Pembangunan Hunian Sementara di Jorong Kayu Pasak
Sebanyak 117 unit hunian sementara (huntara) telah selesai dibangun di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Proses pengerjaan utama telah selesai, dan kini hanya tersisa beberapa pekerjaan tambahan seperti pemasangan instalasi septik tank, drainase, dan lainnya. Hunian sementara ini akan diresmikan pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Lokasi huntara berada tepat di belakang SDN 05 Kayu Pasak, tempat korban banjir bandang akhir November 2025 lalu mengungsi. Peresmian akan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Menteri Dalam Negeri, Kepala BNP, Wakil Menteri Koperasi dan UMKM, serta Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI.
Kadis Kominfo Kabupaten Agam, Roza Syafdefianti, menyampaikan bahwa 117 unit bangunan huntara di Kayu Pasak sudah siap untuk diresmikan. “Peresmian dan penyerahan dilakukan besok,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmad Lasmono, menjelaskan bahwa pengerjaan huntara di Kayu Pasak sudah selesai dikerjakan. Pengerjaan melibatkan Kodim 0304/Agam, Yonif TP 897/SGL, Yonzikon 12/KJ, serta tenaga tukang sipil. Total bangunan yang dibangun adalah 24 barak, terdiri dari 21 barak dengan lima pintu (105 unit) dan tiga barak dengan empat pintu (12 unit).
Pekerjaan tambahan yang masih dalam proses meliputi:
- Instalasi septik tank dan air kotor unit
- Pemasangan instalasi listrik
- Fasilitas lingkungan (drainase, pengerasan jalan, pembersihan)
- Pemasangan instalasi air bersih dari sumber Pamsimas oleh PT. Hutama Karya
- Pemasangan instalasi air bersih pendukung, berasal dari sumur bor hasil pekerjaan TNI AD
Korban Bencana Hidrometeorologi di Agam
Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Agam mencatat korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi mencapai 165 orang. Data ini disampaikan oleh Bupati Agam, Benni Warlis, kepada Tribun Padang usai memaparkan dan menandatangani Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Aula Gubernuran Sumbar, Kamis (8/1/2026).
Bencana hidrometeorologi menghantam Sumatera Barat pada akhir November 2025 lalu, dengan dampak terparah dirasakan oleh Kabupaten Agam. Daerah terdampak parah antara lain Nagari Salareh Aia dan Nagari Salareh Aia Timur akibat banjir bandang. Sampai saat ini, 32 warga masih hilang pasca bencana. “Tidak teridentifikasi ada 29 orang,” ungkap Benni. Pencarian korban hilang sudah dihentikan, dan pemakaman bagi korban yang tidak teridentifikasi juga telah dilakukan.
Penemuan Mayat Balita di Selokan
Warga Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam menemukan mayat balita saat melakukan aksi gotong royong membersihkan selokan, Minggu (18/1/2026) pagi. Penemuan jasad bocah laki-laki berusia sekitar 1,5 tahun ini mengejutkan masyarakat setempat yang sedang bekerja bakti sekitar pukul 10.21 WIB.
Camat Malalak, Ulya Satar, membenarkan terkait penemuan bayi laki-laki di Jorong Toboh tersebut. Ia menyebut, mayat bayi laki-laki itu ditemukan warga saat membersihkan selokan secara beramai-ramai. “Iya, ditemukan warga saat gotong royong membersihkan selokan di Minggu pagi,” ungkapnya saat dikonfirmasi via telepon WhatsApp.
Mayat bayi tersebut ditemukan dengan ciri-ciri mengenakan pakaian, dan kondisi tubuh sudah membusuk dan menghitam. Berdasarkan keterangan Ulya, mayat bayi itu merupakan korban banjir bandang atau galodo pada akhir November 2025 di Malalak Timur. “Benar, mayat bayi itu memang korban galodo, karena identitasnya sesuai. Bahkan baju korban juga sama,” ucapnya.
Saat ini, jasad bayi sudah dimakamkan. Sedangkan pihak keluarga juga menerima dengan lapang dada. Sejak awal hilang akibat galodo dan dilakukan upaya pencarian, pihak keluarga sudah pasrah. Akhirnya, korban galodo di Malalak Timur itu ditemukan oleh warga. “Pihak keluarga menerima dengan hati yang lapang. Korban sudah dimakamkan sekitar pukul 11:30 WIB tadi,” tambahnya.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."












