Elena Rybakina tidak hanya menjadi juara Australia Open. Ia berhasil mematahkan dominasi dua bintang tenis putri dunia, Iga Swiatek dan Aryna Sabalenka, untuk menunjukkan bahwa ia kini benar-benar masuk ke dalam lingkaran elite dunia tenis. Di Melbourne, Rybakina mencatatkan kemenangan yang luar biasa melalui pertandingan tiga set yang penuh tensi, dengan skor akhir 6-4, 4-6, 6-4. Set demi set menjadi pertaruhan keteguhan mental, bukan sekadar adu pukulan keras.
Gelar ini menjadi Grand Slam kedua dalam karier Rybakina. Empat tahun setelah kesuksesannya di Wimbledon 2022, Melbourne memberikan panggung baru bagi perjalanan yang sempat naik-turun, namun tetap memiliki arah yang jelas. Langkah menuju trofi bukanlah jalan yang mudah. Di perempat final, Rybakina terlebih dahulu mengalahkan Swiatek, sosok yang selama ini identik dengan stabilitas dan dominasi. Dua penguasa tumbang secara beruntun, dan pesan pun tersampaikan ke seluruh dunia tenis.
“Mereka adalah lawan yang sangat tangguh. Hasil mereka luar biasa dan sudah lama berada di puncak dengan stabil,” ujar Rybakina, dikutip dari Reuters. Kemenangan ini memperpanjang performa impresifnya. Rybakina mencatatkan 14 kemenangan dari 15 pertandingan terakhir, termasuk gelar bergengsi di WTA Finals akhir musim lalu. Konsistensi yang dulu sering kali luput kini menjadi bagian dari identitasnya.
“Saya senang bisa kembali ke level ini. Harapan saya, saya bisa bertahan stabil sepanjang musim dan terus menampilkan tenis yang kuat,” katanya. Final melawan Sabalenka menjadi ujian sejati. Setelah merebut set pertama, Rybakina harus merelakan set kedua. Namun, di set penentuan, ia tampil dingin. Servis kembali tajam. Keputusan-keputusan penting diambil tanpa ragu.
“Banyak pertandingan sulit yang saya hadapi di sini. Namun saya bisa memanfaatkan peluang yang ada dan akhirnya menang,” ujarnya. Ironisnya, Rybakina datang ke Melbourne tanpa aura tak terkalahkan. Ia sempat tersingkir di perempat final Brisbane International, turnamen pemanasan yang justru meninggalkan tanda tanya. Namun, peningkatan datang secara perlahan dan konsisten.
“Saya kalah di Brisbane, tapi saya merasa permainan saya terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir,” kata Rybakina. Ia mengakui performanya belum ideal di awal turnamen. Servis belum maksimal. Pergerakan belum seefektif laga semifinal. Namun segalanya datang pada saat yang tepat.
“Di awal, servis saya belum sebaik sekarang. Pergerakan saya juga belum sama seperti hari ini dan saat semifinal,” ujarnya. Kerja keras itu akhirnya terbayar. Ia mengaku sangat bangga dengan kerja kerasnya bersama timnya. Rybakina menemukan performa terbaik di Grand Slam ini.
Kini, Elena Rybakina tak lagi berdiri di belakang bayang-bayang siapa pun. Ia telah sejajar. Australian Open menjadi panggung yang mengukuhkan kebangkitannya.
Berikut daftar juara Grand Slam Australia Open:
- 2026: Elena Rybakina (Kazakhstan) mengalahkan Aryna Sabalenka (Belarus) 6-4, 4-6, 6-4
- 2025: Madison Keys (Amerika Serikat) mengalahkan Sabalenka (Belarus) 6-3, 2-6, 7-5
- 2024: Sabalenka (Belarus) mengalahkan Zheng Qinwen (China) 6-3, 6-2
- 2023: Sabalenka mengalahkan Rybakina (Kazakhstan) 4-6, 6-3, 6-4
- 2022: Ash Barty mengalahkan Danielle Collins (Amerika Serikat) 6-3, 7-6(2)
- 2021: Naomi Osaka (Jepang) mengalahkan Jennifer Brady (Amerika Serikat) 6-4, 6-3
- 2020: Sofia Kenin (Amerika Serikat) mengalahkan Garbine Muguruza (Spanyol) 4-6, 6-2, 6-2
- 2019: Osaka mengalahkan Petra Kvitova (Republik Ceko) 7-6(2), 5-7, 6-4
- 2018: Caroline Wozniacki (Denmark) mengalahkan Simona Halep (Rumania) 7-6(2), 3-6, 6-4
- 2017: Serena Williams (Amerika Serikat) mengalahkan Venus Williams (Amerika Serikat) 6-4, 6-4
- 2016: Angelique Kerber (Jerman) mengalahkan Serena Williams 6-4, 3-6, 6-4
- 2015: Serena Williams mengalahkan Maria Sharapova (Rusia) 6-3, 7-6(5)
- 2014: Li Na (China) mengalahkan Dominika Cibulkova (Slovakia) 7-6(3), 6-0
- 2013: Victoria Azarenka (Belarus) mengalahkan Li Na 4-6, 6-4, 6-3
- 2012: Azarenka mengalahkan Sharapova 6-3, 6-0
- 2011: Kim Clijsters (Belgia) mengalahkan Li Na 3-6, 6-3, 6-3
- 2010: Serena Williams mengalahkan Justine Henin (Belgia) 6-4, 3-6, 6-2
- 2009: Serena Williams mengalahkan Dinara Safina (Rusia) 6-0, 6-3
- 2008: Sharapova mengalahkan Ana Ivanovic (Serbia) 7-5, 6-3
- 2007: Serena Williams mengalahkan Sharapova 6-1, 6-2
- 2006: Amelie Mauresmo (Prancis) mengalahkan Henin 6-1, 2-0 (pensiun)
- 2005: Serena Williams mengalahkan Lindsay Davenport (Amerika Serikat) 2-6, 6-3, 6-0
- 2004: Henin mengalahkan Clijsters 6-3, 4-6, 6-3
- 2003: Serena Williams mengalahkan Venus Williams 7-6(4), 3-6, 6-4
- 2002: Jennifer Capriati (Amerika Serikat) mengalahkan Martina Hingis (Swiss) 4-6, 7-6(7), 6-2
- 2001: Capriati mengalahkan Hingis 6-4, 6-3
- 2000: Davenport mengalahkan Hingis 6-1, 7-5
- 1999: Hingis mengalahkan Mauresmo 6-2, 6-3
- 1998: Hingis mengalahkan Conchita Martinez (Spanyol) 6-3, 6-3
- 1997: Hingis mengalahkan Mary Pierce (Prancis) 6-2, 6-2
- 1996: Monica Seles (Amerika Serikat) mengalahkan Anke Huber (Jerman) 6-4, 6-1
- 1995: Pierce mengalahkan Arantxa Sanchez Vicario (Spanyol) 6-3, 6-2
- 1994: Steffi Graf (Jerman) mengalahkan Sanchez Vicario 6-0, 6-2
- 1993: Seles (Yugoslavia) mengalahkan Graf 4-6, 6-3, 6-2
- 1992: Seles mengalahkan Mary Joe Fernandez (Amerika Serikat) 6-3, 6-4
- 1991: Seles mengalahkan Jana Novotna (Cekoslowakia) 5-7, 6-3, 6-1
- 1990: Graf mengalahkan Fernandez 6-3, 6-4
- 1989: Graf mengalahkan Helena Sukova (Cekoslowakia) 6-4, 6-4
- 1988: Graf mengalahkan Chris Evert (Amerika Serikat) 6-4, 6-4
- 1987: Hana Mandlikova (Cekoslowakia) mengalahkan Martina Navratilova (Amerika Serikat) 7-5, 7-6(1)
- 1986: tidak ada pertandingan
- 1985: Navratilova mengalahkan Evert 6-2, 4-6, 6-2
- 1984: Evert mengalahkan Sukova 6-7(4), 6-1, 6-3
- 1983: Navratilova mengalahkan Kathy Jordan (Amerika Serikat) 6-2, 7-6(5)
- 1982: Evert mengalahkan Navratilova 6-3, 2-6, 6-3
- 1981: Navratilova mengalahkan Evert 6-7(4), 6-4, 7-5
- 1980: Mandlikova mengalahkan Wendy Turnbull 6-0, 7-5
- 1979: Barbara Jordan (Amerika Serikat) mengalahkan Sharon Walsh (Amerika Serikat) 6-3, 6-3
- 1978: Chris O’Neil mengalahkan Betsy Nagelsen 6-3, 7-6(3)
- 1977 (Des): Evonne Goolagong Cawley mengalahkan Helen Gourlay Cawley 6-3, 6-0
- 1977 (Jan): Kerry Melville Reid mengalahkan Dianne Fromholtz Balestrat 7-5, 6-2
- 1976: Goolagong Cawley mengalahkan Renata Tomanova (Cekoslowakia) 6-2, 6-2
- 1975: Goolagong Cawley mengalahkan Navratilova (Cekoslowakia) 6-3, 6-2
- 1974: Goolagong Cawley mengalahkan Evert 7-6(5), 4-6, 6-0
- 1973: Margaret Court mengalahkan Goolagong Cawley 6-4, 7-5
- 1972: Virginia Wade (Britania Raya) mengalahkan Goolagong Cawley 6-4, 6-4
- 1971: Court mengalahkan Goolagong Cawley 2-6, 7-6(0), 7-5
- 1970: Court mengalahkan Melville Reid 6-1, 6-3
- 1969: Court mengalahkan Billie Jean King (Amerika Serikat) 6-4, 6-1
- 1968: King mengalahkan Court 6-1, 6-2
- 1967: Nancy Richey (Amerika Serikat) mengalahkan Lesley Turner Bowrey 6-1, 6-4
- 1966: Court mengalahkan Richey (menang tanpa tanding)
- 1965: Court mengalahkan Maria Bueno (Brasil) 5-7, 6-4, 5-2 (pensiun)
- 1964: Court mengalahkan Turner Bowrey 6-3, 6-2
- 1963: Court mengalahkan Jan Lehane O’Neill 6-2, 6-2
- 1962: Court mengalahkan Lehane O’Neill 6-0, 6-2
- 1961: Court mengalahkan Lehane O’Neill 6-1, 6-4
- 1960: Court mengalahkan Lehane O’Neill 7-5, 6-2
- 1959: Mary Carter Reitano mengalahkan Renee Schuurman Haygarth (Afrika Selatan) 6-2, 6-3
- 1958: Angela Mortimer Barrett (Britania Raya) mengalahkan Lorraine Coghlan Robinson 6-2, 6-4
- 1957: Shirley Fry Irvin (Amerika Serikat) mengalahkan Althea Gibson (Amerika Serikat) 6-3, 6-4
- 1956: Carter Reitano mengalahkan Thelma Coyne Long (Amerika Serikat) 3-6, 6-2, 9-7
- 1955: Beryl Penrose Collier mengalahkan Coyne Long 6-4, 6-3
- 1954: Coyne Long mengalahkan Jenny Staley 6-3, 6-4
- 1953: Maureen Connolly Brinker (Amerika Serikat) mengalahkan Julia Sampson Hayward (Amerika Serikat) 6-3, 6-2
- 1952: Coyne Long mengalahkan Helen Angwin 6-2, 6-3
- 1951: Nancye Wynne Bolton mengalahkan Coyne Long 6-1, 7-5
- 1950: Louise Brough (Amerika Serikat) mengalahkan Doris Hart (Amerika Serikat) 6-4, 3-6, 6-4
- 1949: Hart mengalahkan Wynne Bolton 6-4, 6-4
- 1948: Wynne Bolton mengalahkan Marie Toomey 6-2, 6-1
- 1947: Wynne Bolton mengalahkan Nell Hall Hopman 6-3, 6-2
- 1946: Wynne Bolton mengalahkan Joyce Fitch 6-4, 6-4
- 1941–45: tidak ada pertandingan
- 1940: Wynne Bolton mengalahkan Coyne Long 5-7, 6-4, 6-0
- 1939: Emily Hood Westacott mengalahkan Hall Hopman 6-1, 6-2
- 1938: Dorothy Cheney (Amerika Serikat) mengalahkan Dorothy Stevenson 6-3, 6-2
- 1937: Wynne Bolton mengalahkan Hood Westacott 6-3, 5-7, 6-4
- 1936: Joan Hartigan mengalahkan Wynne Bolton 6-4, 6-4
- 1935: Dorothy Round Little (Britania Raya) mengalahkan Nancy Lyle Glover 1-6, 6-1, 6-3
- 1934: Hartigan mengalahkan Margaret Molesworth 6-1, 6-4
- 1933: Hartigan mengalahkan Coral Buttsworth 6-4, 6-3
- 1932: Buttsworth mengalahkan Kathleen Le Messurier 9-7, 6-4
- 1931: Buttsworth mengalahkan Marjorie Cox Crawford 1-6, 6-3, 6-4
- 1930: Daphne Akhurst Cozens mengalahkan Sylvia Lance Harper 10-8, 2-6, 7-5
- 1929: Akhurst Cozens mengalahkan Louise Bickerton 6-1, 5-7, 6-2
- 1928: Akhurst Cozens mengalahkan Esna Boyd Robertson 7-5, 6-2
- 1927: Boyd Robertson mengalahkan Lance Harper 5-7, 6-1, 6-2
- 1926: Akhurst Cozens mengalahkan Boyd Robertson 6-1, 6-3
- 1925: Akhurst Cozens mengalahkan Boyd Robertson 1-6, 8-6, 6-4
- 1924: Lance Harper mengalahkan Boyd Robertson 6-3, 3-6, 8-6
- 1923: Margaret Molesworth mengalahkan Boyd Robertson 6-1, 7-5
- 1922: Molesworth mengalahkan Boyd Robertson 6-3, 10-8












