Proses Pengangkutan Logistik Bantuan Bencana di Siau, Sitaro
Proses pengangkutan logistik bantuan bencana kepada korban banjir bandang di Siau, Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara hingga hari ini masih berlangsung. Wilayah ini terkena dampak banjir yang cukup parah, sehingga memerlukan bantuan logistik yang cukup besar untuk kebutuhan para pengungsi.
Jarak antara Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara, ke Pulau Siau sekitar 156 kilometer. Untuk mendistribusikan bantuan, pihak terkait menggunakan beberapa jenis kapal, termasuk kapal milik Bakamla dan KPLP. Proses pendistribusian bantuan bencana melalui kapal telah dimulai sejak Senin, 5 Januari 2026 sore. Bantuan dibawa dari Manado ke Siau menggunakan KM Glory Mery dan tiba di Pelabuhan Ulu Siau pada Selasa, 6 Januari 2026 subuh sekitar pukul 03.00 Wita.
Kadis Kominfo Sitaro, Indra Purukan, menyebutkan bahwa kapal yang terlibat dalam pengangkutan bantuan bencana sejak hari pertama adalah Kapal Komersil (KM Glory Mery), kemudian kapal KPLP, kapal milik Bakamla, serta kapal feri milik Pelni seperti Kapal Lokombanua dan Lohoraung.
Daftar 49 Jenis Bantuan Logistik untuk Korban Banjir di Siau
Bantuan logistik untuk korban terdampak banjir bandang di Siau dipusatkan di kantor Kecamatan Siau Timur. Dari tempat tersebut, bantuan lalu disalurkan ke seluruh tempat pengungsian. Beberapa lokasi pengungsian antara lain:
- Museum Ulu Siau Kecamatan Siau Timur
- Gereja Advent Bahu Kecamatan Siau Timur
- Gereja GPKAI Peling Siau Barat
- Gereja Bethabara Paseng Siau Barat
- Gmist Bethel Peling Siau Barat
- Rumah-rumah warga tempat para pengungsi berada
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro, hingga Kamis, 8 Januari 2026 malam pukul 23.55 Wita, total ada 49 jenis barang bantuan yang tersedia di Posko Induk (Kantor Camat Siau Timur). Barang-barang tersebut terdiri dari pangan dan sandang.
Rincian Bantuan Logistik
Pangan:
* Beras: masuk 10.341 kg, keluar 1.180 kg, tersedia 9.161 kg
Minyak Goreng: masuk 1.028 liter, keluar 220 liter, tersedia 808 liter
Mie Instan Dus: masuk 354 dus, keluar 74 dus, tersedia 280 dus
Mie Instan Cup: masuk 44 dus, keluar 1 dus, tersedia 43 dus
Air Mineral Gelas: masuk 287 dus, keluar 70 dus, tersedia 217 dus
Air Mineral Botol: masuk 54 dus, keluar 5 dus, tersedia 49 dus
Gula Pasir: masuk 188 kg, keluar 2 kg, tersedia 186 kg
Ikan Kaleng: masuk 153 dus, keluar 8 dus, tersedia 145 dus
Biskuit Anak: masuk 204 paket, keluar 0 paket, tersedia 204 paket
Makanan Siap Saji: masuk 390 paket, keluar 20 paket, tersedia 370 paket
Lauk Pauk Siap Saji: masuk 80 paket, keluar 0 paket, tersedia 80 paket
Susu Bayi 6-12 Bulan: masuk 16 dus, keluar 0 dus, tersedia 16 dus
Susu Lansia: masuk 10 dus, keluar 0 dus, tersedia 10 dus
Susu Bubuk: masuk 111 dus, keluar 0 dus, tersedia 111 dus
Biskuit Dewasa: masuk 90 kaleng, keluar 3 kaleng, tersedia 87 kaleng
Telur: masuk 205 baki, keluar 30 baki, tersedia 175 baki
Teh Celup: masuk 97 dus, keluar 2 dus, tersedia 95 dus
Sayur Mentah: masuk 5 karung, keluar 0 karung, tersedia 5 karung
Kopi Bubuk: masuk 89 pak, keluar 0 pak, tersedia 89 pak
Sandang:
* Popok Bayi: masuk 55 dus, keluar 0 dus, tersedia 55 dus
Tikar: masuk 0 pcs, keluar 0 pcs, tersedia 0 pcs
Matras: masuk 475 pcs, keluar 163 pcs, tersedia 312 pcs
Selimut: masuk 500 pcs, keluar 83 pcs, tersedia 417 pcs
Terpal: masuk 66 lembar, keluar 33 lembar, tersedia 33 lembar
Pakaian Bekas: masuk 26 karung, keluar 0 karung, tersedia 26 karung
Perlengkapan Mandi: masuk 100 paket, keluar 7 paket, tersedia 93 paket
Tisu Basah: masuk 4 pak, keluar 0 pak, tersedia 4 pak
Tisu Kering: masuk 4 pak, keluar 0 pak, tersedia 4 pak
Handuk: masuk 208 lembar, keluar 0 lembar, tersedia 208 lembar
Sabun Cuci: masuk 8 dus, keluar 0 dus, tersedia 8 dus
Sabun Mandi: masuk 54 pcs, keluar 0 pcs, tersedia 54 pcs
Sampo: masuk 38 renceng, keluar 0 renceng, tersedia 38 renceng
Pasta Gigi: masuk 4 paket, keluar 0 paket, tersedia 4 paket
Pembalut Wanita: masuk 76 renceng, keluar 0 renceng, tersedia 76 renceng
Kebutuhan Pengungsi
Ismawati Tinahu (47) salah seorang pengungsi dari Peling, Siau Timur, mengatakan bahwa saat ini makanan sangat cukup bahkan lebih. Namun, ia menyebut bahwa kebutuhan yang belum terpenuhi adalah pakaian dan alat mandi. “Yang lain seperti kasur dll sudah ada,” ujar Ismawati saat ditemui di Museum Ulu Siau.
Ia juga berharap anaknya mendapat bantuan baju sekolah dan alat tulis menulis. “Soalnya waktu kejadian kita tidak sempat membawa apapun, hanya baju di badan dan seragam sekolah anak saya juga,” ujar dia.
Sementara itu, Erna Mangengke (68) yang mengungsi di Gereja Bethel Gmist Peling, Siau Barat, juga menyebut bahwa saat ini mereka sangat butuh pakaian dan peralatan mandi. “Makan tabuang-buang: makanan sangat banyak,” terang dia.
Data Korban dan Kerusakan
Diketahui total ada 693 orang yang terdampak banjir bandang di tujuh kelurahan desa di empat kecamatan. Sebanyak 206 unit bangunan dilaporkan rusak. Dari jumlah tersebut, 30 rumah dilaporkan hilang terbawa banjir. 52 rumah rusak berat, 29 rumah rusak sedang, dan 89 lainnya rusak ringan. Sementara kantor pemerintahan dilaporkan satu yang alami kerusakan yakni Markas Polres Sitaro. Selain itu kerusakan juga dialami satu unit bengkel, satu kios dan tiga bangunan sekolah.
Hingga berita ini diturunkan, total korban bencana banjir di Siau ada 37. 17 meninggal, 18 luka, 2 orang masih dinyatakan hilang. Sementara yang mengungsi ada 693 jiwa.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."












