Daerah  

Gempa M3,5 Guncang Jember, Ini Informasi BMKG

Gempa Bumi Magnitudo 3,5 Mengguncang Jember, Jawa Timur

Pada hari Selasa (3/2/2026), gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 3,5 mengguncang wilayah Jember, Jawa Timur. Gempa terjadi pada pukul 20.36.27 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 10.50 LS dan 113.23 BT, dengan kedalaman 10 km. Lokasi pusat gempa berada sekitar 206 km barat daya Jember, Jawa Timur. BMKG menyatakan bahwa gempa ini tidak memiliki potensi tsunami.

Berikut informasi lengkap mengenai gempa yang diberikan oleh BMKG melalui akun Twitter @infobmkg:

Gempa Mag:3.5, 03-Feb-2026 20:36:27WIB, Lok:10.50LS, 113.23BT (260 km BaratDaya JEMBER-JATIM), Kedlmn:10 Km #BMKG Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.

Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Gempa

Saat gempa bumi terjadi, penting untuk tetap tenang dan mengambil tindakan yang tepat agar dapat menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan sesuai rekomendasi dari BMKG:

  1. Tetap Tenang

    Saat gempa terjadi, usahakan untuk tidak panik dan tetap tenang. Tarik napas dalam-dalam, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilih tempat yang aman untuk berlindung.

  2. Di Dalam Rumah

    Jika sedang berada di dalam rumah atau penginapan, segera cari tempat yang aman seperti di bawah meja. Lindungi kepala dengan benda empuk seperti bantal, helm, atau gunakan tangan dengan posisi tertelungkup.

  3. Di Luar Ruangan

    Jika sedang berada di luar ruangan, segera menjauhi gedung dan tiang, lalu menuju daerah terbuka. Tetap tenang dan jangan melakukan apapun karena biasanya akan ada gempa susulan setelah gempa pertama.

  4. Di Kerumunan

    Jika sedang berada di kerumunan, hindari kepanikan dengan memperhatikan arahan petugas penyelamat. Usahakan langsung menuju tangga darurat untuk mencapai daerah terbuka.

  5. Di Gunung atau Dataran Tinggi

    Jika sedang berada di gunung atau dataran tinggi, segera berpindah ke daerah lapang untuk berlindung. Hindari area dekat lereng karena risiko longsor cukup tinggi.

  6. Di Laut

    Gempa bumi di bawah laut dapat memicu gelombang tsunami. Jika gempa terjadi, segera bergerak ke dataran yang lebih tinggi.

  7. Di Dalam Kendaraan

    Jika sedang berkendara saat gempa terjadi, pegang erat kemudi atau benda yang stabil. Berhenti di tempat yang lapang dan jangan meninggalkan kendaraan hingga gempa berakhir.

Skala MMI dan Tingkat Getaran Gempa

Getaran gempa bumi diukur menggunakan skala MMI (Modified Mercalli Intensity). Berikut penjelasan mengenai skala MMI yang dikutip dari laman BMKG:

  • I MMI

    Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

  • II MMI

    Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

  • III MMI

    Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

  • IV MMI

    Pada siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

  • V MMI

    Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

  • VI MMI

    Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

  • VII MMI

    Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

  • VIII MMI

    Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

  • IX MMI

    Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

  • X MMI

    Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

  • XI MMI

    Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

  • XII MMI

    Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?