Daerah  

Praktik Bidan Warnengsih di Bantardawa Ciamis Rusak Diterjang Angin

Bencana Angin Puting Beliung di Dusun Bantardawa

Pada sore hari, langit di Dusun Bantardawa tiba-tiba berubah menjadi gelap. Angin datang tanpa peringatan, berputar liar dan mengangkat segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (28/3/2026), yang secara drastis mengubah kehidupan warga setempat.

Atap rumah beterbangan, pepohonan tumbang, dan dalam hitungan menit, kehidupan warga berubah. Di antara reruntuhan tersebut, sebuah bangunan milik Bidan Warnengsih menjadi salah satu yang paling terdampak. Tidak hanya rumah tinggal, tetapi juga tempat praktik kesehatan yang selama ini menjadi sandaran warga untuk berobat.

Saat bencana terjadi, Warnengsih sedang berada jauh dari rumah. Ia menghadiri acara di Sukadana. Namun, ia mulai merasa cemas ketika hujan deras dan angin kencang menghadangnya dalam perjalanan pulang. Dari kejauhan, ia sempat melihat pusaran angin besar berputar. “Kelihatan muter-muter, besar sekali. Tapi saya takut mendekat,” ujarnya lirih, Minggu (29/3/2026).

Kecemasan itu bukan tanpa alasan. Di rumah, anaknya yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA tengah sendirian. Ketika tiba di kampung halaman, pemandangan yang ia lihat membuat langkahnya semakin cepat. Atap rumah tetangga sudah beterbangan hingga ke sawah. Saat itu, satu hal yang terlintas di benaknya yakni rumahnya pasti tak lagi utuh.

Benar saja, rumah yang merupakan tempat praktiknya sudah dalam kondisi hancur. Atap bangunan tempat praktik itu beterbangan, dinding jebol, dan air hujan masuk tanpa hambatan, menggenangi hampir seluruh ruangan. Di dalam rumah tepat di sebelah tempat praktik bidannya, anak Warnengsih menangis ketakutan. “Dia teriak-teriak sambil nangis dan bilang takut. Mungkin dia lihat langsung kejadian itu,” ujar Warnengsih.

Ruang praktik yang biasanya menjadi tempat warga berobat kini tak lagi bisa digunakan. Peralatan yang tersisa ia coba selamatkan di tengah genangan air dan reruntuhan. Kamar-kamar rusak, ruang keluarga porak-poranda, dan dapur yang menggunakan asbes nyaris tak bersisa. Sebagian bangunan bahkan ambruk, menyisakan puing dan kayu berserakan.

Namun di tengah kekacauan itu, Warnengsih belum memikirkan kerugian materi yang dialaminya pribadi. Tempat praktiknya bukan sekadar ruang kerja, tetapi menjadi harapan bagi ibu hamil, anak-anak, hingga warga yang membutuhkan pertolongan pertama. “Saya masih seperti mimpi. Belum bisa memperkirakan kerugian,” ucapnya pelan.

Di luar rumah, warga bergotong royong membersihkan puing-puing. Di Dusun Bantardawa, tercatat sebanyak 32 rumah terdampak angin puting beliung yang terjadi sekitar pukul 14.48 WIB. Sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. Sementara yang lain bertahan, mencoba memperbaiki apa yang masih bisa diselamatkan.

Bagi Warnengsih, tantangan ke depan bukan hanya membangun kembali rumahnya, tetapi juga menghidupkan kembali tempat praktik yang telah lama ia jalankan.

Kerusakan yang Terjadi

Selain rumah warga, kantor desa juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut. Kepala Desa Bantardawa, Dena Suparman, mengatakan total sebanyak 32 rumah warga terdampak dalam peristiwa tersebut. “Angin kencang datang dari arah barat ke timur, merobohkan beberapa atap rumah warga sebelum akhirnya turun hujan,” jelasnya.

Ia menyebut wilayah yang terdampak berada di RT 10 dan RT 11 Dusun Bantardawa. “Untuk sementara ada 12 kepala keluarga yang mengungsi ke rumah kerabat masing-masing,” katanya. Untuk rumah yang rusak parah ada yang sampai bergeser dari pondasi.

Saat ini, warga bersama aparat desa masih melakukan pembersihan puing-puing serta memperbaiki rumah yang masih bisa ditempati. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” pungkasnya.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?