Daerah  

Ribuan Motor Serbu Cirebon Raya, Arus Balik Lebaran 2026 Belum Berakhir

Arus Balik Lebaran 2026 di Kota Cirebon Masih Padat

Arus balik Lebaran 2026 di Kota Cirebon masih menunjukkan kepadatan yang signifikan. Ribuan kendaraan, terutama sepeda motor, melintasi jalan-jalan utama setiap jamnya. Hingga hari ke-7 pasca-Lebaran (H+7), jumlah kendaraan yang melewati wilayah ini mencapai lebih dari 26 ribu unit. Kepadatan ini dominasi oleh para pemudik yang kembali dari Jawa Tengah menuju Jakarta.

Salah satu jalur yang paling padat adalah Jalan Brigjen Darsono atau Bypass Kota Cirebon, khususnya di simpang Pemuda. Dari data yang dirilis oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon, hingga pukul 11.00 WIB pada H+7, total kendaraan yang melintas mencapai 26.769 unit. Dari jumlah tersebut, sepeda motor menjadi kendaraan yang paling banyak, dengan jumlah mencapai 21.773 unit. Selain itu, tercatat juga mobil pribadi sebanyak 2.737 unit, angkutan umum kecil sebanyak 230 unit, angkutan umum besar 65 unit, angkutan barang kecil 1.245 unit, serta angkutan barang besar sebanyak 719 unit.

Kepala Dishub Kota Cirebon, Andi Armawan, menjelaskan bahwa rata-rata volume kendaraan yang melintas mencapai sekitar 1.115 kendaraan per jam. Meski kondisi lalu lintas masih terkendali, ia mengakui bahwa intensitas arus balik tetap tinggi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kebijakan rekayasa lalu lintas di jalan tol dan mulai beroperasinya kembali kendaraan besar bersumbu tiga.

“Penerapan sistem one way di jalan tol turut berdampak pada kepadatan di jalur arteri, termasuk di Kota Cirebon,” ujar Andi. Ia juga menyebutkan bahwa pengoperasian kembali kendaraan besar bersumbu tiga meningkatkan beban lalu lintas, terutama di jalur arteri mudik dan balik.

Meski demikian, pola arus balik yang lebih tersebar membuat kepadatan tidak terjadi secara bersamaan seperti saat arus mudik. “Arus mudik biasanya terjadi serentak dalam waktu singkat, sedangkan arus balik berlangsung lebih bertahap sehingga relatif lebih terkendali,” tambahnya.

Dishub bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan untuk memastikan arus lalu lintas tetap aman dan lancar. Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati selama perjalanan, mematuhi rambu lalu lintas, dan beristirahat jika lelah.

Sementara itu, hingga H+6, masih ada sekitar 281.838 pemudik yang diperkirakan belum melintas untuk kembali ke Jakarta. Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional Dishub Kota Cirebon, Yeye Mulyana, menyebutkan bahwa arus kendaraan masih tergolong tinggi meski sebagian pemudik telah kembali.

Secara kumulatif, jumlah kendaraan yang telah melintas selama periode arus balik mencapai sekitar 405.735 unit, dibandingkan arus mudik yang mencapai 687.573 unit. “Sekitar 60 persen pemudik sudah kembali. Artinya masih ada sekitar 40 persen yang kemungkinan akan kembali dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya.

Ia memprediksi lonjakan kendaraan masih akan terjadi pada akhir pekan. “Kemungkinan mulai Sabtu hingga Minggu malam masih akan terjadi peningkatan arus kendaraan,” jelasnya.

Meski volume kendaraan tinggi, kondisi lalu lintas di Pantura Kota Cirebon masih terpantau terkendali dan belum memerlukan rekayasa tambahan. “Sementara ini tidak ada rekayasa lain karena masih cukup menggunakan APIL,” katanya.

Pantauan di simpang empat Pemuda pada H+7 Lebaran memperlihatkan gambaran nyata padatnya arus balik. Ratusan sepeda motor tampak mengular menunggu lampu lalu lintas, dengan barang bawaan menumpuk di bagian belakang kendaraan. Saat lampu hijau menyala, kendaraan bergerak perlahan dalam kepadatan tinggi. Truk kontainer, mobil pribadi, dan rombongan motor saling berbaur memenuhi badan jalan.

Di sisi lain, banyak pemudik terlihat membawa keluarga, bahkan anak-anak, dengan perlengkapan perjalanan lengkap. Suara deru mesin kendaraan dan padatnya posisi antar kendaraan menciptakan suasana khas arus balik yang padat merayap.

Dengan masih besarnya jumlah pemudik yang belum kembali, arus balik di Cirebon diperkirakan akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan, terutama saat puncak akhir pekan.


Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?