Surat Mahasiswi Unima yang Ditemukan Tewas di Kos Jadi Petunjuk, Diduga Korban Pelecehan Dosen

Kasus Kematian Mahasiswi Unima di Tomohon Memicu Protes dan Desakan Penyelidikan

Kasus kematian Evia Maria Mangolo (21), seorang mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima), yang ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Tomohon pada 30 Desember 2025, telah menjadi perhatian publik. Kejadian ini masih dalam penyelidikan pihak berwajib, sementara keluarga dan komunitas akademik menuntut pengusutan tuntas serta evaluasi menyeluruh terhadap lingkungan pendidikan.

Evia, yang merupakan mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di depan pintu masuk sebuah indekost di Kelurahan Matani Satu, Tomohon Tengah, pada pukul 08.00 Wita. Penemuan awal dilakukan oleh salah satu penghuni kos, yang kemudian melaporkan ke pemilik indekost berinisial YR. Setelah memastikan kondisi korban, YR langsung melaporkan ke pihak kelurahan. Polsek Tomohon Tengah dan tim identifikasi Polres Tomohon kemudian melakukan olah TKP.

Jenazah Evia disemayamkan di rumah kerabatnya di Perumahan CBA Gold, Mapanget, Minahasa Utara. Rencana keluarga untuk membawa jenazah ke Ulu Siau, Kepulauan Sitaro, dibatalkan setelah ditemukan adanya lebam biru di tubuh korban. Atas temuan tersebut, keluarga memutuskan untuk melakukan otopsi di Rumah Sakit Kandou Manado.

Tanda Biru di Tubuh Korban

Ketsia, tante Evia, mengungkapkan bahwa korban memiliki beberapa luka lebam di bagian kaki, pinggang, dan paha atas. “Dari situ lantas diputuskan untuk dilakukan otopsi,” ujarnya. Otopsi ini diharapkan dapat memberikan jawaban lebih jelas tentang penyebab kematian korban.

Puluhan pelayat dari keluarga besar dan Ikatan Kekeluargaan Indonesia Sangihe Sitaro Talaud (IKISST) turut hadir di rumah duka. Evia dikenal sebagai sosok yang pendiam, rajin, dan pintar. Sebelum wafat, ia sempat mengunggah story menyentuh di media sosial, menulis kado untuk sang ibu, serta berbagi momen bersama adiknya.

Pelaku Diduga Terlibat Oknum Dosen

Kasus ini semakin memicu perhatian publik setelah muncul dugaan keterlibatan oknum dosen FIPP Unima berinisial DM. Surat tulisan tangan korban yang ditujukan kepada Dekan FIPP disebut berisi kronologi perlakuan tak menyenangkan yang dialami Evia. Publik pun ramai menyoroti rekam jejak DM, termasuk kesaksian alumni yang mengaku pernah diperlakukan tidak pantas.

Ketua DPC GMNI Minahasa, Rian Salu, menilai kasus ini sebagai kegagalan serius institusi. “Ketika kekerasan seksual dibiarkan dan sanksi dijatuhkan setengah hati, korbanlah yang menanggung dampak paling tragis,” tegasnya. GMNI mendesak agar kasus diusut tuntas, pelaku dijatuhi sanksi sesuai hukum, dan kampus melakukan evaluasi menyeluruh agar ruang pendidikan tetap aman.

Tragedi Evia Maria kini menjadi simbol desakan publik terhadap transparansi penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus.

Imbauan Terkait Pelecehan

Pelecehan seksual adalah kejahatan yang serius dan dapat terjadi di mana saja, kapan saja, dan kepada siapa saja. Korban sering kali mengalami trauma mendalam, merasa terisolasi, dan takut untuk bersuara. Namun, penting untuk diingat bahwa korban tidak sendirian.

Berikut langkah-langkah yang dapat Anda lakukan jika mengalami atau menyaksikan tindakan pelecehan seksual:

  • Kumpulkan bukti: Simpan bukti-bukti seperti pesan, foto, atau kesaksian saksi.
  • Laporkan segera: Hubungi pihak berwajib, seperti kepolisian atau lembaga perlindungan perempuan, untuk melaporkan kejadian tersebut.
  • Cari dukungan: Bicarakan dengan orang yang Anda percaya, seperti keluarga, teman, atau konselor.

Mengapa penting untuk melaporkan?

  • Melindungi diri sendiri: Melapor akan mencegah pelaku mengulangi tindakannya dan melindungi Anda dari potensi bahaya lebih lanjut.
  • Membantu korban lain: Laporan Anda dapat menjadi bukti untuk menindak pelaku dan mencegah terjadinya kasus serupa.
  • Membangun lingkungan yang aman: Dengan melaporkan, Anda turut serta dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan seksual.


Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?