Gempa Pacitan Magnitudo 6,4 Berdampak Luas di Wilayah Jawa Timur
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 yang terjadi di wilayah Perairan Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari, ternyata tidak hanya mengguncang daerah sekitar Pacitan, tetapi juga memberikan dampak signifikan hingga ke beberapa kota lain seperti Blitar, Ponorogo, dan Malang. Gempa ini tercatat sebagai peristiwa alam yang cukup kuat dan dirasakan oleh banyak warga.
Dampak di Kota Blitar
Di Kota Blitar, gempa tersebut menyebabkan kerusakan pada sebuah bangunan rumah tua di Jl. Mastrip. Bangunan yang roboh memiliki ukuran panjang 10 meter dan lebar 5 meter, dengan bagian atap serta sisi bangunan samping yang rusak parah. Kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp 70 juta. Namun, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Kepala BPBD Kota Blitar, Agus Suherli, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai kerusakan tersebut. Ia langsung mengirimkan tim untuk melakukan asesmen dan memasang garis polisi di lokasi kejadian. Sampai saat ini, belum ada laporan tambahan terkait dampak gempa di wilayah Kota Blitar.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi tentang kerusakan akibat gempa di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa petugas BPBD masih terus memantau situasi di lapangan.
Kerusakan di Pacitan
Di Pacitan sendiri, gempa juga menyebabkan beberapa bangunan mengalami kerusakan. Salah satunya adalah rumah milik Sumarno di Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan. Bagian teras rumahnya ambruk akibat guncangan gempa. Saat kejadian, Sumarno dan keluarganya sedang tidur dan langsung bergegas keluar rumah setelah merasakan getaran keras. Beruntung, tidak ada anggota keluarga yang berada di area tersebut saat kejadian.
Selain itu, dapur milik Agus Susanto juga dilaporkan roboh. Dinding dan atap dapur runtuh, namun tidak sampai menimpa pemilik rumah. Warga diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan jika ada kerusakan bangunan yang membahayakan keselamatan.
Dampak di Ponorogo
Warga Ponorogo juga merasakan guncangan gempa meskipun pusat gempa tidak tepat di daerah tersebut. Getaran yang cukup keras membuat sebagian warga terbangun dari tidurnya. Salah satu warga, Ahmad Fauzani, mengungkapkan bahwa gempa kali ini sangat keras dan durasinya agak lama. Ia langsung mengambil anaknya yang masih balita setelah merasakan guncangan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo, Masun, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa Pacitan. Meski demikian, ia tetap meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.
Dampak di Malang
Guncangan gempa juga terasa hingga ke Kota Malang. Menurut data BMKG, gempa berpusat di laut 90 kilometer tenggara Pacitan dengan kedalaman 10 kilometer. Getaran gempa ini dirasakan oleh sebagian besar warga di kota-kota besar Jawa Timur, termasuk Malang. Bahkan, pantauan media sosial menunjukkan bahwa getaran gempa juga dirasakan hingga Yogyakarta.
Banyak warga Malang mengungkapkan pengalaman mereka melalui media sosial. Beberapa mengatakan bahwa gempa kali ini terasa lebih keras dan lama dibandingkan sebelumnya. Seorang warga bahkan mengungkapkan rasa takutnya saat sedang berada di lantai tiga rumah sakit.

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."












