Sinyal Naturalisasi Timnas Indonesia Pertama John Herdman: Darah Maroko, 6 Pemain Menanti

Sinyal Naturalisasi Timnas Indonesia dengan Ilias Alhaft

Pemain keturunan Indonesia berdarah Maroko, Ilias Alhaft, kembali menarik perhatian publik sepak bola Indonesia setelah tampil gemilang bersama klubnya di Thai League, Bangkok United. Performa apiknya dalam pertandingan melawan Macarthur FC di leg pertama mengantarkan kemenangan 2-0 bagi timnya. Gol yang dicetak Ilias Alhaft pada menit ke-37 menjadi bukti bahwa ia memiliki potensi besar untuk bergabung dengan Timnas Indonesia.

Ilias Alhaft, yang sebelumnya sempat masuk dalam daftar calon naturalisasi Timnas Indonesia era Shin Tae-yong, kini kembali menjadi sorotan karena performanya yang konsisten. Dari 6 pertandingan di ACL Two, Ilias berhasil mencatatkan 3 gol dan 2 assist. Total dari 25 pertandingan di Bangkok United, ia telah mencetak 6 gol dan memberikan 2 assist.

Performa Ilias Alhaft yang luar biasa ini membuka peluang besar baginya untuk dipanggil oleh pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, terutama dalam persiapan Piala AFF 2025/2026. Meski sebelumnya tidak dilirik oleh Shin Tae-yong, kini situasi berbeda karena pergantian pelatih.

Sebagai informasi, Ilias Alhaft memiliki darah keturunan Indonesia dari kakek dan neneknya yang berasal dari Solo, Jawa Tengah. Hal ini menjadi dasar hukum untuk bisa dinaturalisasi sebagai pemain Timnas Indonesia. Selain itu, saat merayakan gelar juara Sparta Rotterdam di Liga 2 Belanda, Ilias sempat memegang bendera Indonesia, semakin memperkuat kemungkinan naturalisasi.

Jika proses naturalisasi Ilias Alhaft selesai, maka Timnas Indonesia akan mendapatkan enam keuntungan utama:

1. Multifungsi

Kemampuan Ilias Alhaft dalam bermain di tiga posisi berbeda menjadi nilai tambah. Ilias bisa bermain sebagai sayap kanan, sayap kiri, penyerang tengah, atau gelandang serang. Statistiknya menunjukkan bahwa:

  • Sayap Kanan: 165 pertandingan, 34 gol dan 24 assist
  • Sayap Kiri: 43 pertandingan, 8 gol dan 8 assist
  • Gelandang Serang: 5 pertandingan dan 2 gol
  • Penyerang Tengah: 14 pertandingan

2. Rekam Jejak Eropa

Ilias Alhaft memiliki pengalaman bermain di beberapa klub besar di Eredivisie seperti Sparta Rotterdam dan Almere City. Ia juga pernah bermain di Liga Armenia bersama FC Noah. Pengalaman ini membuatnya lebih matang dibanding pemain lokal lainnya.

3. Memiliki Caps Timnas Belanda

Ilias Alhaft pernah bermain untuk Timnas Belanda kelompok usia. Ia debut di Timnas U-18 pada usia 17 tahun dan kemudian masuk ke Timnas U-20 dengan catatan 10 pertandingan.

4. Kaki Kidal Mematikan

Dari lima gol yang dicetaknya di Liga Armenia, tiga di antaranya berasal dari kaki kirinya. Aksi ini sering kali menghasilkan kemenangan besar bagi timnya.

5. Skill dan Akurasi Umpan Memanjakan

Ilias Alhaft dikenal memiliki skill individu yang mumpuni dan umpan mematikan. Contohnya adalah aksinya saat menghadapi Shirak Gyumri, di mana ia menciptakan gol akrobatik lewat umpan kepada rekan setimnya.

6. Pengalaman di Asia

Ilias Alhaft kini bermain di Bangkok United dan telah memainkan 25 pertandingan. Di ajang Asia, ia mencatatkan 9 pertandingan dengan 3 gol dan 1 assist. Kemampuannya ini sangat penting dalam persiapan Timnas Indonesia di level regional.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?