Nasib Rumit Benzema di Liga Arab Saudi, Pilih Pergi atau Tetap di Al Ittihad

Karim Benzema dan Ketidakpastian di Al Ittihad

Karim Benzema kembali menjadi sorotan setelah mengikuti latihan bersama Al Ittihad, meski statusnya untuk tampil dalam laga Liga Pro Saudi masih belum jelas. Situasi ini menunjukkan bahwa pemain asal Prancis tersebut sedang berada dalam masa ketidakpastian yang cukup berat.

Masalah utama berasal dari negosiasi kontrak baru yang tidak berjalan mulus. Hal ini memicu spekulasi tentang kemungkinan kepergiannya dari Arab Saudi. Bagi Al Ittihad, situasi ini menjadi pukulan besar karena mereka sedang menghadapi krisis di lini depan.

Benzema akan menjadi pusat perhatian menjelang pertandingan Al Ittihad melawan Al Najma pada pekan ke-20 Liga Pro Saudi yang akan digelar pada Senin (2/2/2026) pukul 00.30 WIB. Sebelumnya, ia sempat dikabarkan meninggalkan tim dan menolak bermain. Namun kini, ia telah ikut ambil bagian dalam latihan tim menjelang pertandingan melawan Al Najma, yang merupakan tim juru kunci klasemen Liga Arab Saudi.

Meskipun demikian, status Benzema sebagai kapten Al Ittihad masih belum jelas apakah akan masuk dalam daftar pemain yang tampil. Beberapa laporan media menyebutkan bahwa kemungkinan besar Benzema akan absen seperti saat Al Ittihad ditahan imbang Al Fateh 2-2 pada laga sebelumnya.

Ketidakpastian ini terkait dengan dinamika hubungan antara Benzema dan manajemen klub Al Ittihad soal kontrak baru. Kontrak Benzema sendiri masih berlaku hingga 30 Juni 2026, tetapi muncul perbedaan pandangan terkait skema perpanjangan yang ditawarkan. Beberapa media asing menyebutkan bahwa Benzema kecewa dengan proposal yang mengarah pada perpanjangan satu musim tanpa gaji tetap, namun disertai hak penuh atas pemasaran citra dirinya.

Bagi pemain sekelas Benzema, tawaran tersebut dianggap tidak sepadan dengan status dan kontribusinya sebagai wajah utama proyek besar Al Ittihad. Ketegangan inilah yang kemudian berdampak langsung ke lapangan. Benzema absen saat Al Ittihad ditahan imbang Al Fateh 2-2, dan besar kemungkinan kembali tidak masuk skuad menghadapi Al Najmah.

Padahal, secara statistik, pemain berusia 38 tahun itu masih menjadi salah satu andalan tim dengan catatan 8 gol dari 14 penampilan di Liga Pro Saudi musim ini.

Di dalam tim, para pemain dan pelatih memilih untuk memisahkan isu Benzema dari fokus utama mereka. Sergio Conceicao menegaskan bahwa urusan sang kapten berada di ranah manajemen, sementara tugas tim pelatih dan pemain adalah mengembalikan Al Ittihad ke jalur kemenangan.

Bahkan, muncul pandangan bahwa absennya Benzema bisa menjadi momentum untuk membangun kolektivitas tim, tanpa terlalu bergantung pada satu sosok bintang. Terlebih saat ini posisi Al Ittihad di terus turun di posisi ke-enam, dengan 31 poin, tertinggal 15 poin dari Al Hilal yang memuncaki klasemen.

Namun di sisi lain, kehilangan pemain dengan pengalaman dan kualitas seperti Benzema jelas bukan perkara ringan. Al Ittihad kini menghadapi krisis di lini depan: Steven Bergwijn cedera, Saleh Al Shehri belum pulih, dan Talal Haji—yang baru kembali dari masa peminjaman—belum memiliki kontribusi gol musim ini.

Situasi ini membuat ruang kosong yang seharusnya diisi Benzema semakin terasa.

Benzema Dikaitkan dengan Al Hilal

Sementara itu, di luar lapangan, rumor semakin liar. Nama Benzema kembali dikaitkan dengan Al Hilal, pemuncak klasemen Liga Pro Saudi saat ini. Sejumlah platform media menyebut adanya komunikasi antara kedua pihak. Meski begitu, sumber internal Al Ittihad membantah keras kabar tersebut.

Seperti dilaporkan melalui Goal Arab Saudi, manajeman klub mengatakan bahwa Benzema tidak akan memperkuat klub Saudi lain selain Al Ittihad. Namun jika benar berpisah dengan Al Ittihad, dua opsi yang disebut paling realistis bagi Benzema adalah hengkang ke liga Turki atau kembali ke klub masa kecilnya, Olympique Lyon.

Disisi lain, apa yang terjadi pada Benzema ini mengingatkan publik pada gejolak serupa pada musim panas 2024, ketika Benzema juga sempat ingin meninggalkan Al Ittihad sebelum akhirnya bertahan. Kala itu klub merekrut figur-figur dekat dengannya seperti Laurent Blanc, Moussa Diaby, dan Houssem Aouar. Hasilnya cukup manis, Al Ittihad meraih gelar Liga Pro Saudi dan Piala Raja.

Kini, cerita serupa seolah terulang. Bedanya, usia Benzema semakin menua, proyek klub memasuki fase baru, dan kesabaran kedua belah pihak tampak diuji. Apakah Benzema akan kembali memimpin Al Ittihad, atau justru memilih menutup petualangannya di Arab Saudi lebih cepat?

Untuk saat ini, satu hal yang pasti: nasib Karim Benzema masih menggantung—maju mundur antara bertahan sebagai ikon Al Ittihad, atau membuka lembaran baru di tempat lain.

Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?