Banjir Melanda Sejumlah Wilayah di Kabupaten Indramayu
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu semakin mengkhawatirkan. Hujan deras yang terus-menerus mengguyur beberapa hari terakhir menyebabkan air meluap dan merendam permukiman warga, jalan utama, serta areal persawahan. Kondisi ini berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
Wilayah Terdampak Banjir
Beberapa desa yang terkena dampak banjir antara lain Desa Pekandanganjaya dan Desa Indramayu, Kecamatan Indramayu. Berdasarkan pantauan, ketinggian air di kawasan permukiman warga, areal persawahan, hingga jalan raya berkisar antara 15 cm hingga 60 cm. Warga sebagian besar memilih untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman, sementara sebagian lainnya tetap bertahan di rumah masing-masing.
Di Desa Pekandanganjaya, beberapa titik jalan utama seperti Indramayu-Jatibarang terendam banjir dengan ketinggian mencapai 60 cm. Hal ini menyebabkan pengendara harus ekstra hati-hati. Bahkan, di beberapa titik diberlakukan rekayasa contra flow karena kondisi air yang tidak bisa dilalui kendaraan.
Warga Desa Pekandanganjaya, Rafi (60), mengatakan bahwa rumahnya terendam banjir sejak dua hari lalu. Meski seluruh anggota keluarganya telah mengungsi, ia memilih tetap tinggal di rumah untuk menjaga barang-barangnya. “Kalau tidak ada yang menjaga rumah khawatir barang-barangnya hilang,” ujarnya.
Rafi menunjukkan kondisi rumahnya yang terendam air sekitar 30-40 cm. Lemari kayu di sudut ruang tamu juga tampak terendam air. Banyak barang elektronik disimpan di atas meja atau kursi agar tidak hanyut. Tirai di pintu-pintu pun diikat agar tidak terendam air.
Sementara itu, di Desa/Kecamatan Indramayu, banjir tidak separah di Desa Pekandanganjaya. Air yang masuk ke rumah warga hanya berkisar antara 5-10 cm. “Sekarang di dalam rumah airnya sudah enggak masuk, kalau di jalan gang masih agak tinggi, tapi masih bisa dilewati sepeda motor,” kata Slamet Hidayat (48).
Dampak Banjir di Kecamatan Patrol
Dampak banjir di Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, tergolong parah. Beberapa desa, areal persawahan, hingga rumah-rumah roboh akibat banjir. Untuk menangani situasi ini, posko siaga banjir didirikan di Desa Bugel sebagai pusat koordinasi, pelayanan kesehatan, dan pendataan kebutuhan warga terdampak.
Kapolsek Patrol, Kompol Saripudin, menyampaikan bahwa wilayah terdampak banjir meliputi Desa Bugel, Sukahaji, Patrol, Patrol Lor, Arjasari, dan lainnya. Menurut laporan sementara, sebanyak 99 KK dan 312 jiwa dari Desa Bugel terdampak banjir. Selain itu, 40 hektare sawah di Desa Sukahaji juga terendam air.
Pihaknya mengakui bahwa Forkompimcam Patrol bersama stakeholder terkait masih melakukan pendataan lebih lanjut mengenai dampak banjir. Saat ini, banjir masih menggenangi beberapa titik di sejumlah desa di Kecamatan Patrol dengan ketinggian air sekitar 20 cm, dan dipastikan akan berangsur surut.
Imbauan Keselamatan
Kompol Saripudin mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas. Ia juga menyarankan warga segera melapor jika terjadi kondisi darurat. Keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan banjir ini.












