Ekosistem Digital di Jawa Timur Dukung Pengembangan Talenta Digital
Ekosistem digital di Jawa Timur, khususnya Surabaya, sedang mengalami perkembangan yang signifikan. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) aktif dalam mendorong pertumbuhan ekosistem ini melalui berbagai inisiatif dan kolaborasi. Salah satu inisiatif yang menonjol adalah Re:Code, sebuah program yang dirancang untuk memperkuat kapasitas talenta digital dan startup secara berkelanjutan.
Re:Code menjadi wadah pembelajaran, evaluasi, dan peningkatan kapasitas talenta digital dan startup. Program ini diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital bekerja sama dengan Jagoan Hosting dan Ngalup Collaborative Network (Ngalup.co). Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi dan kolaborasi antara pihak-pihak terkait.
Dirjen Ekosistem Digital Kemkomdigi Edwin Hidayat Abdullah menyampaikan bahwa pengembangan talenta digital harus dilakukan secara berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya kualitas, relevansi, dan kesiapan menghadapi perubahan teknologi. “Ruang belajar yang sehat dan kolaboratif dinilai menjadi faktor penting dalam menyiapkan talenta digital yang mampu menjawab kebutuhan industri masa depan,” ujarnya.
Inisiatif Re:Code Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Digital
Melalui inisiatif seperti Re:Code, ekosistem digital Indonesia didorong untuk tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan. Penguatan kapasitas talenta digital, percepatan proses validasi ide, serta dukungan menuju implementasi dan adopsi pasar menjadi fondasi penting dalam menciptakan rantai nilai ekonomi baru. “Ketika talenta digital memiliki ruang untuk belajar, memvalidasi ide, dan melangkah ke pasar dengan dukungan ekosistem, maka yang tercipta bukan hanya inovasi, tetapi juga nilai ekonomi. Dari sinilah economic growth dibangun,” tambah Edwin.
Plt. Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana, turut hadir dalam forum tersebut. Menurutnya, Re:Code menjadi langkah awal menghidupkan kembali semangat kewirausahaan teknologi di Surabaya. Salah satu program yang dibawa pemerintah adalah Garuda Spark Innovation Hub untuk mengangkat potensi daerah ke level nasional. “Kita butuh startup-startup baru seperti Gojek, Tokopedia, dan Bukalapak untuk create jobs, khususnya di dunia digital. Harapannya ini bukan sekadar event, tapi program berkelanjutan,” ujarnya.
Potensi Startup di Jawa Timur Masih Tertinggal
Menurut Sonny, kontribusi startup Jawa Timur secara nasional masih kecil dan masih didominasi Jabodetabek. Padahal, potensi talenta lokal cukup besar. Melalui Re:Code, Komdigi melakukan pencarian dan pembinaan talenta terbaik agar mampu berkembang hingga skala nasional maupun regional. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, kampus, industri, dan investor agar inovasi tidak berhenti di lomba atau riset semata, tetapi bisa menjadi produk komersial yang menciptakan lapangan kerja.
“Surabaya memiliki peluang menjadi pusat pertumbuhan startup baru di Indonesia karena bonus demografi dan kekuatan sektor industri seperti pelabuhan serta perkapalan,” katanya.
Kolaborasi Sebagai Wadah Pembelajaran dan Evaluasi
Jagoan Hosting bersama Ngalup Collaborative Network (Ngalup.co) menghadirkan Re:Code sebagai inisiatif kolaboratif yang dirancang untuk menjadi wadah pembelajaran, evaluasi, dan peningkatan kapasitas talenta digital secara berkelanjutan. Founder Jagoan Hosting & Ngalup.co, Danton Prabawanto, menjelaskan bahwa perubahan teknologi membuka peluang yang sangat luas. Namun, peluang ini hanya bisa dimanfaatkan jika talenta digital memiliki ruang belajar yang tepat, lingkungan yang suportif, serta akses terhadap ekosistem yang memungkinkan ide berkembang menjadi solusi nyata.
Re:Code hadir sebagai ruang temu antara talenta, komunitas, industri, dan pemangku kepentingan, guna mendorong terciptanya ekosistem digital yang lebih sehat dan inklusif. Dalam perspektif jangka panjang, inisiatif-inisiatif seperti Re:Code diyakini dapat menjadi fondasi lahirnya generasi technopreneur dan inovator digital.
Jagoan Hosting Bantu Talent Digital
Sejalan dengan hal tersebut, Jagoan Hosting yang sebelumnya dikenal sebagai penyedia layanan infrastruktur digital, mengambil peran yang lebih luas sebagai digital enabler ecosystem. Melalui pendekatan ini, Jagoan Hosting berupaya membantu talenta digital dalam proses validasi, pengembangan produk, hingga go-to-market, agar solusi digital yang dihasilkan dapat lebih cepat memberikan dampak nyata.
Re:Code juga menghadirkan para praktisi industri, engineer, dan penggerak komunitas digital dari berbagai latar belakang untuk berbagi pengalaman, wawasan, dan praktik terbaik. “Dari ide, menjadi solusi, lalu menjadi dampak. Itulah perjalanan yang ingin kami percepat bersama ekosistem,” jelas Danton.
Kegiatan ini menghadirkan tiga tokoh IT yang cukup terkenal di dunia developer, antara lain Sandhika Galih (Lecturer, Google Dev Expert & Content Creator), Setia Budi (Machine Learning Engineer at ticket.com & Content Creator), Eko Khannedy (Technical Architect at BliBli & Content Creator). Selanjutnya, ada Devin Maeztri (Organizer Komunitas WordPress Indonesia, Indonesia Partnership Manager Automotic), Aurelius Ivan (AI Engineer Cursor Ambassador) dan Ficky Irawanto (Organizer Komunitas N8N Indonesia, Owner Tim Teknologi Global). Terakhir, ada sesi bersama Theodore Mangowal (Software Engineer & Content Creator), Fini Charissa (UI/UX Designer & Founder Creatrack.id) dan Safira Maruapey (Full Stack Web Dev & Content Creator).












