Daerah  

Perumahan subsidi Bekasi terendam 1 meter meski dijanjikan bebas banjir

Warga Perumahan Arafah Village Terkejut dengan Banjir yang Mengancam

BEKASI – Sejumlah warga Perumahan Arafah Village, Desa Srijaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, mengaku terkejut setelah rumah yang baru mereka tempati beberapa bulan terakhir terendam banjir hingga setinggi satu meter pada Minggu (18/1/2026).

Pasalnya, kawasan perumahan bersubsidi ini sebelumnya dijanjikan bebas dari banjir. Unggahan akun Instagram @bekasi.terkini memperlihatkan sejumlah rumah di Perumahan Arafah Village terendam banjir cukup dalam.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Rabu (21/1/2026) pukul 18.30 WIB, banjir telah surut sepenuhnya. Arjit (29), warga RT 06 Perumahan Arafah Village, mengatakan dirinya baru sekitar lima bulan tinggal di perumahan tersebut. Informasi yang ia terima sebelum membeli rumah menyebutkan kawasan itu aman dari banjir.

“Kalau saya baru lima bulanan tinggal di perumahan ini. Bilangnya sih bebas banjir. Tapi kenyataannya bukan banjir lagi, tapi banjir sudah sepinggang,” ujar Arjit saat ditemui di lokasi, Rabu (21/1/2026).

Menurut Arjit, ketinggian air di dalam rumahnya hanya sebatas mata kaki. Namun, di halaman luar rumah, air mencapai lebih dari 50 sentimeter. Saat banjir terjadi, Arjit sedang bekerja sehingga hanya istrinya yang berada di rumah.

“Cuma istri saya yang di sini dan kebetulan istri saya sedang hamil tujuh bulan. Anak saya ada dua,” katanya. Ia bersyukur keluarganya dapat dievakuasi oleh warga sekitar. Kedua anaknya bahkan harus digendong saat mengungsi.

Arjit mengaku, sebelum memutuskan membeli rumah di Arafah Village, ia sempat mencari informasi melalui media sosial dan bertanya langsung kepada warga sekitar. “Saya nemu di Facebook, terus tanya ke warga sekitar, katanya enggak banjir,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Angga Saputra (28). Ia mengaku kecewa setelah perumahan yang baru dua bulan ditempatinya dilanda banjir. “Kalau tinggal baru di sini, baru dua bulanan. Dengan adanya banjir ini, sudah pasti kaget dan kecewa,” ujar Angga.

Angga menyebut ketinggian air di dalam rumahnya mencapai dua jengkal, sementara di jalan lingkungan air setinggi setengah pinggang. Bahkan, di beberapa titik, ketinggian air disebut mencapai satu meter.

Saat banjir, Angga sempat mengungsi ke blok perumahan yang lebih tinggi dan tidak terdampak. Ia mengaku khawatir jika banjir kembali terjadi ketika dirinya sedang bekerja, sementara istri dan anak-anak berada di rumah. “Yang dikhawatirin kalau saya lagi kerja, di rumah istri sama anak kecil. Takutnya hal-hal yang enggak diinginkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian warga kini berada dalam posisi sulit apabila banjir terus berulang tanpa solusi. Banyak di antara mereka merasa terjebak karena baru membeli rumah dan belum genap setahun menempati perumahan tersebut. “Mau ditinggalin bingung, mau pindah juga enggak bisa. Akhirnya ya cuma kecewa-kecewa lagi,” kata Angga.

Tiga Kali Banjir dalam Setahun

Perumahan Arafah Village telah dilanda banjir sebanyak tiga kali dalam kurun waktu setahun terakhir, masing-masing pada Maret 2025, Juli 2025, dan Januari 2026. Banjir pada Januari 2026 disebut warga sebagai yang terparah dibandingkan dua kejadian sebelumnya.

“Pertama di bulan Maret 2025 itu banjir besar masuk ke rumah sampai sebetis atau sekitar 60 sentimeter. Lalu di bulan Juli 2025 banjir lagi, tapi tidak masuk rumah. Nah, per 18 Januari ini banjirnya lebih besar dari yang pertama, masuk rumah lebih tinggi lagi,” ujar Firdaus, Ketua RT 06.

Firdaus menjelaskan, Perumahan Arafah Village saat ini memiliki empat blok yang telah dibangun, yakni Blok C, D, E, dan F. Dari keempat blok tersebut, Blok D dan Blok E menjadi wilayah yang paling terdampak banjir. “Jumlahnya sekitar 110 kepala keluarga yang terdampak. Blok E dan D yang paling terasa dampaknya,” ujarnya.

Perumahan Arafah Village mulai dibangun sejak 2022 dan mulai dihuni pada pertengahan 2023. Selama periode 2023 hingga 2024, kawasan tersebut belum pernah mengalami banjir.

Warga telah berupaya menemui pihak pengembang dengan mendatangi kantor mereka yang berada di sekitar Perumahan Arafah Village. Namun, salah satu petugas di lokasi menyatakan belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut terkait banjir yang melanda kawasan tersebut.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?