Daerah  

Daftar Fasilitas Pendidikan Terdampak Banjir di HSS Kalsel dengan Sisa Lumpur Peat

Dampak Banjir di Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Banjir yang terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) memiliki dampak yang cukup luas, baik terhadap fasilitas umum maupun rumah warga. Dampak banjir juga dirasakan oleh berbagai fasilitas pendidikan di wilayah tersebut. Berdasarkan laporan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) HSS, sebanyak 12 fasilitas pendidikan terdampak banjir kiriman dari Loksado pada tanggal 27 Desember 2025.

Kepala Disdikbud HSS, Ronaldy Prana Putra, menjelaskan bahwa meskipun ada dampak banjir, tidak ada kerusakan yang signifikan. “Kebanyakan yang terdampak adalah air menggenang dan menyisakan lumpur, sehingga dilakukan pembersihan,” ujarnya pada Senin (29/12/2925).

Ia menambahkan bahwa fasilitas pendidikan yang terdampak tersebar di beberapa wilayah, mulai dari Lumpangi, Kecamatan Loksado hingga Kandangan. Karena tidak ada kerusakan yang serius, kemungkinan besar kegiatan pembelajaran tidak akan terganggu. “Ini sudah aman semua,” jelasnya.

Berikut rincian fasilitas pendidikan yang terdampak:

  • SD Negeri 2 Kandangan Barat, seluruh ruangan dan halaman terdampak
  • SDN 4 Kandangan Kota seluruh ruangan kelas, perpustakaan, kantor dan halaman sekolah
  • SDN 1 Amawang Kiri hanya halaman
  • SDN 2 Jambu Hilir BalutiI seluruh ruangan di bawah dan lapangan
  • SDN 5 Kandangan Barat, seluruh ruangan dan halaman sekolah
  • SDN Amawang Kiri Muka hanya halaman
  • SDN 2 Jambu Hilir seluruh ruangan dan halaman sekolah
  • SD Negeri 3 Jambu Hilir yang dampak seluruh ruang kelas, kantor, mushalla, perpustakaan dan halaman
  • SDN 7 Kandangan Kota semua ruangan dan lingkungan sekolah
  • SD Negeri 3 Jambu Hilir Baluti seluruh ruangan dan halaman terdampak
  • SDN Lumpangi
  • SDN Kapuh Darat halaman masih terendam sedangkan ruangan sekolah aman

Selain fasilitas pendidikan, fasilitas publik juga terdampak banjir. Salah satunya adalah kantor Disdikbud HSS, yang telah dilakukan pembersihan dari sisa lumpur bekas banjir. Menurut Kasat PolPP dan Damkar HSS, Iwan Friady, setelah menerima laporan, petugas Damkar segera bertindak untuk membersihkan area terdampak.

Panduan Lengkap Saat Terjadi Banjir

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, banjir juga berpotensi membahayakan keselamatan, kesehatan, dan harta benda. Oleh karena itu, memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika banjir, baik sebelum, saat, maupun setelahnya, sangat penting dalam mitigasi bencana.

Persiapan Sebelum Banjir Terjadi

  • Kenali zona rawan banjir di lingkungan tempat tinggal.
  • Simpan dokumen penting dalam bentuk digital (softcopy).
  • Pelajari kebutuhan khusus setiap anggota keluarga, seperti lansia atau anak-anak.
  • Pertimbangkan untuk memiliki asuransi perlindungan aset.
  • Bagi peran dalam keluarga saat darurat banjir, dan pahami cara mematikan listrik dan kompor.
  • Catat dan sebarkan nomor darurat, termasuk 112.
  • Cek risiko listrik yang bisa timbul saat air mulai naik.
  • Pahami jalur evakuasi dan lokasi pengungsian terdekat.
  • Ikuti sistem peringatan dini dari pemerintah.
  • Tentukan tempat berkumpul jika keluarga terpisah saat evakuasi.
  • Rutin bersih-bersih lingkungan untuk mencegah saluran mampet.
  • Siapkan Tas Siaga Bencana.

Isi Tas Siaga Bencana

Tas ini sebaiknya sudah disiapkan jauh hari sebelum banjir datang, dan berisi:

  • Pakaian dan perlengkapan ibadah untuk 3 hari
  • Obat pribadi dan P3K
  • Dokumen penting dalam plastik
  • Selimut atau sarung
  • Makanan ringan tahan lama
  • Uang tunai
  • Powerbank & baterai
  • Masker & hand sanitizer
  • Air minum, senter, peluit darurat
  • Foto keluarga (untuk identifikasi jika terpisah)

Saat Banjir Datang: Tetap Tenang, Lakukan Ini

  • Dapatkan informasi dari sumber resmi.
  • Hindari saluran air, gorong-gorong, atau kubangan yang bisa menyeret.
  • Segera evakuasi ke lokasi aman sesuai jalur evakuasi.
  • Prioritaskan anak-anak, ibu hamil, lansia, penyandang disabilitas, dan orang sakit.
  • Jika berada di lokasi pengungsian:
  • Tetap jaga protokol kesehatan (masker, cuci tangan, jaga jarak).
  • Bersihkan area tidur dan bantu jaga ketertiban bersama.

Yang Tidak Boleh Dilakukan

  • Jangan berjalan di arus deras tanpa alat bantu.
  • Hindari mengemudi di wilayah tergenang.

Peran Aktif Masyarakat Saat Banjir

Mitigasi bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat juga punya peran penting:

  • Informasikan potensi banjir ke warga sekitar.
  • Ketahui lokasi pengungsian dan jalur evakuasi.
  • Data ulang pengungsi dan bantu distribusi logistik.
  • Laporkan kondisi darurat ke 112.
  • Bantu tim evakuasi dan bantu tetangga yang membutuhkan.

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Banjir?

Setelah air surut, bukan berarti bahaya sudah selesai. Justru, ancaman penyakit dan bahaya lainnya masih mengintai. Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan:

  • Periksa instalasi listrik – jangan nyalakan sebelum dipastikan aman.
  • Hindari kontak langsung dengan air banjir yang bisa mengandung kotoran dan bahan kimia.
  • Bersihkan rumah dan lingkungan dari lumpur, sampah, dan kotoran.
  • Cuci tangan dengan sabun jika kontak dengan air banjir.
  • Gunakan sepatu dan sarung tangan saat membersihkan sisa banjir.
  • Jangan biarkan anak-anak bermain di bekas genangan.
  • Gunakan antiseptik jika mengalami gatal atau iritasi.
  • Hindari konsumsi air sumur tanpa disterilisasi.
  • Tingkatkan imun tubuh dengan makanan bergizi dan istirahat cukup.
  • Jika sakit atau terluka, segera periksa ke fasilitas kesehatan.

Apa yang harus dilakukan ketika banjir? Jawabannya adalah persiapan, perlindungan, dan kewaspadaan. Dengan memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika banjir serta apa yang harus dilakukan setelah banjir, kita dapat menjaga keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Ingat, mitigasi banjir bukan hanya soal bertahan, tapi juga soal membangun kesadaran bersama untuk mengurangi risiko. Karena bencana banjir bisa datang kapan saja, tapi kesiapan adalah pilihan yang bisa kita ambil mulai dari sekarang.

Hafsha Kamilatunnisa

Hafsha Kamilatunnisa adalah seorang Jurnalis yang mengangkat kisah masyarakat, kegiatan sosial, dan gerakan komunitas. Ia aktif dalam kegiatan sukarelawan, hobi memotret aksi sosial, dan membaca kisah inspiratif. Motto: “Empati adalah kekuatan terbesar penulis.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?