Laga Perdana Sriwijaya FC vs Bekasi City Tanpa Penonton, Loyalitas Suporter Jadi Senjata Rahasia

Persiapan Sriwijaya FC Jelang Laga Perdana Putaran Ketiga

Sriwijaya FC sedang mempersiapkan diri secara maksimal untuk menghadapi laga perdana putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/26. Tim yang bermarkas di Jawa Barat ini melakukan pemantapan taktikal di Sawangan, Depok, menjelang pertandingan melawan FC Bekasi City di Stadion Patriot Chandrabhaga, Senin (16/2/2026) pukul 15.30 WIB. Meski pertandingan digelar tanpa penonton, semangat dan motivasi para pemain tetap tinggi.

Fokus pada Peningkatan Performa

Asisten Pelatih Cipta Adikotradi alias Coach Joe Berry menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini adalah memperbaiki performa dan tampil maksimal di bawah arahan Head Coach Iwan Setiawan. Ia menyatakan bahwa motivasi pemain terus ditingkatkan agar bisa memberikan hasil terbaik dalam kompetisi ini.

“Motivasi pemain, kita sama-sama berjuang memperbaiki performa yang sudah lalu. Lebih ke preparing semaksimal mungkin aja,” ujar Coach Joe.

Dukungan Suporter yang Tak Pernah Padam

Meskipun tidak ada penonton di stadion, Coach Joe yakin bahwa loyalitas suporter Palembang tetap kuat. Mereka tetap mendukung tim secara moril, materi, dan spirit, bahkan dalam situasi sulit sekalipun.

“Sebetulnya tanpa penontonpun, saya yakin suporter Palembang paling loyal. Di saat kita terpurukpun, mereka masih support dalam bentuk apapun—materi, moril, spirit. Itu tidak bisa dipungkiri,” tegasnya.

Kesiapan Tim untuk Putaran Ketiga

Sriwijaya FC bertekad menjadikan putaran ketiga sebagai titik balik. Semua fasilitas latihan dimaksimalkan agar tim bisa bangkit dan kembali menorehkan hasil positif. Coach Joe juga meminta doa dan dukungan dari seluruh fans Sriwijaya FC untuk menyelesaikan putaran ketiga dengan baik.

“Terus aja dukung kita, doakan kita semoga lebih baik. Kita juga memaksimalkan semua fasilitas yang ada di sini untuk berubah menjadi lebih baik,” ujarnya.

Ujian Mental bagi Tim

Laga ini bukan sekadar pertandingan perdana, melainkan ujian mental bagi Sriwijaya FC. Tanpa sorakan langsung dari tribun, mereka harus membuktikan bahwa semangat juang bisa tetap menyala berkat dukungan jarak jauh dari suporter Palembang yang terkenal militan.

Bantah Isu Klub Dijual ke Luar Sumsel

Sriwijaya FC kembali menjadi sorotan setelah isu kepindahan homebase ke Depok dan Bekasi, Jawa Barat sempat memicu keresahan suporter. Bahkan muncul dugaan Elang Andalas bakal dijual keluar Sumsel. Namun Direktur Olahraga PT SOM, Anggoro Prajesta, tegas membantah kabar tersebut.

“Memang gak benar. Fokus kita buat ini klub Sriwijaya FC bertahan dulu dan gak jadi bulan-bulanan sampai akhir musim kompetisi Pegadaian Championship 2025/26. Kita cuma sanggup dengan cara yang begini tentunya sudah dengan semua kalkulasi,” ungkap Anggoro.

Persiapan dan Jadwal yang Padat

Jelang ditutupnya bursa transfer dan digulirkannya putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/26, manajemen Sriwijaya FC menggelar seleksi pemain dan TC di Sawangan, Depok, Jawa Barat mulai 3 Februari 2026 bersama head coach Iwan Setiawan, coach Joe Berry, Tedi Berlian, Lutfi, dan pelatih kiper Gary Anggrana Setiawan Anwar.

Anggoro mengungkapkan bahwa perjalanan tim cukup melelahkan. Saat bermain di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, anak-anak harus kembali naik bus ke Palembang, lalu biaya hotel dan panpel dll. Setelah tanding, mereka kembali ke mess di Sawangan naik bus lagi, istirahat 2 hari, lalu kembali ke Palembang.

“Jadwal dan biaya padat merayap. Nanti kapan latihannya. Habis waktu di jalan,” terang Anggoro.

Pertimbangan dan Keputusan yang Sulit

Adanya permintaan dari 3 kelompok suporter militan Sriwijaya FC agar 2 laga home terakhir bisa kembali digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang sempat direspon manajemen, meski dari perhitungan berat.

“Kita lihat nanti 2 home Sriwijaya FC lanjutannya, tapi melihat jadwal juga padat. Setelah lawan Persiraja, kalau balik ke Palembang biaya tiket lebih mahal 30-an persen daripada ke Jakarta. Terus akan tanding away ke Tegal, baru balik lagi home lawan Garudayaksa FC,” kata Anggoro.

Ajakan untuk Memahami Kondisi Elang Andalas

Anggoro mengajak para pecinta klub Sriwijaya FC untuk memahami keadaan Elang Andalas sehingga harus mengambil langkah memindahkan homebase ke luar Sumsel.

“Coba dibayangkan aja. Ketika keadaan memang tidak ideal, keputusannya juga tidak akan menyenangkan semua pihak. Pilihan sangat terbatas, kita sesuaikan dengan kemampuan kita dulu saat ini,” pungkasnya.

Harini Umar

Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?