Daerah  

Kecamatan, Desa, dan Wajib Pajak Taat PBB-P2 2025 Diberi Apresiasi Pemkab

PBB-P2: Pilar Utama Pendapatan Daerah Kabupaten Wonosobo

Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) menjadi salah satu pilar pendapatan daerah yang sangat vital dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Wonosobo. Dari sektor ini, pemerintah daerah mampu mendorong pembangunan infrastruktur, memperkuat layanan pendidikan dan kesehatan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan hal tersebut saat penyerahan apresiasi kepada kecamatan, desa/kelurahan, serta wajib pajak yang menunjukkan kinerja terbaik dalam pembayaran PBB-P2 Tahun Pajak 2025. Penyerahan apresiasi dilakukan di Pendopo Kabupaten pada Selasa, 30 Desember 2025.

“Semangat membangun daerah tercermin jelas dari capaian pajak kita yang terus membaik. Dari target penerimaan sebesar Rp29,25 miliar, realisasi hingga 29 Desember 2025 mencapai Rp29,84 miliar atau 102,01 persen. Ini berarti kita mencatat surplus sebesar Rp587,7 juta. Capaian ini patut kita syukuri bersama,” ujar Afif.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan Tahun Pajak 2024 yang realisasinya berada pada angka 99,92 persen. Bahkan, penerimaan piutang PBB-P2 tumbuh sangat positif, dari Rp544 juta pada tahun 2024 menjadi lebih dari Rp1,14 miliar atau 110,60 persen pada tahun 2025.

Selain itu, jelas Afif, keberhasilan ini tidak terlepas dari peran strategis desa dan kelurahan sebagai ujung tombak pemungutan PBB-P2. Pendekatan persuasif serta edukasi yang dilakukan aparatur kewilayahan dinilai berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memenuhi kewajiban pajaknya, termasuk melunasi tunggakan tahun-tahun sebelumnya.

“Masyarakat kini semakin memahami bahwa pajak yang mereka bayarkan adalah kontribusi nyata untuk mempercepat pembangunan di desa dan kelurahan masing-masing,” ungkapnya.

Meski demikian, Bupati mengingatkan agar seluruh pihak tidak cepat berpuas diri. Tantangan ke depan dinilai semakin kompleks, mulai dari kebutuhan pemutakhiran data wajib pajak yang lebih akurat, percepatan digitalisasi pembayaran, hingga upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat secara sukarela.

Ia mendorong adanya inovasi berkelanjutan dalam sistem penagihan dan pelayanan, termasuk optimalisasi kanal pembayaran digital serta pengembangan skema apresiasi, baik bagi petugas pemungut maupun wajib pajak yang patuh dan cepat membayar.

“Wilayah yang capaiannya belum maksimal jangan berkecil hati. Jadikan momentum ini sebagai sarana evaluasi dan pembelajaran dari praktik-praktik terbaik. Pemerintah Kabupaten berkomitmen memberikan pembinaan dan dukungan penuh untuk perbaikan kinerja ke depan,”tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati berharap semangat sinergi dan kolaborasi yang terbangun dalam pengelolaan PBB-P2 dapat diperluas ke seluruh aspek pelayanan publik lainnya. Dengan gotong royong sebagai fondasi bersama, ia optimistis kesejahteraan masyarakat Wonosobo dapat terus ditingkatkan.

Penghargaan untuk Kecamatan, Desa, dan Wajib Pajak Berkinerja Terbaik

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Wonosobo, Tri Antoro, menjelaskan bahwa pencapaian target PBB-P2 Tahun Pajak 2025 merupakan hasil kerja keras aparatur kecamatan, desa/kelurahan, serta dedikasi para petugas pemungut di lapangan.

“Pemerintah Kabupaten Wonosobo memandang kinerja optimal ini layak mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya sebagai upaya menjaga motivasi dan meningkatkan kolektibilitas PBB-P2 secara berkelanjutan,” jelasnya.

Penghargaan PBB-P2 Tahun Pajak 2025 diberikan kepada 5 kecamatan, 20 kelurahan, 138 desa, dan 5 wajib pajak. Antara lain, 10 Desa/Kelurahan Lunas Awal mendapatkan hadiah laptop, 20 Desa/Kelurahan dengan ketetapan di bawah Rp55 juta mendapatkan proyektor portable dan 89 Desa/Kelurahan dengan ketetapan di atas Rp55 juta mendapatkan proyektor portable.

Selain itu, juga diberikan kepada 39 Desa/Kelurahan dengan realisasi di atas Rp125 juta dengan mendapatkan proyektor portable, 5 Kecamatan lunas atau realisasi di atas Rp2 miliar mendapatkan hadiah laptop, 5 Wajib Pajak individu lunas awal mendapatkan smartphone Poco C71 (4/128 GB) yang ditentukan melalui undian berdasarkan NOP.

Tri Antoro juga melaporkan bahwa hingga 29 Desember 2025, realisasi PBB-P2 Kabupaten Wonosobo mencapai Rp29.837.769.789,00 atau 102,01 persen dari target Rp29,25 miliar. Tercatat sebanyak 2 kecamatan, yakni Kecamatan Kejajar dan Kecamatan Garung, serta 134 desa/kelurahan telah lunas 100 persen.

Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan ini didukung oleh APBD, sementara pemberian hadiah sebanyak 168 unit yang terdiri dari 15 laptop, 148 proyektor, dan 5 smartphone sepenuhnya merupakan dukungan dari Bank Jateng KC Wonosobo.

“Kehadiran Bank Jateng menjadi pesan kuat bahwa perbankan daerah peduli terhadap kinerja aparatur kewilayahan sekaligus mendukung optimalisasi penerimaan pajak daerah,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap capaian PBB-P2 dapat terus meningkat di tahun-tahun mendatang, seiring dengan penguatan tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?