Teror Bangkai Ayam dan Bom Molotov yang Menyasar Aktivis dan Selebgram
Beberapa waktu lalu, seorang aktivis Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, dan selebgram DJ Donny menerima teror berupa bangkai ayam yang dikirim ke rumah mereka. Selain itu, rumah DJ Donny juga diserang dengan bom molotov. Kejadian ini diduga berkaitan dengan konten kritik mereka terhadap program pemerintah.
Pengalaman Iqbal Damanik
Iqbal Damanik menemukan teror bangkai ayam tanpa pembungkus pada Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 05.30 WIB. Di bagian kaki ayam, terikat plastik berisi kertas bertuliskan pesan: “JAGALAH UCAPANMU APABILA ANDA INGIN MENJAGA KELUARGAMU, MULUTMU HARIMAUMU”. Ia mengaku sempat mendengar suara benda jatuh, namun baru menyadari kiriman tersebut saat pagi hari. Ia segera melakukan dokumentasi dan melaporkan kejadian ini melalui kanal resmi Greenpeace Indonesia.
Pengalaman DJ Donny
DJ Donny juga menjadi korban teror. Pada Senin (29/12/2025), istri Donny menemukan paket wadah plastik bening berisi bangkai ayam yang dipotong kepalanya. Tulisan ancaman dalam paket tersebut berbunyi, “Jaga mulutmu, terutama di medsos (media sosial). Jangan pecah belah bangsa, atau kamu akan jadi seperti ayam ini!” Selain itu, ada foto dirinya yang diduga diambil dari salah satu kontennya, dengan garis merah dan dua ujung diberi tanda silang (X) pada bagian lehernya.
Donny mengatakan bahwa pelaku terlihat seperti pengecut karena hanya melempar paket tersebut dengan asal lalu kabur. Setelah kejadian ini, ia hanya mengunggahnya di media sosial Instagram @dj_donny dan menambah kamera CCTV.
Serangan Kedua dengan Bom Molotov
Berselang satu hari lebih, teror kedua datang dan masih menyasar pekarangan rumah Donny. Dari kamera CCTV barunya, ia melihat adanya dua orang pria yang mondar-mandir di depan rumahnya pada Rabu (31/12/2025) pukul 03.00 WIB dini hari. Salah satu di antara mereka melempar bom molotov, lalu keduanya kabur. Bom yang mengeluarkan nyala api itu langsung padam ketika hujan mengguyur Bumi. Bom yang mendarat di atas mobil itu pada akhirnya tak menciptakan kerugian apapun.
Donny tidak terima dengan penyerangan tersebut. Menurut dia, penyerangan dengan ledakan itu berpotensi mengganggu kenyamanan dan keamanan masyarakat sekitar. Maka dari itu, Donny pun melapor ke Mapolda Metro Jaya. Laporan Donny teregistrasi pada nomor STTLP/B/ 9545 / XII /2025/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Kritik dari Ormas Termul
Alih-alih dapat dukungan, DJ Donny justru mendapat kritik keras dari Ketua Organisasi Masyarakat Ternak Mulyono (Ormas Termul), Firdaus Oiwobo. Firdaus Oiwobo menuding DJ Donny bersikap berlebihan dan meminta agar tidak seolah merasa dirinya seorang korban. Ia menyebut DJ Donny tidak memiliki pengaruh besar dan meminta agar tidak mendiskreditkan pihak tertentu, termasuk pemerintah.
Firdaus juga melontarkan bahasa yang kasar dan intimidatif. Ia menyebut DJ Donny tidak memiliki pengaruh besar dan meminta agar tidak mendiskreditkan pihak tertentu, termasuk pemerintah. “Lo boleh mengkritik, tapi jangan menghina orang. Ini nih akibatnya DJ Donny, lo rasain,” pungkasnya.
Penanganan oleh Pihak Berwajib
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan terkait laporan ini. “Iya benar sudah diterima laporannya soal dua teror itu,” kata Budi saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Rabu (31/12/2025).
Donny sendiri merupakan sosok yang kerap mengunggah konten kritik terhadap pemerintah melalui akun instagramnya @dj_donny. Mulai dari penanganan bencana, penangkapan aktivis, penegakan hukum, dan program-program pemerintah.












