Penunjukan John Herdman sebagai Pelatih Timnas Indonesia
Penunjukan John Herdman sebagai pelatih timnas Indonesia menjadi tanda kuat bahwa PSSI memiliki ambisi untuk membawa sepak bola Indonesia ke level yang lebih tinggi. Sosok asal Inggris ini dikenal memiliki pengalaman luas dalam melatih tim nasional, baik di level putri maupun putra, hingga mencapai Piala Dunia dan Olimpiade. Meski ada optimisme terhadap keputusan ini, seorang pengamat sepak bola nasional, Kesit B Handoyo, menegaskan bahwa rekam jejak sukses saja tidak cukup.
Kualitas Tak Perlu Diragukan Lagi
Menurut Kesit B Handoyo, kualitas John Herdman sejatinya tidak perlu diragukan jika melihat perjalanan karier lengkapnya. Keberhasilannya bersama timnas Kanada menjadi bukti nyata kemampuannya dalam membangun sebuah tim dari dasar. Ia berhasil membawa timnas putri Kanada masuk tiga besar Olimpiade dua kali beruntun (2012 dan 2016), serta meloloskan tim putra ke Piala Dunia 2022.
Kesit mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut menempatkan Herdman sebagai figur langka di dunia sepak bola. Namun, ia menekankan bahwa kesuksesan itu tidak muncul secara instan. Dibutuhkan waktu panjang untuk mencapai hasil seperti itu.
Pentingnya Proses dalam Pembangunan Tim
Di sinilah titik krusial yang harus dipahami oleh PSSI dan para pendukung timnas Indonesia. Ekspektasi yang tinggi dan euforia penunjukan pelatih berlabel Piala Dunia bisa berbenturan dengan realitas pembangunan tim. Pertanyaannya adalah, apakah PSSI dan masyarakat Indonesia siap menunggu proses seperti yang dilakukan Herdman bersama timnas Kanada?
Selain itu, Kesit menilai bahwa meskipun timnas Indonesia kini diperkuat banyak pemain diaspora, proses membangun tim yang solid tetap tidak bisa dipercepat secara drastis. Ia menegaskan bahwa diperlukan waktu yang tidak singkat untuk menjadikan timnas kita kuat dan tangguh serta mencapai target yang ditetapkan PSSI.
Harus Sabar dengan Program Terarah
Saat ini, persoalan mendasar sepak bola Indonesia bukan hanya pada kualitas individu pemain, melainkan pada kekuatan fondasi tim secara keseluruhan. Pondasi timnas belum cukup kuat untuk betul-betul bisa bersaing di level dunia. Oleh karena itu, dibutuhkan waktu dan kesabaran sambil menjalankan program yang terarah untuk timnas.
John Herdman juga akan menghadapi tantangan non-teknis, seperti adaptasi budaya. Meskipun banyak pemain Timnas Indonesia lahir dan besar di Eropa, Kesit menegaskan bahwa realitas mereka sebagai pemain Indonesia tetap tidak bisa diabaikan. Ia mengingatkan agar pelatih baru Timnas Indonesia itu tidak langsung menyamakan kondisi pemain Indonesia dengan pemain Eropa yang selama ini menjadi bagian dari pengalamannya.
Memahami Perbedaan Karakter
Pemahaman terhadap perbedaan karakter ini dinilai krusial agar tidak mengalami gegar budaya saat mulai bekerja di Indonesia. Kesit menegaskan bahwa hal ini penting agar Herdman tidak terkejut saat sudah berada di sini dan bertemu serta memulai latihan bersama timnas. Dengan demikian, proses pembangunan tim dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."












