Daerah  

Sumur Bor Meledak, Gas Bisa Dibakar Hebohkan Media Sosial Bantan Timur

Desa Bantan Timur Heboh karena Sumur Bor yang Menyala Api

Desa Bantan Timur, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis tiba-tiba menjadi perhatian banyak orang setelah video yang menampilkan air dari sumur bor menyala api beredar di media sosial. Kehebohan ini terjadi dalam sepekan terakhir, meskipun awalnya tidak ada yang menyangka akan terjadi.

Video tersebut menunjukkan seorang pria dengan pakaian loreng tanpa lengan sedang mematikan korek api di depan aliran air yang keluar dari sumur bor. Tidak lama kemudian, aliran air tersebut langsung menyala api, seolah-olah air itu bercampur dengan gas yang mudah terbakar. Video ini cepat menyebar dan diposting oleh berbagai akun media sosial, membuat masyarakat terkejut.

Pria dalam video tersebut adalah Jumin (68), warga desa Bantan Timur. Dari kota Bengkalis, jarak tempuh ke desa tersebut memakan waktu satu jam lebih. Tribun mencoba menelusuri lokasi sumur bor yang sempat heboh tersebut. Sumur tersebut berada tepat di jalan Haji Gani, Desa Bantan Timur. Pemiliknya adalah tetangga dari Jumin.

Jumin mengaku tidak menyangka videonya seheboh itu di media sosial. Ia juga tidak terlalu aktif di media sosial. Menurutnya, video tersebut direkam oleh rekannya pada hari Rabu (4/2) sore. Setelah itu, ia tidak tahu bahwa video tersebut menyebar di media sosial.

“Setelah beberapa hari ada tetangga yang memberi tahu, videonya viral, banyak di posting orang. Kami pun tidak paham,” ceritanya.

Lokasi Sumur dan Fungsinya

Sumur bor yang menyala api ini berada di halaman depan rumah warga sekitar. Keberadaan sumur di halaman rumah bukan untuk kebutuhan harian pemilik rumah. Sumur tersebut sebenarnya digunakan untuk membersihkan diri setelah pekerja pengumpul karet selesai bekerja. Di sebelah rumah ada kolam penampungan karet yang cukup besar. Tempat pengumpul karet ini milik Irwan (44), dan rumah di sebelahnya milik mertuanya.

Irwan menjelaskan bahwa sumur tersebut sudah dibuat sejak satu setengah tahun lalu. Awalnya, tidak ada yang aneh saat sumur itu digunakan. Letaknya tepat di samping kolam penampungan karet. Di atas sumur terpasang mesin air dan pipa penyalur air yang tidak begitu panjang.

“Kegunaannya memang untuk bersih-bersih kita dan yang kerja di sini setelah mengumpulkan karet, kadang juga untuk membersihkan karet. Sudah kita gunakan selama satu setengah tahun,” ujarnya.

Penemuan Gas yang Terbakar

Irwan sendiri sejak sumur dibuat dan digunakan tidak tahu bahwa sumur tersebut memiliki gas yang bisa terbakar. Baru pekan kemarin, ia mengetahuinya setelah melakukan penggantian mesin air dan menambah pipa untuk ke dalam sumur.

“Sebelum mesinnya kita ganti kemarin, air yang keluar dari sumur saat mesin dinyalakan tersendat-sendat. Kita pikir mesin sudah tersumbat, makanya kita belikan mesin baru. Serta menyambung satu pipa lagi ke bawah agar air yang didapat bisa lebih maksimal,” katanya.

Pergantian mesin dilakukan pekan lalu. Setelah pemasangan mesin selesai, Irwan dan rekan-rekannya melakukan uji coba menyalakan mesin. Saat air keluar lancar, namun ada yang aneh, selain air, terlihat juga seperti uap air muncul di ujung alirannya.

“Air keluar lancar, tapi terlihat juga macam ada uap yang keluar bersamaan dengan air ini. Karena penasaran, kami coba sulut dengan api dan menyala, saat awal menyala apinya cukup tinggi,” jelas Irwan.

Namun, ketika mesin air dimatikan, air tidak keluar lagi dan uapnya pun berakhir. Penasaran, Irwan dan rekan-rekannya kembali mencoba dan masih terjadi kondisi yang sama.

“Bahkan saat api kita nyalakan di atas aliran air ini, kita coba bakar daun, ternyata hidup juga,” ujar Irwan.

Penelitian dari Polsek Bantan

Setelah heboh beberapa hari di media sosial, Polsek Bantan mendatangi lokasi tersebut. Mereka ingin mengetahui kebenaran sumur mengeluarkan gas dan bisa terbakar tersebut.

“Namun saat tim Polsek datang mencoba kita hidupkan, ternyata tidak keluar lagi gasnya dan api tidak dapat menyala meskipun dilakukan berkali-kali,” jelasnya.

Setelah kedatangan orang Polsek tersebut, pihaknya meyakini gas yang ada di dalam sumur sudah habis. Karena api yang disulutkan tidak bisa menyala. Namun, menurut Irwan, sekarang mereka coba lagi dan api bisa menyala lagi. Berarti masih ada gasnya.

Harapan untuk Pemerintah

Menurut Irwan, meskipun heboh di media sosial, kondisi di lokasi sumur ini tampak biasa saja. Tidak ada kunjungan masyarakat atau warga dari daerah lain yang datang untuk melihat langsung.

“Kalau ada yang datang melihat langsung sampai hari ini tidak ada, cuma kemarin tim dari Polsek itulah yang mau ngecek tapi nyala lagi,” ujarnya.

Irwan berharap adanya pengecekan lebih lanjut dari pemerintah terkait munculnya gas ini. Sehingga masyarakat tahu pasti gas yang keluar bisa dimanfaatkan atau tidaknya.

“Kalau yang kita dengar namanya gas rawa yang keluar ini, bisa hilang nanti sendirinya kalau keluar terus. Tapi harusnya ada pengecekan dululah dari pemerintah,” ujarnya.

Kesimpulan

Sejauh ini, gas yang keluar dari sumur tersebut menurut Irwan tidak berbahaya. Karena sejauh ini pihaknya masih menggunakan air dari sumur untuk bersih-bersih badan selepas bekerja.

“Sepertinya tidak berbahaya, karena selama ini kami pakai juga tidak ada masalah. Serta tidak mengeluarkan bau juga,” tegasnya.

Harini Umar

Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?