Polemik Video Viral: Lansia Dituduh Jukir Liar di Warung Bakso Pojoksari
Sebuah video viral yang menampilkan seorang lansia bernama Candra Harahap diusir dari Warung Bakso Pojoksari, Cilincing, Jakarta Utara, memicu kontroversi. Video tersebut menunjukkan Candra diminta meninggalkan area warung karena diduga sebagai jukir liar. Namun, pihak warung dan Candra sendiri memberikan penjelasan berbeda mengenai kejadian ini.
Pengakuan Karyawan Bakso
Salah satu karyawan warung bakso bernama Islam menjelaskan bahwa Candra sering terlihat di area parkir warung, terutama pada sore hari setelah melakukan aktivitas memulung. Ia mengatakan bahwa keberadaan Candra di sekitar kendaraan pelanggan sering kali membuat kesan adanya pungutan parkir.
“Kalau dibilang cuma duduk saja, memang kadang duduk. Tapi setiap ada pelanggan selesai makan, ada yang masuk lagi ke warung mau tukar uang receh untuk bayar parkir,” kata Islam saat ditemui di lokasi, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, situasi ini terjadi berulang kali sehingga membuat pelanggan mengira parkir di warung tersebut berbayar. Padahal, pihak warung telah memasang spanduk bertuliskan “PARKIR GRATIS” dan mengimbau agar tidak memberikan uang kepada pihak yang mengaku sebagai juru parkir tanpa izin.
Video Viral dan Penjelasan Candra
Video viral di media sosial memperlihatkan Candra diminta meninggalkan lokasi warung karena diduga sebagai juru parkir liar. Dalam video tersebut, Candra membantah tudingan tersebut dan mengatakan dirinya hanya duduk-duduk di lokasi. Ia mengaku tidak bermaksud memungut uang parkir dari pelanggan.
“Saya cuma duduk-duduk saja di situ. Mungkin mereka merasa takut atau mengira ada parkir, tapi saya nggak mau menuduh apa-apa,” kata Candra.
Meski sempat memicu polemik di media sosial, kedua pihak telah melakukan mediasi dan sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
Pengakuan Lansia dan Latar Belakang
Kasatpol PP Cilincing Roslely Tambunan menyampaikan bahwa Candra adalah seorang pensiunan guru yang baru saja memasuki masa pensiun sekitar tahun 2025. Ia sehari-hari bekerja sebagai pemulung dan sesekali membantu mengatur kendaraan di sekitar lokasi.
“Hasil informasi Satpol PP Sukapura di lapangan bahwa laki-laki paruh baya tersebut adalah pencari rongsokan (pemulung),” tambah Roslely.
Dalam video, terlihat perekam menekan sang kakek dengan pertanyaan mengenai siapa yang menyuruhnya menjadi jukir. Tetapi, lansia itu tetap tenang dan menjelaskan bahwa ia tidak meminta uang parkir.
“Saya enggak minta, cuma duduk doang,” katanya.
Lebih dari itu, sang lansia pernah menghadapi kesulitan finansial serius. SK pensiunnya pernah diagunkan sebesar Rp 300 juta dan sayangnya ia ditipu oleh pihak lain.
“Beliau mengaku bahwa SK pensiun miliknya pernah diagunkan sebesar Rp 300 juta dan telah ditipu oleh pihak lain,” kata Roslely.
Candra Harahap membantah dirinya pernah secara sengaja memungut biaya parkir. Ia menyebut hanya duduk-duduk di lokasi dan tidak berniat meminta uang dari pelanggan.
“Saya cuma duduk-duduk saja di situ. Mungkin mereka merasa takut atau mengira ada parkir, tapi saya nggak mau menuduh apa-apa,” kata Candra.
Lokasi Bakso Pojoksari
Warung Bakso Pojoksari berada di Jalan Tipar Cakung, Cilincing, Jakarta Utara. Lansia bernama Candra Harahap itu dinarasikan sebagai juru parkir liar, sementara hasil penelusuran di lokasi menunjukkan adanya spanduk bertuliskan parkir gratis bagi pelanggan.
Pantauan di lokasi, pemilik usaha memasang spanduk bertuliskan, “Khusus Pelanggan Bakso Pojoksari. PARKIR GRATIS. Bila Ada yang Memungut Biaya/Parkir Jangan Dikasih, Mereka Parkir Liar Tanpa Izin”.
Spanduk tersebut terpasang di area warung untuk menegaskan bahwa tidak ada pungutan parkir resmi.
Pemilik Bakso Pojoksari, Mei Dana Pilhandoko, menjelaskan polemik bermula dari laporan pelanggan dan karyawan yang merasa resah karena muncul kesan adanya parkir berbayar di lokasi tersebut.
“Saya pertama kali mendapat aduan dari karyawan yang berjaga di sini, juga dari para pelanggan. Mereka merasa resah karena seolah-olah ada parkir berbayar setelah makan, padahal sebenarnya di sini parkir gratis,” kata Mei Dana, Rabu (11/2/2026).
Dari aduan karyawan, Mei Dana mengungkapkan bahwa Candra memang kerap datang ke warung pada sore hari setelah memulung. Menurutnya, sejumlah pelanggan sempat memberikan uang kepada lansia tersebut, baik karena iba maupun setelah dibantu hal-hal kecil.
“Dari karyawan juga selalu mengakui bahwa bapak tersebut sering berada di sini setiap sore. Kadang hanya duduk-duduk saja. Karena orang-orang merasa iba, akhirnya ada yang memberi uang,” ujarnya.
Namun, pihak warung juga menerima informasi bahwa sebagian pelanggan mengira harus membayar parkir setelah melihat keberadaan Candra di sekitar area parkir.
Pegawai Bakso Pojoksari bernama Islam mengatakan, beberapa pelanggan bahkan sempat masuk kembali ke warung untuk menukar uang receh karena mengira harus membayar parkir.
“Kemarin waktu ditanya katanya cuma duduk saja. Tapi setiap ada pelanggan selesai makan, ada yang masuk lagi bilang mau tukar uang receh buat bayar parkir. Saya bilang tidak usah bayar parkir karena di sini gratis,” ucap Islam.
Ia mengaku situasi tersebut sempat membuat sebagian pelanggan ragu untuk datang ke warung.
“Mungkin ada satu dua orang yang batal datang karena mengira parkir berbayar,” katanya.
Pihak pemilik warung dan Candra pun telah bertemu dan melakukan mediasi, sehingga persoalan yang sempat ramai di media sosial itu disepakati untuk diselesaikan secara kekeluargaan.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”












