungan pemerintah. Meski sangat sedih, Maria memutuskan untuk meninggalkan Pablo demi keselamatan anak-anaknya.
Kehidupan Setelah Kematian Pablo
Hanya 75 hari kemudian, Pablo Escobar terbunuh dalam baku tembak di Medellin. Maria melarikan diri ke Argentina dan mengubah nama belakangnya menjadi Marroquin. Meski sudah lama berlalu, Maria masih merasakan kesedihan dan rasa malu atas rasa sakit yang disebabkan oleh suaminya. Ia juga merasa orang-orang melihatnya bukan sebagai perempuan, tetapi sebagai kelanjutan dari kejahatan suaminya.










