Perjalanan Sederhana Wakil Wali Kota Tasikmalaya ke Surabaya
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara, kembali menjadi perhatian masyarakat setelah melakukan perjalanan ke Surabaya pada Minggu (15/2/2026). Ia pergi untuk menghadiri acara lamaran putranya, Difa Candra. Namun, yang membuatnya menarik perhatian adalah cara ia berpergian, yaitu menggunakan kereta api dan antri seperti penumpang biasa.
Diky memilih transportasi umum dalam perjalanannya, bukan menggunakan fasilitas negara atau diantar oleh ajudan. Hal ini dilakukannya dengan tujuan memberikan contoh nyata bagi bawahan dan masyarakat. Ia ingin menunjukkan bahwa hidup sederhana bisa menjadi gaya hidup yang penuh makna dan tidak mengurangi rasa hormat.
Kebersamaan dengan Keluarga
Saat tiba di Stasiun Kereta Api Kota Tasikmalaya, Diky terlihat bersama istrinya, Rani Permayani, serta putranya, Difa Candra. Mereka membawa beberapa koper dan tampak tenang saat antri masuk ke gerbong kereta. Meski memiliki jabatan sebagai Wakil Wali Kota, Diky tidak membawa rombongan keluarga lainnya. Hanya tiga orang yang hadir dalam perjalanan tersebut: Diky, istri, dan anaknya.
Tidak hanya itu, Diky juga tidak menggunakan fasilitas negara yang biasanya tersedia bagi pejabat publik. Ia lebih memilih menghemat anggaran daerah agar bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat.
Latar Belakang Diky Candra Negara
Sebelum terjun ke dunia politik, Diky Candra Negara dikenal sebagai mantan artis. Ia mulai berkarier sebagai penyanyi, namun tidak sukses. Akhirnya, ia memutuskan untuk bermain di dunia akting. Selama masa karirnya, Diky telah bermain dalam berbagai sinetron populer seperti Srikhanti, Lorong Waktu, Titip Rindu Buat Ayah, dan Bidadari Yang Terluka.
Selain sebagai aktor, Diky juga aktif dalam dunia komedi. Ia sering tampil di acara lawak seperti Ketoprak Humor, Ludruk Kirun, dan Komedi TopLes. Karakternya yang humoris membuatnya dikenal oleh banyak orang.
Jalur Politik yang Beragam
Diky Candra Negara pertama kali terjun ke dunia politik pada tahun 2008, saat ia maju sebagai calon Wakil Bupati Garut mendampingi Aceng H.M. Fikri. Pasangan ini menang dengan perolehan suara sebesar 54,29 persen. Namun, setelah beberapa waktu, Diky memutuskan mundur karena merasa tidak cocok dengan Aceng. Pada akhirnya, ia diberhentikan dengan hormat pada 5 Desember 2011.
Pada Pilkada 2017, Diky kembali mencoba peruntungan sebagai calon Walikota Tasikmalaya bersama Denny Romdony. Meski diusung oleh PDIP dan PBB, pasangan ini gagal memenangkan kontestasi. Baru pada 2024, Diky kembali maju sebagai calon Wakil Walikota Tasikmalaya bersama Viman Alfarizi Ramadhan. Keduanya berhasil menang dengan perolehan suara sebesar 48,34 persen.
Alasan Menggunakan Transportasi Umum
Diky menjelaskan alasan dirinya memilih menggunakan transportasi umum saat menghadiri acara lamaran putranya. Ia mengatakan, hal ini dilakukan agar bisa memberikan contoh sederhana bagi masyarakat dan bawahan. “Kalau pimpinan pola hidupnya mewah maka si anak buahnya akan mewah juga. Bila pimpinannya berikan contoh hidup sederhana, siap berkorban untuk warganya, InsyaAllah bawahannya juga akan mengikuti,” ujar Diky.
Ia juga menekankan bahwa penggunaan transportasi umum lebih efisien dan hemat. “Kalau di hotel sayang uangnya. Apalagi sekarang efisiensi, uangnya lebih baik dipakai untuk kepentingan lain yang penting untuk masyarakat,” tambahnya.
Kesederhanaan dalam Kehidupan Sehari-hari
Kesederhanaan Diky Candra Negara tidak hanya terlihat saat menghadiri acara lamaran, tetapi juga dalam menjalankan tugas kedinasan. Saat melakukan perjalanan dinas ke Jakarta, ia lebih memilih menginap di rumah kerabat di Bogor. Begitu pun saat berada di Bandung, ia memilih menginap di rumah kerabat. Tujuannya adalah untuk menghemat anggaran dan memastikan dana daerah digunakan secara optimal.
Meskipun begitu, Diky tetap menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Ia menyadari bahwa sebagai pemimpin, ia harus bisa menjadi teladan dalam segala hal. Dengan gaya hidup sederhana, ia berharap bisa memberikan inspirasi bagi masyarakat dan bawahan.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."












