Daerah  

Angin Kencang Sapu 10 Desa di Sikka

Angin Kencang Menghancurkan Pemukiman di Kecamatan Tanawawo

Angin kencang yang terjadi selama tiga hari, yaitu Rabu hingga Jumat (21-23/1/2026) sore, telah mengakibatkan kerusakan pada sejumlah pemukiman warga di Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 10 desa di wilayah tersebut terdampak bencana alam ini, dengan beberapa rumah warga mengalami kerusakan parah.

Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno, melalui Kasie Humas, Ipda Leonardus Tunga, menjelaskan bahwa pihak kepolisian bersama pemerintah desa dan kecamatan sedang melakukan berbagai upaya penanganan dampak bencana angin kencang. Termasuk dalam langkah tersebut adalah pembersihan jalan poros kecamatan, pemantauan, serta pendataan kerusakan yang terjadi.

Leonardus Tunga menyebutkan bahwa seluruh wilayah Kecamatan Tanawawo, terdiri dari 10 desa, terkena dampak bencana alam ini. Personel Pospam Tanawawo Polsek Paga telah melakukan pengamatan, pendataan, dan pengambilan keterangan terhadap masyarakat di lokasi yang terkena dampak bencana alam.

Pihak kepolisian juga memberikan himbauan kepada masyarakat agar tetap berada di dalam rumah selama bencana alam Hidrometeorologi terjadi, untuk menghindari risiko cedera atau bahaya lainnya. Selain itu, mereka juga melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti pemerintah setempat dan Dinas Sosial untuk memastikan penanganan yang optimal di wilayah yang terkena dampak bencana alam.

Beberapa langkah penanganan yang dilakukan antara lain:

  • Pembersihan pohon tumbang sepanjang jalan poros kecamatan dari Dusun Wolofeo sampai Dusun Lambalena Desa Renggarasi.
  • Personel Kepolisian mendatangi titik atau rumah warga yang terkena dampak bencana.
  • Melakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat tentang keselamatan diri selama bencana.

Kerusakan Rumah Warga

Berikut adalah beberapa contoh rumah yang mengalami kerusakan akibat angin kencang:

  1. Rumah Wenseslaus Apolo, warga Nua Tol, Dusun Wolofeo, Desa Renggarasi.
  2. Waktu kejadian: Kamis (22/1) sekitar jam 19.00 Wita.
  3. Kondisi rumah: lantai tanah, atap seng, dinding pelupuh/halar.
  4. Ukuran rumah: 4×5 m².
  5. Kerugian material sekitar Rp. 15.000.000.
  6. Pemilik rumah tidak dapat menempati rumahnya dan menginap di rumah keluarga.
  7. Penghuni rumah 4 orang dalam keadaan selamat.

  8. Rumah Maria Mare, Lambalena, Dusun Lambalena, Desa Renggarasi.

  9. Waktu kejadian: Kamis (22/1) sekitar pukul 21.00 Wita.
  10. Kondisi rumah: lantai tanah, atap seng, dinding pelupuh/halar.
  11. Ukuran rumah: 4×6 m².
  12. Kerugian material sekitar Rp. 20.000.000.
  13. Pemilik rumah tidak dapat menempati rumahnya dan menginap di rumah keluarga.
  14. Penghuni rumah 1 orang dalam keadaan selamat.

  15. Rumah Fransiskus Mode, Lambalena, Dusun Lambalena, Desa Renggarasi.

  16. Waktu kejadian: Jumat (23/1) sekitar pukul 03.00 Wita.
  17. Kondisi rumah: lantai tanah, atap seng, dinding pelupuh/halar.
  18. Ukuran rumah: 4×5 m².
  19. Kerugian material sekitar Rp 5.000.000.
  20. Pemilik rumah tidak dapat menggunakan rumah dapur tersebut dan kondisi rumah dapur rusak total.
  21. Penghuni rumah 1 orang dalam keadaan selamat.

  22. Rumah Stevanus David, warga Mbeja, Dusun Mbeja, Desa Bu Watuweti.

  23. Waktu kejadian: Jumat (23/1) sekitar pukul 01.30 Wita.
  24. Kondisi rumah: lantai semen, atap seng, dinding pelupuh/halar.
  25. Ukuran rumah: 7×5 m².
  26. Kerugian material sekitar Rp 25.000.000.
  27. Pemilik rumah tidak dapat menempati rumahnya dan menginap di rumah keluarga.
  28. Penghuni rumah 5 orang dalam keadaan selamat.

  29. Rumah Jonosius Rangga, warga Mbeja, Dusun Mbeja, Desa Bu Watuweti.

  30. Waktu kejadian: Rabu (21/1) sekitar pukul 20.00 Wita.
  31. Kondisi rumah: lantai semen, atap seng, dinding pelupuh/halar.
  32. Ukuran rumah: 4×5 m².
  33. Kerugian material sekitar Rp 5.000.000.
  34. Pemilik rumah sedang merantau di Kalimantan dan rumah dalam keadaan kosong.

  35. Rumah Fernandes Bona, warga Funga, Dusun Mbeja, Desa Bu Watuweti.

  36. Waktu kejadian: Jumat (23/1) sekitar pukul 02.00 Wita.
  37. Kondisi rumah: rumah panggung, atap seng, dinding pelupuh/halar.
  38. Ukuran rumah: 3×2 m².
  39. Kerugian material sekitar Rp 5.000.000.
  40. Pemilik rumah tidak dapat menempati rumah dan tinggal di rumah tetangga.
  41. Penghuni rumah 3 orang dalam keadaan selamat.

Tim Penanganan Bencana Berada di Lokasi

Saat ini, tim penanganan bencana yang terdiri dari Kapospam Tanawawo Polsek Paga Aiptu Fransiskus Lister, Kanit Samapta Polsek Paga Aipda Melkhisua E. Bayang, Bhabinkamtibmas Polsek Paga Aipda Maksimilianus Epu, Ba Pospam Tanawawo Polsek Paga Bripka Firmianus Weki, Babinsa Tanawawo Serka Kornelis Keli, Pendamping Sosial dari Kementrian Sosial Florianus Herijon Webron, S.Sos, serta Perangkat Desa Renggarasi Thomas Toda sedang berada di lokasi untuk melakukan tugas-tugas penanganan bencana.


Wahyudi -

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?