Pemutaran Uji Geometri dan Kembali Beroperasinya Jembatan Mahulu
Pada akhir pekan ini, portal pembatas kendaraan berat di Jembatan Mahulu, Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali dilepas. Hal ini dilakukan setelah Dinas PUPR-PERA Kaltim melakukan uji geometri yang menunjukkan bahwa kondisi struktur jembatan dalam batas aman.
Penutupan Sementara untuk Uji Geometri
Sebelumnya, pada Kamis (29/1/2026), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR-PERA) Kaltim memasang portal setinggi 2,45 meter berbahan besi bercat kuning di Jembatan Mahulu. Tujuannya adalah untuk menghindari lalu lintas kendaraan bertonase berat selama proses uji geometri. Penggunaan portal ini menjadi langkah antisipatif pasca insiden penabrakan oleh kapal tongkang.
Dalam beberapa bulan terakhir, Jembatan Mahulu telah ditabrak tiga kali oleh kapal tongkang. Kejadian-kejadian tersebut terjadi pada Selasa (23/12/2025), Minggu (4/1/2026), dan Minggu (25/1/2026). Setiap kejadian menimbulkan kerusakan pada struktur jembatan dan bahkan mengancam keselamatan warga sekitar.
Hasil Uji Geometri
Setelah uji geometri dilakukan, hasilnya menunjukkan bahwa pilar jembatan masih tegak lurus, lantai jembatan datar, serta expansion joint tidak mengalami perubahan. Hal ini membuat Dinas PUPR-PERA Kaltim memutuskan untuk membuka kembali portal pembatas kendaraan bertonase berat.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR-PERA Kaltim, Muhammad Muhran menjelaskan bahwa uji geometri memberikan keyakinan bahwa jembatan masih aman untuk dilintasi kendaraan berat. “Siang ini rencana kami buka portalnya, jadi biar roda ekonomi bisa berputar,” ujarnya.
Rencana Uji Dinamik
Meskipun hasil uji geometri menunjukkan kondisi aman, pihak Dinas PUPR-PERA Kaltim tetap akan melaksanakan uji dinamik untuk memastikan kekuatan struktur jembatan secara menyeluruh. Uji dinamik ini akan dilaksanakan oleh tim konsultan dalam waktu dekat, dengan durasi penutupan total selama kurang lebih empat jam.
Kejadian Tabrakan Kapal Tongkang
Kejadian tabrakan kapal tongkang di Jembatan Mahulu tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik pada jembatan, tetapi juga berdampak pada warga sekitar. Salah satu insiden terparah terjadi pada Minggu (25/1/2026), ketika kapal bernama Lambung Tugboat (TB) Marina 1631 dengan menggandeng tongkang BG Marine Power 3306 menabrak pilar jembatan di sisi Kelurahan Loa Buah.
Insiden ini juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga yang berjarak sekitar 500 meter dari jembatan. Seorang pemilik rumah, Ribut Waluyo, mengatakan bahwa barang-barang di dapurnya hilang terjatuh ke sungai setelah tertabrak. “Ya habis, kalau kerugian belum bisa dihitung. Harapannya, ada pergantian nantinya,” tambahnya.
Sementara itu, kejadian pada Minggu (4/1/2026) juga menimbulkan kerusakan pada rumah warga. Awak kapal sempat berteriak agar pemilik rumah menyelamatkan diri sebelum kapal menabrak. Meski tidak ada korban jiwa, kerusakan yang terjadi cukup signifikan.
Penutup
Dengan kembali dibukanya portal pembatas kendaraan bertonase berat, Jembatan Mahulu kembali menjadi akses utama bagi kendaraan berat masuk dan keluar Kota Samarinda. Namun, pihak Dinas PUPR-PERA Kaltim tetap menjaga kewaspadaan dengan merencanakan uji dinamik sebagai langkah pemeriksaan lanjutan.












