Detik-Detik Kecelakaan Mobil Fortuner di JDS
Saksi mata bernama Irfan Hasan yang saat itu berada di teras Indomaret JDS mengaku mendengar suara dentuman yang sangat keras. Saat kejadian, ia sedang berada di teras toko retail tersebut untuk mengisi daya baterai ponsel miliknya. Tiba-tiba, suara dentuman yang sangat keras terdengar dari arah jalan raya. Awalnya, Irfan tidak menyadari bahwa suara tersebut berasal dari kecelakaan mobil yang cukup parah.
Irfan langsung mencabut pengisi daya ponselnya dan bergegas lari menuju sumber suara di luar area parkir. Ia menemukan mobil Fortuner berwarna putih dengan atap hitam dalam kondisi terguling di badan jalan bagian bawah. Dengan situasi yang penuh kepanikan, Irfan segera berinisiatif memberikan bantuan. Fokus utamanya adalah memastikan apakah ada orang di dalam mobil dan bagaimana kondisi mereka pasca-benturan.
Upaya Penyelamatan Korban
Irfan mencoba mencari celah untuk masuk atau menjangkau bagian dalam kendaraan. Ia berupaya membuka akses pintu atau jendela guna mengevakuasi siapapun yang terjebak di dalam SUV yang terbalik tersebut. Tak lama kemudian, beberapa warga lain juga mulai berdatangan ke titik kecelakaan untuk ikut memberikan pertolongan.
Menurut keterangan Irfan, di dalam mobil tersebut terdapat dua orang perempuan yang memerlukan evakuasi cepat. Kedua perempuan tersebut belakangan diketahui bernama Elvia Mooduto selaku pengemudi dan Astria Usman sebagai penumpang. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati oleh warga mengingat posisi mobil yang terbalik sempurna dengan roda di atas.
Kondisi Korban

Meski selamat secara fisik, kedua perempuan tersebut tampak mengalami syok berat akibat kejadian traumatis yang baru saja mereka alami. Berdasarkan pengamatan Irfan, ia memberikan gambaran mengenai situasi jalan sebelum mobil tersebut terjungkal. Menurutnya, terjadi sebuah situasi mendadak di aspal JDS yang memicu reaksi spontan dari sang pengemudi.
Diduga kuat, mobil yang dikendarai Elvia Mooduto melakukan pengereman mendadak karena adanya hambatan di depannya. Hambatan tersebut berupa tiga unit becak motor (bentor) yang datang dari arah berlawanan secara tiba-tiba. Ketiga bentor yang melaju dari arah selatan itu dilaporkan mengambil jalur agak ke tengah jalan. Manuver bentor yang melebar ke tengah jalan tersebut disebabkan oleh adanya kabel jaringan yang menjuntai rendah.
Kabel yang menjuntai hingga ke tengah jalan itu menghalangi laju normal kendaraan dari arah selatan. Hal inilah yang memicu reaksi berantai, di mana bentor menghindar ke tengah dan mengejutkan Elvia Mooduto yang datang dari arah utara. Dalam upaya menghindari benturan langsung dengan bentor, Elvia Mooduto membanting setir ke arah kanan.
Namun, mobil SUV bernomor polisi DM 1629 BK tersebut justru kehilangan kendali sepenuhnya saat manuver dilakukan. Laju kendaraan yang tidak terkendali itu kemudian menghantam fasilitas umum di bahu jalan. Tiang lampu penerangan jalan menjadi objek pertama yang dihantam oleh mobil besar tersebut. Selain tiang lampu, sejumlah pohon pembatas jalan juga mengalami kerusakan setelah turut tertabrak oleh mobil.
Rangkaian hantaman keras terhadap tiang dan pohon itulah yang akhirnya membuat mobil terlempar dan terjungkal. Kerumunan warga yang ingin melihat kejadian tersebut sempat membuat arus lalu lintas di kawasan JDS macet total. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera mengambil alih situasi untuk mengatur kelancaran jalur kendaraan. Garis polisi dan penghalang dipasang agar warga tidak mengganggu area yang sedang dalam pengawasan petugas.
Hingga beberapa saat setelah kejadian, unit mobil Fortuner tersebut masih dibiarkan di lokasi menunggu kedatangan alat berat untuk evakuasi. Pihak berwajib terus melakukan pendalaman terhadap kesaksian warga seperti Irfan Hasan untuk memastikan penyebab utama kecelakaan. Kecelakaan tunggal ini menjadi perhatian serius bagi pengguna jalan di JDS, terutama terkait keamanan infrastruktur kabel yang melintang di jalan raya.
Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."










