Duka Ganda Menimpa Keluarga Anggota Satpol PP yang Gugur Saat Evakuasi ODGJ
Keluarga Mochamad Faik (33), anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kebumen, kini harus menghadapi duka ganda setelah sang nenek, Saliyah (80), meninggal dunia setelah pingsan saat tiba di rumah duka cucunya. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (3/2/2026), beberapa hari setelah kepergian Faik.
Saliyah langsung menuju rumah duka di Kelurahan Kebumen setelah mendengar kabar kematian cucunya. Namun, ia tiba-tiba pingsan tepat sebelum masuk ke dalam rumah. Kejadian ini membuat keluarga semakin berduka karena kehilangan dua orang tercinta dalam waktu singkat.
Faik, yang merupakan anggota Satpol PP, gugur saat mengevakuasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kecamatan Alian pada Senin (2/2/2026). Informasi awal menyebutkan bahwa ODGJ tersebut dinilai membahayakan lingkungan sekitar. Tim gabungan dari Satpol PP, Polsek Alian, Koramil Alian, Puskesmas Alian, dan rumah sakit turut serta dalam proses evakuasi.
Proses Evakuasi yang Berujung Tragis
Awalnya, tim gabungan menerima laporan dari warga tentang keberadaan ODGJ yang dianggap membahayakan. Setelah melakukan koordinasi, pintu rumah tempat ODGJ berada akhirnya didobrak oleh anggota Koramil. Namun, situasi jauh lebih berbahaya dari perkiraan. ODGJ ternyata membawa senjata tajam seperti celurit, parang, dan linggis.
Tim gabungan berusaha melakukan pendekatan persuasif, tetapi situasi memburuk ketika ODGJ tiba-tiba mengamuk dan mengejar petugas. Dalam peristiwa tersebut, dua anggota Satpol PP terluka. Salah satunya adalah Mochamad Faik, yang mengalami luka serius di bagian leher sebelah kiri.
Duka yang Menghancurkan
Kepergian Faik tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarganya, tetapi juga bagi rekan kerjanya dan warga sekitar. Ia diketahui akan segera melangsungkan pernikahan, sehingga kabar kematiannya terasa semakin berat bagi orang-orang terdekat.
Menurut Ketua RW 05, Budiarto, Faik sedang merencanakan pernikahan dalam waktu dekat. Bahkan, calon istrinya sempat datang ke rumah keluarga setelah mengetahui kabar duka tersebut. Budiarto mengungkapkan rasa prihatin atas kepergian Faik, yang dikenal sebagai sosok pendiam, sederhana, dan memiliki pergaulan baik dengan warga sekitar.
Persiapan Pemakaman dan Doa untuk Keluarga
Familia dan warga setempat telah bersiap menyambut kepulangan jenazah Faik untuk prosesi pemakaman. Budiarto mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tragis tersebut. Mereka mencari informasi lebih lanjut untuk memastikan proses evakuasi berjalan sesuai prosedur dan menghindari kejadian serupa di masa depan.
Perjalanan Hidup Faik
Faik adalah anak pertama dari enam bersaudara. Sejak tinggal di lingkungan tersebut, ia dikenal sebagai sosok yang baik dan tidak pernah menimbulkan masalah dengan warga sekitar. Kabar duka tersebut pertama kali diterima dari warga sekitar pada Senin sore, sekitar pukul 14.30 hingga 15.00 WIB.
Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada pihak terkait untuk segera ditindaklanjuti. Dengan kepergian Faik, keluarga dan warga sekitar kini harus beradaptasi dengan kehilangan yang sangat berat.










