Fakta Menarik tentang Selera Musik Irwan Mussry yang Diungkap oleh Maia Estianty
Setelah 7 tahun menikah, musisi ternama Maia Estianty akhirnya membongkar fakta menarik mengenai selera musik suaminya, Irwan Mussry. Fakta ini terkait dengan kecintaan Irwan Mussry terhadap genre musik dangdut Pantura, yang justru membuat banyak orang terkejut.
Maia dan Irwan Mussry menikah pada 29 Oktober 2018 di Jepang. Meski keduanya memiliki latar belakang yang berbeda, mereka tetap menjaga hubungan yang hangat dan penuh kasih. Ketika Irwan Mussry sedang berada di Indonesia, Maia Estianty sering menghabiskan waktu bersamanya di rumah sambil mendengarkan musik.
Namun, yang mengejutkan adalah bahwa Irwan Mussry ternyata sangat menyukai dangdut Pantura. Ini menjadi hal yang tidak terduga karena ia dikenal sebagai sosok yang kaya raya dan memiliki selera musik yang tinggi.
“Kalau di rumah aku sama mas Irwan suka nonton televisi. Kami suka nonton dangdut pantura,” kata Maia Estianty ketika ditemui di studio Emtek, Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu (10/1/2026) malam.
Menurut Maia, selera musik Irwan Mussry memang sangat merakyat. Ia mengaku bahwa tawa suaminya begitu lepas saat menonton pertunjukan dangdut Pantura. “Dia kalau nonton Pantura tuh ketawa-ketawa ngakak gitu. Kayaknya bule ya, tapi dia penggemar Pantura,” ujar Maia.
Meskipun Maia Estianty sangat mengenal dunia musik, ia mengakui bahwa dirinya tidak bisa menyanyikan lagu dangdut atau membuat karya dengan genre tersebut. “Musik dangdut itu tentunya membutuhkan teknik yang tidak biasa. Kalau nyanyi pop kan jelas A-I-U-E-O nya, kalau dangdut kan lebih kayak lewebek, lebih kayak keseret-seret,” jelasnya.
Sejarah Dangdut Koplo di Indonesia
Dangdut koplo kini menjadi salah satu genre musik yang sangat populer di Indonesia. Genre ini sering digunakan sebagai latar untuk berjoget dan bahkan banyak lagu hits yang diubah menjadi versi dangdut koplo dan semakin viral.
Dari fenomena ini, genre dangdut pun semakin mendapat tempat di hati masyarakat dari berbagai usia dan strata sosial. Namun, bagaimana sebenarnya sejarah dan perkembangan musik dangdut koplo di Indonesia?
Dikutip dari laman Gramedia Blog, musik dangdut berakar dari musik Melayu yang berkembang pada tahun 1950 hingga 1960-an. Pengaruh dari musik Hindustan (India Utara), Melayu, dan Arab turut memengaruhi perkembangan musik ini. Musik India menjadi unsur utama dalam bentuk tabuhan gendang, sedangkan suara cengkok penyanyi berasal dari musik Melayu.
Istilah “dangdut” sendiri berasal dari bunyi alat musik tabla yang sering menjadi alat pengiring. Bunyi “tak, tung, dang, dan dut” dari alat tersebut kemudian menjadi terminologi baru untuk menyebut Orkes Melayu yaitu dangdut.
Pada masa lalu, musik dangdut umumnya memiliki lirik lagu dengan tema percintaan. Penyanyi seperti Ellya Khadam mempopulerkan lagu-lagu dangdut seperti Boneka Dari India, Pergi Tanpa Pesan, Termenung, dan Djanji.
Sejak tahun 1970-an, muncul nama-nama besar seperti Rhoma Irama, A. Rafiq, Meggy Z, dan lainnya. Lagu-lagu mereka mulai terpengaruh oleh budaya barat. Rhoma Irama dan Elvy Sukaesih kemudian dinobatkan sebagai Raja dan Ratu Dangdut oleh masyarakat.
Kemunculan Genre Dangdut Koplo
Tidak lama setelah itu, kepopuleran musik dangdut sempat tergerus karena generasi muda mulai tertarik pada genre musik lain yang dianggap lebih kekinian. Namun, pada tahun 2000-an, dangdut memasuki fase baru dengan munculnya para musisi dari Jawa Timur yang mengembangkan jenis musik baru yang disebut dengan dangdut koplo.
Konon, istilah “koplo” berasal dari pengaruh pil koplo yang membuat penikmatnya merasa “fly”. Ada juga pendapat bahwa “koplo” berasal dari bahasa Jawa yang berarti dungu atau bodoh. Dangdut koplo dianggap mampu membuat pendengarnya mabuk karena mengajak mereka untuk melupakan kegilaan sosial.
Dari Jawa Timur, dangdut koplo mulai menyebar melalui radio, kaset, CD, dan penampilan panggung yang fenomenal. Genre ini kini menjadi tersendiri dan berbeda dari dangdut original karena irama gendang yang lebih cepat dan mengundang untuk berjoget meski liriknya mendayu-dayu.
Ciri khas dangdut koplo adalah permainan irama gendang 4/4 yang membuat musik terasa padat dan cepat. Celotehan usil di sela lagu seperti “Ya, e!.. Hae! hokya, Joss” juga menjadi ciri khas tersendiri.
Penyebaran dangdut koplo kini telah melambungkan nama-nama penyanyi baru seperti Via Vallen, Nella Kharisma, Happy Asmara, dan Denny Caknan.
Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”












